Borong Saham Saat Pasar Panik? Ini 10 Incaran Asing Pekan Ini

Table of Contents
IHSG Anjlok 11% Lebih, Asing Masih Buru 10 Saham Ini
Borong Saham Saat Pasar Panik? Ini 10 Incaran Asing Pekan Ini

VGI.CO.ID - Pernah nggak kamu merasa panik luar biasa waktu melihat layar aplikasi saham isinya warna merah semua? Nah, itulah yang dirasakan hampir seluruh investor di Indonesia sepanjang pekan lalu. Bursa saham kita, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), benar-benar lagi dihantam badai besar. Nggak tanggung-tanggung, koreksinya sangat dalam sampai bikin banyak orang tarik napas panjang. Tapi, di balik kepanikan itu, ternyata ada gerak-gerik menarik dari para investor kakap luar negeri yang justru asyik belanja.

Kalau kita lihat datanya, pekan yang berakhir pada Jumat, 16 Oktober 2026, itu bakal dicatat sebagai salah satu momen paling kelam di pasar modal tahun ini.

IHSG terjun bebas sebesar 11,57% hanya dalam satu hari di hari Jumat tersebut, dan parkir di level 5.185,10.

Jika kita hitung total akumulasinya selama sepekan, angkanya makin bikin geleng-geleng kepala: anjlok nyaris 15%, tepatnya 14,91%.

Bayangkan, dari lima hari perdagangan, cuma satu hari saja IHSG sanggup berakhir di zona hijau.

Sisanya?

Semuanya berakhir dengan rapor merah membara.

Mengapa IHSG Sampai Anjlok Parah?

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih yang bikin pasar tiba-tiba ambruk seperti itu? Biang kerok utamanya adalah adanya "ancaman" dari MSCI. Jadi, ada kabar kalau status pasar modal Indonesia mau diturunkan atau kena downgrade menjadi standalone market. Buat yang belum familiar, status ini cukup krusial karena menentukan seberapa banyak dana manajer investasi dunia yang bakal masuk ke sebuah negara. Kalau sampai status kita turun, investor institusi besar luar negeri bisa jadi terpaksa harus menarik dana mereka dari Indonesia.

Ketakutan inilah yang memicu aksi jual masif. Investor lokal maupun institusi tampak berebut keluar demi mengamankan aset mereka. Namun, di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang mau jualan, data dari Indo Premier menunjukkan fenomena yang sedikit kontradiktif. Investor asing ternyata nggak sepenuhnya kabur. Di pasar reguler, mereka malah mencatatkan beli bersih atau net foreign buy senilai Rp361,51 miliar. Kalau digabung dengan pasar negosiasi dan tunai (di mana ada aksi jual Rp182 miliar), secara total di seluruh pasar mereka masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp179,51 miliar.

10 Saham Pilihan Asing di Tengah Badai

Ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu.

Kalau asing saja berani beli saat pasar lagi berdarah-darah, saham apa saja sih yang mereka incar?

Apakah mereka melihat ini sebagai peluang diskon besar-besaran?

Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing selama pekan yang penuh drama tersebut:

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO): Luar biasa, saham teknologi ini memimpin di posisi puncak dengan nilai pembelian mencapai Rp348,0 miliar. Sepertinya asing masih melihat potensi jangka panjang di sini meski kondisi makro lagi nggak menentu.
  2. PT Astra International Tbk. (ASII): Si raja otomotif ini juga nggak luput dari incaran. Asing menyetor dana sebesar Rp132,2 miliar ke saham ASII.
  3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF): Saham defensif memang jadi primadona saat pasar kacau. Asing mengoleksi INDF senilai Rp109,8 miliar. Logikanya simpel, orang tetap butuh makan mi instan sesulit apa pun kondisinya.
  4. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG): Bergerak di sektor energi, saham ini berhasil menarik minat asing dengan nilai beli Rp92,4 miliar.
  5. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): Masih dari sektor energi dan komoditas, MEDC mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp84,8 miliar.
  6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA): Saham dari grup Sinarmas ini juga masuk radar dengan nilai Rp64,2 miliar.
  7. PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA): Ternyata sektor ritel gadget masih menarik di mata asing, terbukti dengan pembelian senilai Rp63,4 miliar.
  8. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): Sektor pertambangan mineral diwakili oleh BRMS yang dikoleksi asing sebanyak Rp62,7 miliar.
  9. PT Timah Tbk. (TINS): Perusahaan BUMN pertambangan timah ini juga kebagian jatah belanja asing sebesar Rp61,5 miliar.
  10. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Menutup daftar sepuluh besar, perusahaan milik Prajogo Pangestu ini dibeli asing senilai Rp60,6 miliar.

Apa Maknanya Bagi Investor Ritel Seperti Kita?

Melihat daftar di atas, ada pola yang cukup jelas. Investor asing cenderung masuk ke saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) atau sektor yang punya fundamental kuat seperti konsumsi dan energi. Meskipun IHSG lagi lunglai, mereka tampaknya memanfaatkan momen penurunan harga ini untuk melakukan akumulasi bertahap. Istilah kerennya, mereka lagi "belanja diskon" atau buy on weakness.

Tapi ingat ya, kamu jangan langsung telan mentah-mentah dan ikut-ikutan beli tanpa analisa sendiri.

Strategi investor asing yang punya modal jumbo tentu berbeda dengan kita yang modalnya terbatas.

Mereka punya napas yang lebih panjang kalau harga ternyata masih mau turun lagi.

Sementara bagi kita, manajemen risiko tetap yang utama.

Pastikan kamu selalu memantau perkembangan berita soal MSCI tadi, karena itulah sentimen utama yang akan menggerakkan arah IHSG ke depannya.

Apakah pekan depan pasar akan mulai tenang atau justru makin dalam koreksinya?

Belum ada yang tahu pasti.

Namun yang jelas, aksi beli asing ini memberikan sedikit angin segar di tengah mendung gelap yang menyelimuti pasar modal kita.

Tetap tenang, jangan panik berlebihan, dan selalu gunakan uang dingin saat berinvestasi di saham.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa total penurunan IHSG selama sepekan lalu?

Secara akumulatif, IHSG mengalami penurunan sebesar 14,91% selama satu pekan perdagangan yang berakhir pada 16 Oktober 2026.

Apa penyebab utama IHSG anjlok sangat dalam?

Penyebab utamanya adalah ancaman penurunan status (downgrade) pasar modal Indonesia menjadi standalone market oleh MSCI.

Apakah investor asing benar-benar keluar dari pasar modal Indonesia?

Tidak sepenuhnya.

Meskipun IHSG anjlok, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp361,51 miliar di pasar reguler pekan lalu.

Saham apa yang paling banyak dibeli asing saat pasar sedang anjlok?

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

(GOTO) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan nilai mencapai Rp348,0 miliar.



Ditulis oleh: Lestari Ningrum

Posting Komentar