BTN Rombak 5 Direksi dari 12 Posisi, Ini Alasan di Balik Perubahan Manajemen
VGI.CO.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN resmi mengumumkan perombakan susunan direksi pada awal September 2026. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menghasilkan pergantian lima dari dua belas posisi direktur di bank pelat merah tersebut.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengonfirmasi perubahan manajemen ini saat ditemui di Menara BTN Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. "Terdapat perubahan beberapa direksi di BTN, ada lima dari dua belas yang berubah," ujar Nixon dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat BTN.
Alasan di Balik Perombakan Direksi BTN
Perubahan struktur manajemen BTN bukan tanpa alasan strategis yang jelas. Menurut penjelasan Nixon, langkah ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan perbankan yang berfokus pada sektor perumahan.
"Hari ini tetap berterima kasih kepada pemegang saham atas perubahan, atas direksi baru yang akan bergabung dengan BTN. Dan mudah-mudahan BTN ke depan jauh lebih baik lagi dibanding yang sudah terjadi sampai dengan hari ini. Itu ekspektasi kita," tegas Nixon.
Perombakan ini juga dikaitkan dengan program transformasi BTN jilid dua yang mengusung visi Beyond Mortgage. Bank yang selama ini dikenal kuat di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ingin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di dunia consumer banking secara lebih luas.
Posisi yang Tetap dan yang Berubah
Dalam perombakan kali ini, posisi puncak manajemen BTN tidak mengalami perubahan. Nixon LP Napitupulu tetap menjabat sebagai Direktur Utama, sementara Oni Febriarto Rahardjo juga mempertahankan posisinya sebagai Wakil Direktur Utama.
Perubahan justru terjadi pada lima posisi direktur kunci yang bertanggung jawab atas fungsi strategis bank. Keputusan ini menunjukkan bahwa pemegang saham dan manajemen ingin melakukan penyegaran pada level eksekutif yang menangani operasional dan transformasi digital.
Lima Wajah Baru di Jajaran Direksi BTN
Gatot Prasetyo menjadi salah satu wajah baru yang ditunjuk sebagai Direktur Information Technology, menggantikan Tan Jacky Chen. Posisi ini sangat strategis mengingat transformasi digital menjadi kunci keberhasilan perbankan modern, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis teknologi.
Johanes Barus dipercaya untuk memimpin fungsi manajemen risiko sebagai Direktur Risk Management, menggantikan Setiyo Wibowo. Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional yang tidak menentu, peran direktur risk management menjadi semakin krusial untuk menjaga kesehatan bank.
Evita Barliana ditunjuk sebagai Direktur Consumer Banking menggantikan Hirwandi Gafar. Posisi ini sangat penting karena BTN sedang memperluas fokus bisnisnya dari mortgage ke consumer banking yang lebih luas, termasuk produk tabungan, deposito, dan kredit konsumsi.
Adityo Kusumo menjabat sebagai Direktur Finance & Strategy menggantikan Nofry Rony Poetra. Peran direktur keuangan dan strategi sangat vital dalam merumuskan arah bisnis jangka panjang dan memastikan kesehatan keuangan bank tetap terjaga.
Wiwik Wahyuni dipercaya untuk memimpin fungsi Human Capital & Compliance sebagai direktur, menggantikan Eko Waluyo. Fungsi compliance semakin penting di tengah regulasi perbankan yang ketat dan kebutuhan untuk mengelola sumber daya manusia secara optimal.
Ekspektasi Terhadap Direksi Baru
Nixon menyatakan optimisme tinggi terhadap para direktur baru yang bergabung. "Kalau kita lihat CV-nya tadi pengalamannya juga cukup lebar dan luas," ungkap Nixon saat menjelaskan profil para eksekutif baru tersebut.
Menurutnya, kehadiran lima direktur baru ini diharapkan dapat mempercepat program transformasi BTN jilid dua. Dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, mereka dipercaya mampu membawa perspektif baru dan inovasi dalam menjalankan strategi bisnis bank.
Strategi Beyond Mortgage BTN
Perombakan direksi ini sejalan dengan ambisi besar BTN untuk tidak hanya dikenal sebagai bank mortgage. Program Beyond Mortgage dirancang untuk memperkuat posisi BTN sebagai bank yang kompetitif di segmen consumer banking secara menyeluruh.
"Mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat transformasi BTN jilid dua dan mempercepat capaian BTN untuk Beyond Mortgage menjadi bank yang sangat kuat dalam dunia consumer banking," tegas Nixon dengan penuh keyakinan.
Susunan Lengkap Direksi BTN Pasca RUPSLB
Setelah RUPSLB, susunan lengkap Direksi BTN terdiri dari dua belas posisi. Nixon LP Napitupulu memimpin sebagai Direktur Utama dengan didampingi Oni Febriarto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama.
Lima direktur baru bergabung: Gatot Prasetyo (Information Technology), Johanes Barus (Risk Management), Evita Barliana (Consumer Banking), Adityo Kusumo (Finance & Strategy), dan Wiwik Wahyuni (Human Capital & Compliance).
Tujuh direktur lainnya mempertahankan posisi mereka: Venda Yuniarti (Treasury & International Banking), Helmy Afrisa Nugroho (Corporate Banking), I Nyoman Sugiri Yasa (Operations), Rully Setiawan (Network & Retail Funding), dan Hermita (Commercial Banking).
Implikasi Perubahan Terhadap Kinerja Bank
Perombakan manajemen pada level direksi umumnya bertujuan untuk menyegarkan strategi dan pendekatan bisnis. Dalam kasus BTN, perubahan ini diharapkan dapat membawa energi baru dalam menghadapi persaingan perbankan yang semakin ketat.
Para analis perbankan umumnya melihat positif adanya regenerasi di jajaran direksi, asalkan proses transisi berjalan mulus. Keberhasilan perombakan ini akan sangat bergantung pada kemampuan tim baru untuk beradaptasi dengan kultur perusahaan dan menjalankan strategi yang telah dirancang.
Tantangan di Depan Manajemen Baru
Tim direksi baru BTN akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan ketat di industri perbankan hingga ekspektasi pemegang saham untuk meningkatkan profitabilitas. Transformasi digital dan ekspansi ke consumer banking membutuhkan investasi besar dan strategi yang tepat.
Selain itu, kondisi ekonomi makro yang dinamis, termasuk fluktuasi suku bunga dan daya beli masyarakat, juga akan menjadi faktor eksternal yang perlu dikelola dengan baik. Kemampuan manajemen baru dalam menavigasi tantangan ini akan menjadi kunci kesuksesan BTN di masa mendatang.

Posting Komentar