Kereta Petani-Pedagang Kian Diminati, Perpanjangan Rute Ke Jakarta Jadi Harapan

Table of Contents
Kereta Petani-Pedagang Kian Diminati, Perpanjangan Rute ke Jakarta Jadi Harapan
Kereta Petani-Pedagang Kian Diminati, Perpanjangan Rute Ke Jakarta Jadi Harapan

VGI.CO.ID - Layanan Kereta Khusus Petani-Pedagang yang dioperasikan oleh KAI Commuter di wilayah Banten kian mendapatkan respon positif dari masyarakat sejak diluncurkan pada awal Desember 2025. Dalam satu minggu pertama pengoperasiannya, volume penumpang terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan seiring tingginya mobilitas komoditas pertanian lokal menuju pasar.

Berdasarkan data resmi KAI Commuter, rata-rata volume pengguna harian kereta khusus ini telah mencapai 121 orang setiap harinya. Pihak operator mencatat bahwa antusiasme masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pangan, menjadi pendorong utama tingginya okupansi perjalanan kereta tersebut.

Peningkatan Signifikan Volume Penumpang pada Pekan Perdana

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap layanan Kereta Khusus Petani-Pedagang ini terus merangkak naik sejak hari pertama diluncurkan. Pada hari pertama pengoperasian, yakni Senin (1/12/2025), jumlah pengguna tercatat sebanyak 96 orang yang memanfaatkan fasilitas ruang bagasi luas untuk membawa hasil bumi mereka.

Angka tersebut terus melonjak pada hari-hari berikutnya hingga mencatatkan rata-rata harian sebesar 121 orang, atau setara dengan kenaikan 26 persen dibandingkan hari perdana. Secara akumulatif, total pengguna layanan ini sepanjang minggu pertama mencapai 844 orang, dengan hari Sabtu (6/12/2025) sebagai puncak kepadatan yang mencapai 140 penumpang.

Stasiun Cikeusal Menjadi Titik Keberangkatan Terpadat

Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 14 perjalanan Kereta Khusus Petani-Pedagang setiap harinya yang dirangkai secara khusus dengan Commuter Line Merak. Perjalanan kereta ini membentang sepanjang rute Merak hingga Rangkasbitung di Provinsi Banten, melewati stasiun-stasiun strategis yang menjadi pusat pengumpulan hasil pertanian setempat.

Dari evaluasi pekan pertama, Stasiun Cikeusal di Kabupaten Serang tampil sebagai titik keberangkatan paling aktif dengan menyumbang total 287 pengguna. Posisi berikutnya disusul oleh Stasiun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak dengan 167 pengguna, serta Stasiun Serang di Kota Serang yang mencatatkan sebanyak 119 pengguna.

Pola Perjalanan dan Fasilitas Kartu Khusus Pelanggan

Mayoritas penumpang memanfaatkan layanan kereta ini pada pagi hari untuk mengangkut hasil panen segar maupun barang dagangan olahan menuju pasar-pasar lokal. Setelah menyelesaikan aktivitas transaksi jual-beli di pasar, para pedagang dan petani ini umumnya memilih jadwal siang hari untuk menempuh perjalanan pulang ke daerah asal mereka.

Peningkatan Signifikan Volume Penumpang pada Pekan Perdana

Guna meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI Commuter menerbitkan Kartu Petani dan Pedagang khusus yang dapat diakses melalui proses registrasi di loket stasiun terdekat. Pemegang kartu khusus ini mendapatkan privilese berupa pemesanan tiket sejak H-7 keberangkatan serta izin memasuki ruang tunggu stasiun lebih awal, yakni dua jam sebelum jadwal keberangkatan kereta.

Tantangan Transit di Rangkasbitung: Suara dari Lapangan

Meskipun dinilai sangat membantu, sejumlah pedagang mengeluhkan kendala operasional akibat keharusan melakukan transit di Stasiun Rangkasbitung untuk menuju wilayah Jakarta. Salah satu pedagang asal Cikeusal, Asnama (41), mengungkapkan harapannya agar layanan kereta khusus ini dapat tersambung langsung tanpa putus ke stasiun-stasiun besar di Jakarta yang terintegrasi dengan pasar.

Sehari-hari, Asnama harus menempuh perjalanan menuju Pasar Kebayoran di Jakarta Selatan untuk menjajakan nasi, aneka rebusan, ikan asin, serta lauk-pauk lainnya. Saat ini, ia harus berangkat pukul 06.26 WIB dari Stasiun Cikeusal, kemudian turun di Rangkasbitung untuk mengantre dan berpindah ke KRL Jabodetabek menuju Stasiun Kebayoran dengan total melewati 20 stasiun selama hampir dua jam.

Rekomendasi Pengamat: Perpanjangan Rute dan Optimalisasi Slot Waktu

Peneliti senior dari Inisiatif Strategis Transportasi (Instran), Deddy Herlambang, menilai bahwa langkah penyediaan infrastruktur kereta khusus ini sudah sangat tepat secara fungsi sosial. Kendati demikian, Deddy menyarankan agar KAI Commuter mengevaluasi rute agar tidak terhenti di Rangkasbitung, melainkan langsung menjangkau Palmerah, Kebayoran, dan Tanah Abang.

Untuk menghindari gangguan pada jadwal padat KRL reguler Commuter Line, Deddy mengusulkan pemanfaatan slot waktu sepi (off-peak hours) pada dini hari. Sebagai opsi taktis, kereta pedagang dapat diberangkatkan dari Merak sekitar pukul 03.00 WIB sehingga dapat tiba di stasiun-stasiun pasar Jakarta tepat pada pukul 06.00 WIB saat aktivitas perdagangan dimulai.

Urgensi Integrasi Tiket Demi Efisiensi Waktu Perjalanan

Selain perpanjangan rute fisik, Instran juga menyoroti pentingnya penyederhanaan sistem pembayaran tiket bagi para petani dan pedagang komoditas ini. Deddy merekomendasikan adanya integrasi tiket terpadu antara Kereta Khusus Petani-Pedagang dengan KRL koridor Rangkasbitung-Tanah Abang.

Dengan mekanisme tiket terintegrasi ini, para pengguna hanya perlu melakukan satu kali transaksi pembayaran di stasiun keberangkatan awal tanpa perlu mengantre ulang saat transit. Langkah ini diyakini mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan dan meningkatkan daya saing logistik pangan dari wilayah Banten menuju ibu kota.

Posting Komentar