RUPSLB BTN Resmi Ganti Lima Direksi untuk Percepat Transformasi Beyond Mortgage

Table of Contents
RUPSLB BTN sepakati perubahan lima direksi, dewan komisaris tetap - ANTARA News
RUPSLB BTN Resmi Ganti Lima Direksi untuk Percepat Transformasi Beyond Mortgage

VGI.CO.ID - Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (5 September 2026) yang menyepakati perubahan lima anggota direksi dari total 12 posisi direktur yang ada. Keputusan strategis ini mencakup pergantian pada jabatan kunci mulai dari Direktur Finance & Strategy hingga Direktur Information Technology.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris BTN tidak mengalami perubahan sama sekali. Perseroan secara resmi menyatakan bahwa rotasi manajemen ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan kepemimpinan untuk melanjutkan transformasi perusahaan serta memperkuat strategi beyond mortgage yang telah digagas sebelumnya.

Pernyataan Direktur Utama BTN tentang Perubahan Manajemen

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan dalam proses pergantian direksi ini. "Perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara," ujar Nixon dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat siang.

Nixon menambahkan bahwa kehadiran jajaran direksi baru diharapkan mampu membawa BTN berkembang ke arah yang lebih baik. "Kami sebagai pengurus di Bank Tabungan Negara hari ini tetap berterima kasih kepada pemegang saham atas perubahan dengan direksi baru yang akan bergabung dengan BTN," tegasnya.

Visi Beyond Mortgage dan Penguatan Consumer Banking

Seiring dengan bergabungnya jajaran direksi baru, Nixon menyatakan harapan besar bahwa perseroan dapat mengakselerasi visi untuk mencapai beyond mortgage. Strategi ini bertujuan menjadikan BTN sebagai bank yang kuat dalam segmen consumer banking, tidak lagi hanya fokus pada kredit pemilikan rumah.

"Mudah-mudahan BTN ke depan jauh lebih baik lagi dibanding yang sudah terjadi sampai dengan hari ini," kata Nixon dengan optimis. Langkah ini dipandang sebagai momentum penting bagi BTN untuk memperluas portofolio bisnis dan meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional.

Lima Direktur yang Diberhentikan dengan Hormat

RUPSLB dengan agenda tunggal tersebut secara resmi memberhentikan dengan hormat lima direktur yang telah mengabdi di BTN. Mereka adalah Nofry Rony Poetra yang menjabat sebagai Direktur Finance & Strategy, serta Eko Waluyo yang menjabat Direktur Human Capital & Compliance.

Selain itu, Hirwandi Gafar yang menjabat Direktur Consumer Banking, Setiyo Wibowo sebagai Direktur Risk Management, dan Tan Jacky Chen yang menjabat Direktur Information Technology juga diberhentikan dengan hormat. Pemberhentian ini merupakan bagian dari rotasi manajemen yang telah direncanakan oleh pemegang saham.

Profil Lima Direktur Baru BTN

Rapat pemegang saham menyetujui pengangkatan lima direktur baru yang akan mengisi posisi strategis di BTN. Adityo Kusumo diangkat sebagai Direktur Finance & Strategy, menggantikan Nofry Rony Poetra dengan membawa pengalaman dari PT Mineral Industri Indonesia sebagai Direktur Keuangan dan Investasi.

Wiwik Wahyuni ditunjuk sebagai Direktur Human Capital & Compliance, membawa pengalaman dari posisi sebelumnya sebagai Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management. Johanes Barus diangkat sebagai Direktur Risk Management setelah sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.

Pengalaman Profesional Direksi Baru di Sektor Perbankan

Evita Barliana yang diangkat sebagai Direktur Consumer Banking membawa pengalaman dari PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia sebagai Head of Non Branch Channel Sharia. Sementara itu, Gatot Prasetyo ditunjuk sebagai Direktur Information Technology setelah sebelumnya menjabat SVP IT Application Support Group Head di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Perseroan menekankan bahwa kelima direksi baru yang diangkat melalui RUPSLB merupakan profesional berpengalaman di berbagai sektor. Latar belakang mereka yang beragam diharapkan dapat membawa perspektif baru dan memperkuat kapabilitas manajemen BTN dalam menghadapi tantangan industri perbankan.

Komposisi Lengkap Dewan Komisaris BTN

Dewan Komisaris BTN tetap diketuai oleh Suryo Utomo sebagai Komisaris Utama, didampingi Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama. Tiga komisaris independen yang tetap menjabat adalah Panangian Simanungkalit, Pietra Machreza Paloh, dan Ida Nuryanti.

Sementara itu, Fahri Hamzah dan Didyk Choiroel melengkapi komposisi Dewan Komisaris sebagai komisaris. Stabilitas komposisi Dewan Komisaris dipandang penting untuk menjaga kontinuitas pengawasan terhadap manajemen di tengah pergantian direksi yang signifikan.

Pernyataan Direktur Utama BTN tentang Perubahan Manajemen

Susunan Lengkap Direksi BTN Pasca RUPSLB

Direktur Utama Nixon LP Napitupulu tetap memimpin jajaran direksi bersama Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo. Direktur Operations dijabat oleh I Nyoman Sugiri Yasa, sementara Venda Yuniarti menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking.

Posisi Direktur Network & Retail Funding dipegang oleh Rully Setiawan, Direktur Corporate Banking oleh Helmy Afrisa Nugroho, dan Direktur Commercial Banking oleh Hermita. Bersama lima direktur baru yang baru diangkat, total ada 12 anggota direksi yang akan menjalankan roda bisnis BTN ke depan.

Kinerja Keuangan BTN hingga Juli 2026

Pergantian direksi ini terjadi di tengah kinerja keuangan BTN yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,51 triliun hingga Juli 2026, menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah persaingan industri perbankan yang ketat.

Selain itu, BTN juga terus mengembangkan program kredit pemilikan rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Direktur Utama BTN sebelumnya menyatakan bahwa perpanjangan tenor FLPP hingga 40 tahun akan memperluas akses kredit perumahan bagi masyarakat berpengenghasilan rendah.

Strategi Transformasi dan Beyond Mortgage

Konsep beyond mortgage yang diusung BTN merupakan strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio bisnis. Selama ini, BTN dikenal sebagai bank yang fokus pada kredit kepemilikan rumah (KPR), namun kini berupaya memperluas segmen bisnis ke consumer banking yang lebih luas.

Transformasi ini meliputi penguatan di segmen kredit konsumsi, pembiayaan kendaraan bermotor, kartu kredit, dan produk perbankan ritel lainnya. Dengan regenerasi manajemen, BTN berharap dapat mempercepat realisasi strategi ini dan meningkatkan kontribusi pendapatan dari segmen non-KPR.

Dampak Pergantian Direksi terhadap Operasional Bank

Pergantian lima dari 12 anggota direksi dipandang sebagai rotasi yang cukup signifikan namun tetap menjaga stabilitas operasional. Posisi-posisi kunci seperti Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, dan beberapa direktur operasional lainnya tetap dipertahankan untuk memastikan kontinuitas bisnis.

Para analis perbankan menilai bahwa masuknya profesional berpengalaman dari berbagai institusi keuangan dan BUMN dapat membawa praktik terbaik dan inovasi baru ke BTN. Namun, tantangan utama adalah memastikan integrasi yang mulus dan keselarasan visi di antara jajaran manajemen yang baru.

Komitmen BTN dalam Program Perumahan Rakyat

Meskipun mengusung strategi beyond mortgage, BTN tetap berkomitmen menjalankan misi sosialnya dalam menyediakan pembiayaan perumahan rakyat. Baru-baru ini, BTN menggelar akad kredit massal pemilikan rumah bersubsidi di Jambi sebagai bagian dari program pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Program FLPP dengan tenor hingga 40 tahun dipandang sebagai terobosan untuk membuat cicilan bulanan lebih terjangkau. Dengan demikian, BTN tetap mempertahankan peran strategisnya sebagai bank yang mendukung program perumahan nasional sambil mengembangkan bisnis di segmen lain.

Tantangan Industri Perbankan di Era Digital

Pergantian Direktur Information Technology dari Tan Jacky Chen ke Gatot Prasetyo menjadi salah satu fokus penting mengingat transformasi digital yang terus berkembang di industri perbankan. Dengan latar belakang dari Bank Syariah Indonesia, Gatot diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan layanan digital BTN.

Era digitalisasi menuntut bank untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan aman bagi nasabah. BTN perlu memperkuat infrastruktur teknologi informasi, keamanan siber, dan pengembangan aplikasi mobile banking untuk tetap kompetitif di pasar.

Prospek BTN di Tengah Kompetisi Perbankan Nasional

Dengan perubahan manajemen dan strategi beyond mortgage, BTN berupaya meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat dengan bank-bank besar lainnya. Fokus pada consumer banking diharapkan dapat meningkatkan fee-based income dan mengurangi ketergantungan pada margin bunga kredit perumahan.

Ke depan, keberhasilan transformasi BTN akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen baru dalam mengeksekusi strategi, membangun sinergi internal, dan merespons dinamika pasar. Para pemangku kepentingan akan mengawasi kinerja BTN di kuartal-kuartal mendatang untuk melihat dampak konkret dari pergantian direksi ini terhadap pertumbuhan bisnis dan profitabilitas bank.

Posting Komentar