Rahasia di Balik Ambisi Besar Mastercard dan Citigroup Menaklukkan Pasar China

Table of Contents
AS Tekan China untuk Beri Akses Pasar ke Mastercard dan Citigroup
Rahasia di Balik Ambisi Besar Mastercard dan Citigroup Menaklukkan Pasar China

VGI.CO.ID - Pernah nggak sih kamu membayangkan betapa sulitnya sebuah perusahaan raksasa dunia buat masuk ke pasar tertentu? Nah, itulah yang lagi dirasakan sama raksasa keuangan asal Amerika Serikat (AS). Baru-baru ini, suasana di meja perundingan antara AS dan China makin hangat. Pemerintah Paman Sam kabarnya lagi gencar banget ngerayu, atau lebih tepatnya mendesak, Negeri Tirai Bambu supaya mau buka pintu lebih lebar buat perusahaan kayak Mastercard, Visa, dan Citigroup.

Nah, permintaan yang cukup berani ini ternyata diobrolin lewat dua sesi pertemuan intens di Bangkok minggu ini.

Delegasi dari AS nggak main-main, mereka dipimpin langsung sama Wakil Menteri Francis Brooke.

Fokus utamanya satu: gimana caranya supaya perusahaan keuangan mereka bisa dapet akses pasar dan persetujuan regulasi yang lebih gampang.

Ternyata, obrolan di Bangkok ini bukan tiba-tiba muncul gitu aja, lho.

Ini adalah tindak lanjut dari janji manis antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping waktu mereka ketemu di Washington bulan lalu.

Visa Mulai Curi Start di Pasar Domestik

Kalau kita liat progresnya, sepertinya China mulai sedikit melunak.

Kabar paling segar dateng dari Visa.

Pada tanggal 13 Oktober kemarin, bank sentral China kasih lampu hijau buat Visa untuk mulai nyiapin bisnis kliring kartu domestik mereka.

Yang bikin keren, bisnis ini nantinya bakal dimiliki sepenuhnya sama Visa sendiri, bukan patungan lagi.

Tapi, jangan senang dulu, karena jalannya masih lumayan panjang.

Visa dikasih waktu satu tahun buat berbenah dan nyiapin segala sesuatunya sebelum benar-benar bisa ngajuin izin operasi secara resmi.

Jadi, buat kamu yang nungguin layanan penuh Visa di sana, kita masih harus sabar nunggu sampai tahun depan buat liat gimana hasilnya.

Langkah ini dianggap sebagai kemajuan besar, mengingat betapa ketatnya aturan main di sektor keuangan China selama puluhan tahun terakhir.

Nasib Mastercard: Dari Patungan Menuju Mandiri

Beda cerita sama saingannya, Mastercard. Sebenarnya, Mastercard udah ada di pasar China sejak tahun 2024 kemarin. Tapi, posisinya masih "nempel" lewat usaha patungan alias joint venture bareng NetsUnion Clearing Corp. Mereka selama ini kerja sama buat ngurusin layanan pembayaran kartu yuan. Nah, lewat desakan terbaru dari AS ini, Mastercard berharap bisa dapet restu buat jalan sendiri tanpa harus gandengan tangan lagi sama perusahaan lokal.

Persetujuan baru ini bakal jadi game changer banget buat Mastercard. Bayangin aja, kalau mereka bisa beroperasi secara independen, mereka punya kontrol penuh atas strategi bisnis dan teknologi yang mau mereka terapin di sana. Ini tentu jadi ancaman serius buat pemain-pemain lokal yang selama ini udah nyaman menguasai pasar domestik tanpa gangguan dari asing.

Citigroup dan Mimpi Besar di Pasar Saham China

Nggak cuma urusan kartu pembayaran, sektor sekuritas juga lagi panas.

Citigroup lagi berjuang keras buat dapet lisensi sekuritas yang sepenuhnya mereka miliki.

Bank raksasa ini mau banget bisa jalanin bisnis pialang saham, penjaminan emisi, riset, sampai perdagangan di pasar domestik China secara mandiri.

Kamu tahu nggak?

Mereka sebenarnya sudah masukin permohonan ini sejak akhir tahun 2021.

Ibarat nunggu gebetan yang nggak kunjung kasih jawaban, Citigroup udah nunggu hampir lima tahun buat kepastian ini.

Kalau izin ini cair, Citigroup bakal punya akses langsung ke salah satu pasar modal terbesar di dunia.

Ini bukan cuma soal nyari untung, tapi soal gengsi dan eksistensi di panggung finansial global yang makin kompetitif.

Tantangan Berat: Dominasi Pemain Lokal dan Aturan Ketat

Tapi jujur aja ya, tantangan yang mereka hadapi itu nggak gampang.

Meskipun China bilang udah mulai melonggarkan aturan kepemilikan asing sejak 2018, kenyataan di lapangan berkata lain.

Industri pembayaran di sana masih dipegang erat sama pemain-pemain lokal yang dapet dukungan penuh dari pemerintah.

Belum lagi urusan pembatasan arus modal lintas negara yang bikin investor luar sering pusing tujuh keliling.

Menurut Dan Wang, Direktur China di Eurasia Group, langkah Beijing yang mulai kasih celah ini sebenarnya punya maksud tersembunyi.

Dia menilai kalau China pengen jaga momentum hubungan dagang sama Washington supaya tetap kondusif.

Jadi, pemberian lisensi ini bisa dibilang sebagai "hadiah kecil" atau konsesi terbatas biar suasana nggak makin tegang.

Walaupun terbatas, langkah ini setidaknya bisa bikin investor mulai percaya lagi sama aset-aset di China.

Apa yang Bakal Terjadi Selanjutnya?

Sekarang, semua mata lagi tertuju ke Shenzhen.

Pasalnya, Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan bakal ketemu lagi di sana dalam KTT APEC pada November mendatang.

Pertemuan ini diprediksi bakal jadi penentu apakah desakan AS di Bangkok kemarin bakal membuahkan hasil yang lebih nyata atau cuma sekadar obrolan di meja makan.

Buat kita yang ngelihat dari jauh, ini bukan cuma soal Mastercard atau Visa yang mau nyari duit.

Ini adalah potret besar gimana dua kekuatan ekonomi dunia berusaha cari titik temu di tengah persaingan yang makin sengit.

Apakah China bakal benar-benar buka pintunya lebar-lebar?

Ataukah ini cuma strategi tarik-ulur diplomatik?

Kita pantau terus ya perkembangannya!



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Visa mulai diizinkan masuk ke pasar kliring domestik China?

Bank sentral China memberikan izin persiapan kepada Visa pada tanggal 13 Oktober, dengan masa persiapan selama satu tahun.

Apa status Mastercard di China saat ini?

Sejak 2024, Mastercard beroperasi melalui usaha patungan dengan NetsUnion Clearing Corp dan kini sedang mengupayakan izin untuk beroperasi secara independen.

Apa yang diupayakan Citigroup di pasar China?

Citigroup sedang mengajukan lisensi sekuritas yang dimiliki sepenuhnya untuk menjalankan bisnis pialang saham, penjaminan emisi, riset, dan perdagangan sejak akhir 2021.

Kapan pertemuan besar berikutnya antara pemimpin AS dan China?

Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu kembali pada November mendatang dalam KTT APEC di Shenzhen, China.



Ditulis oleh: Cahya Ningsih

Posting Komentar