Pasar Modal Lagi Lesu Parah? Ini Dia Koleksi Saham Buangan Asing

Table of Contents
IHSG Anjlok 11,57%, 10 Saham Ini Dibuang Asing
Pasar Modal Lagi Lesu Parah? Ini Dia Koleksi Saham Buangan Asing

VGI.CO.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa hari Senin sampai Jumat itu lama banget, tapi pas lihat portofolio saham malah pengen cepat-cepat tutup aplikasi? Nah, itu dia yang dirasain banyak investor minggu kemarin. Minggu kemarin beneran jadi momen horor buat para pelaku pasar modal di tanah air. Bayangin aja, Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa kita sebut IHSG, terjun bebas sampai bikin jantungan. Pada penutupan perdagangan hari Jumat, 16 Oktober 2026, indeks kita rontok sedalam 11,57% ke level 5.185,10. Angka ini bukan sekadar angka biasa, tapi cerminan betapa "berdarah-darahnya" lantai bursa kita dalam waktu singkat.

Kalau kita lihat ke belakang selama seminggu penuh, IHSG itu kayak lagi naik roller coaster tapi jalurnya turun terus. Dari lima hari perdagangan, cuma ada satu hari doang lho indeks kita berhasil finish di zona hijau. Sisanya? Ya, merah merona. Secara kumulatif, kalau ditotal-total, IHSG udah merosot sampai 14.91%. Penyebabnya nggak main-main, ada sentimen negatif dari tren koreksi yang berkepanjangan ditambah lagi ada isu nggak enak soal potensi penurunan peringkat atau downgrade dari MSCI. Kabar soal MSCI ini emang sensitif banget buat investor besar, makanya nggak heran kalau pasar langsung bereaksi keras.

Manuver Investor Asing di Tengah Badai

Lucunya nih, di tengah indeks yang lagi babak belur, data pergerakan dana asing malah nunjukin fenomena yang unik. Kamu mungkin mikir asing bakal kabur total, kan? Ternyata, investor mancanegara terpantau masih melakukan aksi beli bersih alias net buy tipis-tipis sebesar Rp179,51 miliar kalau dihitung di seluruh pasar. Kalau kita bedah lagi, di pasar reguler mereka malah belanja sebanyak Rp361,51 miliar. Tapi, jangan senang dulu. Di pasar negosiasi dan pasar tunai, mereka justru buang barang alias net sell sebesar Rp182 miliar. Jadi, emang ada strategi tarik-ulur yang lagi dimainkan sama mereka di tengah ketidakpastian ini.

Nah, pertanyaan besarnya, saham-saham apa aja sih yang paling gencar dilego sama asing sampai bikin IHSG makin tertekan? Berdasarkan data dari Indo Premier, ternyata saham-saham blue chip atau saham lapis satu yang biasanya jadi idola malah jadi korban utama aksi jual ini. Sektor perbankan yang selama ini jadi tulang punggung IHSG justru yang paling banyak dilepas. Ini wajar sih, soalnya kalau asing mau keluar dari pasar Indonesia dalam jumlah besar, mereka pasti bakal jual saham-saham yang likuiditasnya paling gede dulu.

Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Biar kamu nggak penasaran, yuk kita intip daftar "buangan" asing pekan lalu.

Posisi pertama ditempati oleh bank swasta terbesar kita, yaitu PT Bank Central Asia Tbk.

(BBCA) dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp1,9 triliun.

Angka yang fantastis, kan?

Nggak mau ketinggalan, dua bank pelat merah juga ikut kena imbas.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

(BMRI) masing-masing kompak dilepas asing sebesar Rp1,1 triliun.

Wah, trio perbankan ini beneran lagi ditinggal sama para investor luar negeri buat sementara waktu.

Selain perbankan, sektor telekomunikasi dan pertambangan juga kena getahnya. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat dijual asing sebanyak Rp204,8 miliar. Di sektor tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga dilepas sebesar Rp202,4 miliar. Berikutnya ada deretan emiten tambang lainnya dan satu emiten perhiasan yang masuk dalam daftar jual, yaitu:

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) - Rp128,7 miliar
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) - Rp110,1 miliar
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp53,9 miliar
  • PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) - Rp39,0 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp34,5 miliar

Apa yang Harus Kamu Lakukan Sekarang?

Melihat kondisi pasar yang lagi nggak menentu begini, kuncinya cuma satu: jangan panik. Penurunan IHSG yang cukup dalam dalam sepekan memang bikin was-was, tapi ingat kalau pasar modal itu sifatnya fluktuatif. Isu downgrade dari MSCI emang perlu kita waspadai, tapi bukan berarti dunia kiamat buat investor saham. Banyak analis yang bilang kalau koreksi tajam kayak gini justru bisa jadi kesempatan buat "serok bawah" saham-saham bagus dengan harga diskon, asalkan kamu sudah melakukan riset mendalam sebelumnya.

Jadi, buat kamu yang portofolionya lagi merah, coba deh tarik napas dalam-dalam dulu.

Evaluasi lagi fundamental perusahaan-perusahaan yang kamu pegang.

Kalau fundamentalnya masih oke dan cuma harganya aja yang turun karena sentimen pasar, mungkin ini waktunya buat sabar menunggu atau pelan-pelan cicil beli lagi.

Tapi kalau kamu investor tipe konservatif, nggak ada salahnya juga buat pegang uang tunai dulu sambil nunggu badai reda dan IHSG kembali stabil di zona aman.

Tetap semangat dan jangan kapok jadi investor ya!



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kenapa IHSG bisa anjlok sampai 11,57% dalam sehari?

Penurunan tajam ini dipicu oleh tren koreksi yang berlanjut dan adanya ancaman downgrade dari indeks MSCI, yang membuat investor cenderung melakukan aksi jual besar-besaran.

Siapa saja 3 besar saham yang paling banyak dijual asing?

Tiga posisi teratas adalah BBCA (Rp1,9 triliun), disusul oleh BBRI (Rp1,1 triliun) dan BMRI (Rp1,1 triliun).

Apakah asing benar-benar keluar total dari pasar Indonesia?

Meskipun ada penjualan besar di saham tertentu dan pasar negosiasi, investor asing sebenarnya masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) tipis sebesar Rp179,51 miliar di seluruh pasar sepanjang pekan tersebut.

Apa itu ancaman downgrade MSCI?

MSCI adalah penyedia indeks saham global.

Jika saham atau pasar Indonesia diturunkan peringkatnya (downgrade), manajer investasi asing biasanya akan mengurangi porsi investasi mereka di Indonesia secara otomatis.



Ditulis oleh: Reza Pahlevi

Posting Komentar