Saham Grup Lippo Multipolar (MLPT) Resmi Stock Split, Harga Teoretis Rp 1.040
VGI.CO.ID - PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) telah resmi melaksanakan aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25. Langkah strategis ini menetapkan harga teoretis baru bagi saham perusahaan di level Rp 1.040 per lembar.
Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) per tanggal 21 Juli 2026. Penyesuaian ini mengikuti pengumuman resmi yang telah dirilis oleh manajemen perusahaan melalui keterbukaan informasi sebelumnya.
Sebelum pemecahan dilakukan, harga saham MLPT pada penutupan akhir cum di pasar reguler tercatat sebesar Rp 25.950 per saham. Dengan rasio 1:25, harga teoretis saham dengan nilai nominal baru Rp 4 dihitung secara proporsional oleh pihak bursa.
Awalnya, perhitungan matematis menunjukkan angka Rp 1.038 per saham sebagai hasil pembagian dari Rp 25.950 dibagi 25. Namun, BEI kemudian menetapkan penyesuaian fraksi harga sehingga harga teoretis resmi menjadi Rp 1.040 per saham.
Harga teoretis Rp 1.040 ini kini menjadi pedoman utama untuk tawar-menawar di pasar reguler dan pasar negosiasi bagi para pelaku pasar. Selain itu, angka ini juga digunakan dalam perhitungan Indeks Harga Saham (IHS) Individual untuk memastikan akurasi data pasar.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pande Made Kusuma Ari, menegaskan penyesuaian ini mengacu pada aturan ketat pasar modal. Ketetapan ini merujuk pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta surat keterbukaan informasi perusahaan.
Otoritas bursa juga melakukan penyesuaian harga dasar untuk perhitungan IHS individual saham MLPT pasca-aksi korporasi. Formula yang digunakan adalah 1.040 dibagi 25.950 dikalikan 480, yang menghasilkan harga dasar baru sebesar 19,237.
Tujuan Strategis Dibalik Aksi Stock Split MLPT
Langkah korporasi ini diambil oleh PT Multipolar Technology Tbk. bukan tanpa alasan yang matang dalam pengembangan bisnis. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa tujuan utama adalah meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.
Dengan harga saham yang kini menjadi jauh lebih terjangkau, perusahaan berharap dapat memperluas akses bagi investor ritel untuk berinvestasi. Langkah ini diproyeksikan dapat menambah jumlah pemegang saham perseroan secara signifikan dalam jangka panjang.
Melalui aksi ini, setiap satu saham lama milik investor kini dipecah menjadi 25 saham baru. Secara statistik, jumlah saham beredar perseroan meningkat drastis dari 1,875 miliar saham menjadi 46,875 miliar saham.
Sementara itu, nilai nominal saham MLPT berubah secara signifikan dari semula Rp 100 per saham menjadi Rp 4 per saham. Meskipun terjadi perubahan nominal, manajemen menegaskan bahwa nilai ekonomi secara keseluruhan tetap terjaga.
Manajemen menegaskan bahwa hak kepemilikan pemegang saham tidak mengalami perubahan atau dilusi akibat aksi stock split ini. Penyesuaian dilakukan secara proporsional sesuai dengan rasio pemecahan yang telah disepakati oleh perseroan.
Selain likuiditas, MLPT juga memandang bahwa aksi ini dapat membantu mengendalikan volatilitas harga saham di pasar. Diharapkan langkah ini mampu meningkatkan daya saing perusahaan di mata para investor domestik maupun asing.
Struktur kepemilikan saham perseroan diklaim tetap terjaga dengan baik setelah pelaksanaan aksi ini. Investor kini dapat menatap peluang baru dengan harga nominal yang lebih kompetitif di pasar reguler dan negosiasi.

Posting Komentar