Prancis Membara: Alasan di Balik Penjarahan Hermes dan Apple Store Saat Demo
VGI.CO.ID - Kondisi di Prancis lagi bener-bener panas nih, teman-teman. Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 17 Oktober 2026, suasana di beberapa kota besar di sana berubah jadi mencekam. Aksi protes yang awalnya ditujukan untuk memprotes kenaikan biaya hidup yang gila-gilaan, malah berakhir dengan kerusuhan besar. Bayangin aja, mulai dari butik barang mewah yang harganya selangit sampai toko roti lokal nggak luput dari sasaran massa. Menurut laporan dari wartawan AFP dan otoritas setempat, situasinya emang seserius itu.
Kita mulai dari Paris ya.
Di ibu kota Prancis ini, massa terkonsentrasi di sekitar kawasan Place de la République.
Tapi sayangnya, aksi tersebut nggak berjalan damai.
Toko-toko produk perawatan kulit dan gerai telekomunikasi dijarah habis-habisan.
Bahkan, ada pemandangan yang bikin geleng-geleng kepala: produk kecantikan mahal dan ponsel pintar keluaran terbaru bukannya dibawa pulang, tapi malah dilempar-lemparkan ke arah kerumunan massa.
Nggak cuma itu, monumen bersejarah di sana juga penuh dengan coretan grafiti, dan sebuah bar populer bernama La Barrique dikabarkan ludes terbakar di tengah kekacauan tersebut.
Marseille dan Lille Juga Ikut Memanas
Ternyata, amarah warga nggak cuma meledak di Paris.
Di Marseille, kota pelabuhan yang biasanya cantik, kondisinya nggak kalah parah.
Banyak toko yang hancur dirusak massa.
Kalian mungkin kaget, tapi butik brand mewah sekelas Hermes pun ikut dijarah.
Selain itu, toko perhiasan, gerai pakaian, kosmetik, hingga peralatan rumah tangga semuanya jadi sasaran.
Bahkan, toko roti yang menjual kebutuhan pokok pun nggak selamat.
Petugas pemadam kebakaran di sana harus bekerja ekstra keras buat memadamkan api yang berkobar dari sebuah toko sepatu yang sengaja dibakar.
Pindah ke Lille, Wali Kota Arnaud Deslandes memberikan laporan kalau pusat kota mereka juga berantakan.
Salah satu yang paling terdampak adalah Apple Store yang jadi incaran massa.
Di sisi selatan Prancis, tepatnya di kota Nice, penjarahannya lebih spesifik nih.
Massa di sana menyasar toko-toko yang menjual pakaian olahraga dan dealer sepeda motor.
Intinya, Sabtu kemarin itu benar-benar jadi hari yang kelam buat sektor ritel di Prancis karena hampir semua jenis usaha kena imbas dari kericuhan ini.
Kenapa Warga Prancis Sampai Seamarah Itu?
Mungkin kalian bertanya-tanya, kok bisa sih demo biaya hidup ujung-ujungnya malah jadi penjarahan barang mewah?
Nah, kalau kita tarik ke belakang, tekanannya emang udah numpuk banget.
Daya beli masyarakat Prancis itu sebenarnya sudah dilaporkan merosot sejak tahun 2024.
Ekonomi mereka lagi nggak baik-baik saja.
Kondisi ini makin diperparah sama lonjakan harga bahan bakar yang nggak masuk akal sejak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pecah di awal tahun ini.
Jadi, harga bensin naik, harga pangan naik, tapi pendapatan mereka stag.
Situasi ini ibarat api yang dikasih bensin.
Masyarakat merasa terjepit secara ekonomi, sementara mereka melihat barang-barang mewah di depan mata yang nggak mungkin bisa mereka beli.
Ketegangan sosial ini akhirnya meledak di jalanan.
Rasa frustrasi karena nggak bisa memenuhi kebutuhan dasar berubah jadi tindakan destruktif terhadap simbol-simbol kekayaan dan kemewahan yang ada di pusat kota.
Tensi Politik Menjelang Lengsernya Emmanuel Macron
Selain faktor ekonomi, ada bumbu politik yang bikin suasana makin keruh.
Perlu kalian tahu, Prancis bakal mengadakan pemilihan presiden tahun depan untuk mencari pengganti Emmanuel Macron.
Jadi, suhu politik di sana emang lagi tinggi-tingginya.
Banyak pihak yang merasa nggak puas dengan kebijakan pemerintah saat ini, dan demo ini jadi ajang buat meluapkan semua keresahan itu.
Apalagi, dalam beberapa minggu terakhir, ada tuduhan soal tindakan brutal polisi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah.
Hal ini makin memicu kemarahan publik, terutama kaum muda.
Hingga saat ini, pemerintah Prancis masih berusaha buat menenangkan situasi.
Tapi pertanyaannya, apakah masalah ini bakal selesai begitu saja?
Kayaknya nggak semudah itu selama masalah pokoknya—yaitu harga bahan bakar dan daya beli—belum ada solusinya.
Kita tunggu saja gimana perkembangan selanjutnya, apakah pemerintah bakal mengambil langkah ekstrem buat menstabilkan ekonomi atau justru tensinya bakal makin naik mendekati hari pemilu nanti.
Tetap waspada ya kalau kalian ada rencana mau traveling ke sana dalam waktu dekat!
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan kerusuhan besar di Prancis ini terjadi?
Kerusuhan ini pecah pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026, di beberapa kota besar seperti Paris, Marseille, Lille, dan Nice.
Toko apa saja yang menjadi sasaran penjarahan?
Massa menjarah berbagai jenis toko, mulai dari butik mewah Hermes, Apple Store, toko perhiasan, toko kosmetik, hingga toko roti dan dealer sepeda motor.
Apa pemicu utama kemarahan warga hingga terjadi penjarahan?
Penyebab utamanya adalah kenaikan biaya hidup yang drastis, penurunan daya beli sejak 2024, serta lonjakan harga bahan bakar akibat perang Amerika Serikat (AS)-Iran.
Bagaimana situasi politik di Prancis saat peristiwa ini terjadi?
Tensi politik sedang meningkat karena Prancis akan mengadakan pemilihan presiden tahun depan untuk menggantikan Emmanuel Macron, ditambah adanya isu kekerasan polisi terhadap demonstran siswa.
Ditulis oleh: Indah Permata

Posting Komentar