Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Reruntuhan Rumah di Grand Polonia Medan

Table of Contents
Tim SAR gabungan evakuasi korban reruntuhan rumah di Kota Medan - ANTARA News Bengkulu
Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Reruntuhan Rumah di Grand Polonia Medan

VGI.CO.ID - Tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi korban reruntuhan rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada hari Selasa. Operasi penyelamatan intensif ini dipimpin langsung oleh Kantor Basarnas Kelas A Medan setelah tim memutuskan untuk menambah personel guna mempercepat proses pencarian di lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan operasi tersebut kepada awak media di Medan. Ia mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Penemuan korban tersebut tercatat secara presisi pada pukul 15.40 WIB, yang menjadi titik krusial dalam upaya pencarian di area reruntuhan bangunan. Korban segera dievakuasi dengan prosedur standar dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pemangku kebijakan terkait.

Strategi dan Pembagian Tim SAR

Untuk memaksimalkan efektivitas pencarian di area yang cukup luas, tim SAR gabungan membagi operasi ke dalam empat unit teknis yang disebut Search and Rescue Unit (SRU). Setiap unit diberikan tanggung jawab dan tugas spesifik dengan dukungan peralatan yang sesuai untuk membedah struktur reruntuhan bangunan secara hati-hati.

SRU I fokus pada tahap awal dengan melakukan identifikasi keberadaan korban menggunakan teknologi drone thermal di sekitar lokasi kejadian. Penggunaan teknologi pemindai panas ini sangat membantu tim dalam memetakan titik-titik krusial yang perlu mendapatkan perhatian lebih intensif selama proses pencarian berlangsung.

Sementara itu, SRU II bertugas melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan metode ASR 1 untuk menyisir area yang lebih luas. Selain mencari korban, tim ini juga bertanggung jawab mengidentifikasi potensi bahaya susulan serta melakukan pengembangan sektor pencarian secara menyeluruh agar tidak ada titik yang terlewat.

SRU III menerapkan metode ASR 3 dengan fokus khusus pada struktur bangunan yang dicurigai masih menjadi lokasi terjebaknya para korban. Tim ini bekerja dengan peralatan ekstrikasi khusus untuk menembus material bangunan yang tertimbun dengan presisi tinggi.

Strategi dan Pembagian Tim SAR

Penggunaan Alat Berat dan Prosedur Evakuasi

Pada tahap krusial lainnya, SRU IV memegang peran vital dalam proses evakuasi material reruntuhan yang masif dengan dukungan alat berat yang memadai. Mereka mengerahkan crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, dan alat pemotong besi untuk membuka akses jalan menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi terjebaknya para korban.

Hery Marantika menambahkan bahwa seluruh operasi ini didukung oleh berbagai peralatan canggih guna memastikan keselamatan tim sekaligus mempercepat proses penyelamatan. Daftar peralatan pendukung meliputi rescue truck, rescue car double cabin, peralatan mountaineering, hingga perlengkapan medis dan sistem komunikasi yang memadai di lapangan.

Operasi pencarian ini merupakan wujud nyata kerja sama antara berbagai instansi yang tergabung dalam tim SAR gabungan di Kota Medan. Keberhasilan dalam menemukan korban tidak terlepas dari koordinasi yang ketat dan penggunaan peralatan pendukung yang tepat sasaran di setiap lini tugas.

Update Data Korban di Lokasi

Hingga informasi ini dirilis, tercatat total tujuh orang menjadi korban dalam insiden keruntuhan rumah di Perumahan Grand Polonia tersebut. Dari jumlah keseluruhan, empat orang dilaporkan berhasil selamat dan sedang mendapatkan penanganan medis intensif pasca-kejadian.

Selain korban selamat, dua orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia termasuk korban yang dievakuasi pada Selasa sore. Sementara itu, tim SAR masih terus melanjutkan upaya pencarian terhadap satu orang lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.

Seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini telah dibekali dengan standar operasional prosedur keselamatan kerja yang sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan yang mungkin timbul selama proses pembersihan material bangunan berlangsung di lokasi kejadian.

Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh proses identifikasi dan pencarian berjalan dengan transparan serta akuntabel. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi keamanan dan kelancaran proses evakuasi yang sedang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Posting Komentar