Mengapa Saham RANS Milik Sultan Andara Kini Melorot Drastis?

Table of Contents
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO
Mengapa Saham RANS Milik Sultan Andara Kini Melorot Drastis?

VGI.CO.ID - Halo, Sobat Cuan! Masih ingat nggak betapa hebohnya dunia pasar modal kita saat perusahaan milik pasangan fenomenal Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia? Waktu itu, rasanya hampir semua orang ingin punya "potongan" dari kerajaan bisnis Sultan Andara ini. Tapi, kabar terbaru dari lantai bursa mungkin bakal bikin kamu sedikit mengernyitkan dahi. Pasalnya, pergerakan saham RANS belakangan ini sedang mengalami tantangan yang cukup serius.

Kalau kita intip catatan perdagangan pada Rabu sore, 28 Oktober 2026 kemarin, angka di papan pengumuman menunjukkan kalau harga saham RANS ditutup di level Rp117 per lembar.

Dalam sehari saja, nilainya sudah terpangkas sekitar Rp7 atau turun 5,65%.

Angka ini tentu jadi sorotan, karena kalau kita tarik garis ke belakang, posisi sekarang sudah jauh banget dari harga awal saat mereka pertama kali menawarkan diri ke publik atau yang kita kenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO).

Kilas Balik Euforia IPO yang Sempat Menyentuh Langit

Mari kita bernostalgia sejenak ke tanggal 10 Juli 2026, hari di mana RANS resmi jadi perusahaan terbuka.

Saat itu, investor menyambutnya dengan sangat antusias.

Bayangkan saja, harga penawaran perdananya ditetapkan di angka Rp170 per saham.

Tapi begitu perdagangan dimulai, harganya langsung melesat ke Rp228!

Kenaikan sebesar 34,12% itu bikin saham RANS kena Auto Reject Atas (ARA) di hari pertamanya.

Siapa sih yang nggak tergiur melihat performa sehebat itu?

Namun, kondisi sekarang justru berbanding terbalik.

Dengan harga yang kini cuma Rp117, artinya nilai saham RANS sudah merosot sekitar Rp53 atau amblas 31,18% dari harga modal awal (IPO).

Bahkan kalau kita bandingkan dengan titik tertingginya saat pembukaan dulu di angka Rp228, harganya sudah "diskon" hampir separuhnya, tepatnya turun sekitar 48,68%.

Wah, perjalanannya memang cukup berliku ya bagi para pemegang saham setianya.

Ke Mana Perginya Dana Segar Hasil IPO RANS?

Mungkin kamu bertanya-tanya, buat apa sih uang sebanyak itu?

Lewat aksi IPO tersebut, RANS berhasil mengantongi dana segar yang nggak main-main, yaitu sebesar Rp429,25 miliar.

Dana ini didapat dari pelepasan 2,525 miliar lembar saham baru ke masyarakat.

Nah, berdasarkan dokumen perusahaan, uang ratusan miliar tersebut sudah punya "pos" masing-masing untuk ekspansi bisnis mereka yang super luas.

Berikut adalah rincian rencana belanja modal RANS dari hasil IPO tersebut:

  • Konser & Event: Alokasi terbesar mencapai Rp161,5 miliar (37,61%) untuk bikin berbagai gelaran konser musik yang keren.
  • Ekspansi Kosmetik: Sekitar Rp85 miliar (19,80%) disiapkan untuk mencaplok 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
  • Cipungland: Penggemar Cipung pasti senang, karena ada Rp80 miliar (18,64%) yang dialokasikan untuk membangun wahana bermain dan belajar ini.
  • Teknologi AI: RANS juga nggak mau ketinggalan zaman dengan menaruh Rp35 miliar (8,15%) di perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bareng PT Feedloop Global Teknologi.
  • Lainnya: Sisanya digunakan untuk pelunasan utang (Rp29,95 miliar) dan tambahan modal kerja untuk lini bisnis kuliner mereka di PT Rans Nikmat Sejahtera (Rp37,8 miliar).

Update dari Nagita Slavina: Semuanya Masih Berproses

Menanggapi berbagai pertanyaan soal penggunaan dana yang fantastis itu, sang Direktur Utama, Nagita Slavina, sempat memberikan penjelasan.

Dalam sebuah konferensi pers pada 11 Agustus 2026 lalu, perempuan yang akrab disapa Gigi ini menyebutkan kalau realisasi penggunaan dana IPO memang belum dilakukan semuanya secara sekaligus.

Maklum saja, membangun bisnis sebesar itu butuh waktu dan strategi yang matang.

"Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang.

Ini sekarang, semuanya masih on going, sesuai dengan prospektus," ungkap Nagita di depan para media.

Meskipun detail perkembangan setiap proyek belum dijabarkan secara rinci satu per satu, manajemen menegaskan bahwa mereka tetap berjalan di jalur yang sudah direncanakan sejak awal.

Melihat Kondisi Keuangan RANS Saat Ini

Secara fundamental, saat ini kapitalisasi pasar RANS Entertainment berada di kisaran Rp1,48 triliun.

Angka ini mencerminkan total nilai perusahaan di mata bursa.

Kalau kita intip rasio harga terhadap labanya atau sering disebut Price to Earnings Ratio (P/E), RANS berada di angka 24,17 kali.

Buat kamu yang baru belajar investasi, angka ini sering dipakai investor untuk menilai apakah sebuah saham sudah terlalu mahal atau masih murah dibandingkan keuntungan yang dihasilkan.

Penurunan harga saham ini tentu jadi pengingat buat kita semua bahwa investasi di pasar modal memang punya risiko, bahkan untuk perusahaan milik publik figur besar sekalipun.

Namun, dengan rencana ekspansi ke bidang AI, kosmetik, hingga taman hiburan, sepertinya RANS masih punya banyak "peluru" untuk membuktikan tajinya di masa depan.

Kita lihat saja nanti, apakah Cipungland dan konser-konser besarnya bisa kembali mendongkrak kepercayaan pasar dan membuat harga sahamnya kembali "terbang"!



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa harga IPO saham RANS?

Harga penawaran umum perdana atau IPO saham RANS ditetapkan sebesar Rp170 per saham pada Juli 2026.

Apa penyebab penurunan harga saham RANS?

Penurunan ini merupakan dinamika pasar di mana harga saat ini (Rp117) berada sekitar 31% di bawah harga IPO, dipengaruhi oleh mekanisme perdagangan harian di bursa.

Siapa Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk?

Direktur Utama RANS saat ini dijabat oleh Nagita Slavina.

Digunakan untuk apa saja dana hasil IPO RANS?

Dana hasil IPO digunakan untuk penyelenggaraan konser, akuisisi saham Rans Kosmetika, pengembangan Cipungland, investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), pelunasan utang, dan modal kerja bisnis kuliner.

Berapa target perolehan dana dari IPO RANS?

Melalui aksi IPO tersebut, RANS berhasil menghimpun dana segar dari masyarakat sebesar Rp429,25 miliar.



Ditulis oleh: Lina Marlina

Posting Komentar