Susunan Komisaris dan Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Diumumkan
VGI.CO.ID - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) secara resmi mengumumkan susunan lengkap jajaran komisaris dan direksi yang akan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan operasional perusahaan milik negara tersebut. Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT DSI, Luke Thomas Mahony, saat menghadiri acara Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) strategis yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (25/4/2026).
Dalam pemaparannya, Luke menegaskan bahwa pembentukan komite eksekutif baru ini bertujuan untuk memperketat sistem pengawasan ekspor komoditas strategis nasional demi kemakmuran Indonesia. Kehadiran DSI diharapkan mampu meminimalisasi potensi kerugian negara akibat praktik manipulasi harga komoditas ekspor, seperti tindakan ketidaksesuaian faktur (under invoicing) maupun pengalihan keuntungan transaksi (transfer pricing).
Informasi mengenai perkembangan susunan komisaris dan direksi Danantara Sumberdaya Indonesia - Suara Surabaya ini dilansir berdasarkan laporan resmi kantor berita Antara untuk publik. Kehadiran tokoh-tokoh hebat di dalam jajaran manajemen baru ini diyakini akan membawa perubahan positif dalam tata kelola kekayaan alam nasional.
Rekam Jejak Internasional Direktur Utama PT DSI
Jabatan Direktur Utama PT DSI kini dipegang oleh Luke Thomas Mahony yang merupakan warga negara berkebangsaan Australia dengan portofolio kepemimpinan luas. Sebelum dipercaya memimpin entitas negara ini, ia tercatat pernah menduduki posisi strategis sebagai salah satu direktur di PT Vale Indonesia Tbk.
Luke optimistis kolaborasi di dalam kepengurusan baru ini mampu menciptakan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dan terintegrasi di seluruh pelabuhan ekspor Indonesia. Ia berkomitmen penuh menyinergikan seluruh kekuatan tim guna mengamankan arus pendapatan negara dari sektor pertambangan dan energi.
Profil Tokoh Senior di Jajaran Dewan Komisaris
Di jajaran dewan pengawas, terdapat nama Mari Elka Pangestu yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di kancah pembangunan ekonomi nasional serta internasional. Ekonom senior perempuan ini sebelumnya dipercaya menjabat sebagai Managing Director of Development Policy and Partnerships di Bank Dunia (World Bank) untuk periode 2020 hingga 2023.
Sebelum berkarier di lembaga keuangan global tersebut, Mari Elka juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014. Kiprahnya di pemerintahan Indonesia diawali ketika ia memimpin Kementerian Perdagangan pada kabinet pemerintahan periode tahun 2004 hingga 2011.
Tokoh industri pertambangan terkemuka nasional, Tony Wenas, turut memperkuat formasi dewan komisaris PT DSI dengan bekal kepemimpinan lintas sektor yang mumpuni. Ia masih aktif menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018 dan memiliki pengaruh besar dalam ekosistem tambang mineral tanah air.
Pengalaman profesional Tony yang membentang selama lebih dari 30 tahun di berbagai sektor industri memberikan landasan manajemen kuat bagi DSI. Kehadirannya diharapkan mampu menjembatani hubungan kemitraan yang harmonis antara regulator pemerintah dengan para pelaku usaha pertambangan raksasa.
Anggota dewan komisaris lainnya adalah M Syaifurrahman Noer, atau akrab disapa Cipung Noer, seorang pakar senior di bidang kedirgantaraan dan pertahanan. Ia memulai karier profesional globalnya sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol, sebelum akhirnya pulang ke tanah air untuk memimpin program pesawat CN-235 di IPTN Bandung.
Cipung Noer juga sempat ditugaskan memimpin operasional IPTN North America di Seattle, Amerika Serikat, demi memperluas pasar penerbangan nasional. Pengalamannya semakin solid setelah dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Indonesian Defence Security and Technology serta dikenal luas sebagai Senior Aerospace and Defence Leader.
Jajaran Direksi Profesional dan Struktur Keuangan Korporasi
DSI juga merekrut Harold, seorang bankir investasi senior yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia. Harold memiliki jam terbang lebih dari 25 tahun di bidang merger dan akuisisi (M&A), investasi strategis, pembiayaan proyek, hingga penataan kembali struktur korporasi.
Sebelumnya, Harold pernah menduduki posisi kunci sebagai Managing Director Investment Banking di perusahaan sekuritas pelat merah PT Mandiri Sekuritas. Ia juga pernah memegang posisi ganda yang sangat strategis sebagai Chief Investment Officer (CIO) sekaligus Managing Director di Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Sektor keuangan dan pembiayaan diperkuat oleh kehadiran Sinthya Roesli yang memiliki reputasi cemerlang di berbagai lembaga keuangan strategis milik negara. Sinthya sukses memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dari tahun 2009 hingga 2017 sebelum melanjutkan kepemimpinannya di lembaga pembiayaan ekspor.
Ia kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai Chairperson sekaligus CEO Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk masa bakti tahun 2017 hingga 2019. Pengalamannya di sektor utilitas publik juga teruji dengan matang saat ia ditugaskan menjadi Direktur Keuangan PT PLN (Persero).
Manajemen Risiko dan Kepatuhan Hukum Korporasi
Pengawasan terhadap risiko operasional dan transaksi perdagangan diserahkan kepada Nur Hidayat Udin yang ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko. Nur Hidayat membawa modal pengalaman berharga selama 28 tahun mengabdi di bank pelat merah terbesar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Jabatan terakhirnya di dunia perbankan adalah Senior Vice President Wholesale Risk sebelum akhirnya didapuk sebagai Director of Risk Management and HSSE di MIND ID. Pengalamannya mengelola risiko di holding industri pertambangan negara menjadi modal utama dalam memitigasi kebocoran transaksi ekspor.
Untuk sektor kepatuhan hukum korporasi, PT DSI menunjuk Ivan Ferdiansyah Baely guna mengemban posisi Direktur Legal dan Kepatuhan. Ivan merupakan praktisi hukum korporasi senior dengan akumulasi pengalaman lebih dari 20 tahun di firma hukum swasta, lembaga pemerintah, dan konsultasi bisnis.
Ia tercatat pernah memberikan kontribusi profesionalnya di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (IBRA) pada masa pemulihan ekonomi nasional. Saat ini, Ivan dikenal luas sebagai Managing Partner di IABF Law Firm dan diakui sebagai salah satu pakar hukum korporasi terbaik di Indonesia.

Posting Komentar