Kabut Asap Karhutla Bikin Ribuan Jadwal Pesawat Berantakan, Cek Update-nya!

Table of Contents
2.458 Penerbangan Terimbas Karhutla, Paparan Meluas ke Sulawesi-Maluku
Kabut Asap Karhutla Bikin Ribuan Jadwal Pesawat Berantakan, Cek Update-nya!

VGI.CO.ID - Halo sobat traveler! Buat kamu yang belakangan ini punya rencana terbang atau lagi nungguin kiriman paket lewat kargo udara, ada kabar yang kurang mengenakkan nih. Masalah klasik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia ternyata lagi galak-galaknya. Bukan cuma bikin mata perih dan sesak napas buat warga di darat, kabut asap yang dihasilkan juga bikin dunia penerbangan kita jadi super kacau. Bayangkan saja, dari tanggal 11 Agustus sampai 17 Oktober 2026, tercatat ada ribuan jadwal terbang yang harus berurusan dengan pekatnya asap.

Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, total ada 2.458 penerbangan berjadwal yang kena imbas. Angka ini sebenarnya melonjak cukup tajam, lho. Kalau kita tarik data per 13 Oktober, jumlahnya masih di angka 2.021. Artinya, hanya dalam waktu empat hari saja, ada tambahan 437 penerbangan yang operasionalnya terganggu. Jadi, kalau kamu merasa bandara sekarang lagi agak chaos, ya memang datanya menunjukkan hal itu. Kondisinya nggak cuma soal pesawat yang telat berangkat, tapi banyak juga yang terpaksa batal total demi alasan keselamatan.

Rincian Masalah: Dari Delay Sampai 'Balik Kanan'

Mungkin kamu penasaran, "terganggu" itu maksudnya gimana sih? Nah, angkanya cukup variatif. Dari total ribuan penerbangan tadi, sebanyak 1.080 pesawat harus mengalami keterlambatan alias delay. Lalu, ada 1.324 penerbangan yang nasibnya lebih apes lagi karena harus dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed). Nggak cuma itu, ada 22 pesawat yang sudah terbang tapi harus dialihkan ke bandara lain (divert) karena bandara tujuan nggak aman buat mendarat. Malah ada 6 pesawat yang terpaksa 'balik kanan' ke bandara asal atau istilah kerennya return to base (RTB). Di sisi lain, ada juga 26 jadwal yang justru dimajukan (advance) supaya bisa mengejar waktu sebelum asap makin menutup pandangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Pak Lukman F.

Laisa, sempat menyebutkan kalau asap ini benar-benar menurunkan jarak pandang di area bandara.

Ini yang jadi momok buat pilot.

Logikanya sederhana: kalau pilot nggak bisa melihat landasan dengan jelas, mendarat bakal jadi aktivitas yang sangat berisiko.

Makanya, Kemenhub selalu menekankan kalau setiap keputusan operasional yang diambil—mau itu ditunda atau dibatalkan—ujung-ujungnya adalah buat menjaga nyawa penumpang.

Keselamatan nggak bisa ditawar-tawar, meskipun kita sebagai penumpang mungkin merasa kesal karena rencana perjalanan jadi berantakan.

Wilayah Terdampak Makin Luas ke Timur

Kalau dulu kita sering dengar Karhutla cuma di Sumatera atau Kalimantan, tahun 2026 ini polanya agak beda.

Selama periode 13-17 Oktober saja, asapnya sudah melipir sampai ke wilayah Sulawesi, Maluku, bahkan Maluku Utara.

Jadi, cakupannya sekarang benar-benar merata dari ujung barat sampai timur Indonesia.

Di Sulawesi Tengah, bandara di Palu (Mutiara SIS Al-Jufrie), Morowali (Maleo), Luwuk (Syukuran Aminuddin Amir), dan Tolitoli (Sultan Bantilan) semuanya kena dampak.

Pindah ke Sulawesi Tenggara, bandara di Kolaka dan Baubau juga nggak luput dari gangguan asap.

Bahkan di wilayah yang biasanya lebih jernih seperti Papua pun ikut merasakannya.

Bandara di Timika, Nabire, Wamena, Sorong, sampai Kaimana dan Teluk Bintuni masuk dalam daftar wilayah yang terganggu.

Maluku pun setali tiga uang, bandara di Ambon dan Langgur juga terdampak.

Tentu saja, pemain lama seperti Riau (Pekanbaru), Jambi, Sumatera Selatan (Palembang), dan Kalimantan (Pontianak, Sampit, Palangka Raya) tetap menjadi wilayah yang paling sering bergulat dengan kabut asap ini.

Bahkan sampai ke Aceh di Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe) pun kabut asapnya terasa.

Nasib Penerbangan Internasional dan Pesawat Kecil

Jangan kira cuma pesawat domestik saja yang pusing.

Kabut asap ini juga sukses mengganggu jalur udara internasional.

Kemenhub mencatat ada 14 penerbangan luar negeri yang terpaksa batal.

Contohnya, rute Singapura-Pontianak pulang pergi sempat batal 12 kali selama periode September gara-gara asap di Bandara Supadio.

Begitu juga rute Singapura-Palembang yang harus batal 2 kali pada pertengahan Oktober kemarin.

Jelas ini bukan masalah sepele karena konektivitas antarnegara pun jadi terhambat.

Di level penerbangan perintis—yang biasanya melayani daerah-daerah terpencil—kondisinya nggak kalah menyedihkan.

Tanggal 16 Oktober saja, ada 22 penerbangan perintis yang batal, termasuk 2 pesawat kargo.

Wilayah seperti Korwil Singkep, Kuala Pembuang, Tanah Merah, sampai Gorontalo semuanya merasakan dampaknya.

Bayangkan kalau kargo logistik atau obat-obatan harus tertahan gara-gara asap, tentu ini jadi masalah besar buat masyarakat di daerah pelosok.

Upaya Pemadaman dan Langkah Mitigasi

Pemerintah tentu nggak tinggal diam melihat langit kita tertutup asap. Sejak 20 April sampai 16 Oktober 2026, sudah dilakukan operasi water bombing alias pengeboman air sebanyak 5.179 kali penerbangan. Ada 38 pesawat dari 11 operator yang dikerahkan buat mengguyur lahan yang terbakar dari udara. Bandara-bandara di wilayah terdampak juga dikondisikan buat mendukung operasi ini, mulai dari kasih prioritas slot terbang buat helikopter pemadam sampai nyiapin area parkir khusus dan ketersediaan bahan bakar buat armada pemadam.

Selain pemadaman di lapangan, pihak bandara juga menerapkan prosedur khusus yang disebut Low Visibility Procedures (LVP). Mereka bekerja sama dengan AirNav dan BMKG buat memantau terus jarak pandang secara real-time. Kalau memang kondisinya sudah gawat, mereka bakal menerbitkan NOTAM (Notice to Airmen) sebagai peringatan buat para pilot. Di terminal sendiri, pengelola bandara diminta buat lebih sigap melayani penumpang yang tertahan, memberikan informasi yang jelas, dan bahkan menyediakan masker gratis buat menjaga kesehatan pernapasan kamu.

Oh iya, perlu tahu juga nih, ternyata nggak semua pembatalan itu gara-gara asap Karhutla.

Ada sekitar 20 penerbangan domestik yang batal karena faktor alam lain, seperti abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca ekstrem, sampai urusan teknis perawatan pesawat.

Jadi, memang tantangan di langit kita lagi cukup berat belakangan ini.

Buat kamu yang mau berangkat, tipsnya cuma satu: rajin-rajin cek status penerbangan di aplikasi maskapai dan jangan mudah terpancing info hoaks di media sosial.

Tetap tenang ya, kesehatan dan keselamatan itu nomor satu!



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa kabut asap sangat berbahaya bagi penerbangan?

Asap menurunkan jarak pandang (visibility) pilot.

Jika jarak pandang berada di bawah standar keselamatan, pesawat tidak diizinkan untuk lepas landas atau mendarat guna menghindari risiko kecelakaan.

Apa itu istilah RTB dalam penerbangan?

RTB atau Return to Base adalah kondisi di mana pesawat yang sudah terbang terpaksa kembali ke bandara asal karena alasan teknis atau cuaca buruk di bandara tujuan.

Daerah mana saja yang paling terdampak Karhutla kali ini?

Selain Sumatera dan Kalimantan, dampak kini meluas ke Sulawesi (Palu, Morowali, Baubau), Maluku (Ambon, Ternate), hingga wilayah Papua (Timika, Wamena, Sorong).

Apa yang harus saya lakukan jika penerbangan saya dibatalkan karena asap?

Segera hubungi maskapai terkait untuk opsi refund atau reschedule.

Pastikan memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi maskapai dan jangan lupa menggunakan masker di area bandara yang terpapar asap.



Ditulis oleh: Sekar Ayu

Posting Komentar