Hujan Drone Ukraina Hantam Rusia Saat Hubungan Trump-Zelenskyy Mulai Retak

Table of Contents
Rusia-Ukraina Kembali Memanas, Putin Dibombandir 1.000 Drone
Hujan Drone Ukraina Hantam Rusia Saat Hubungan Trump-Zelenskyy Mulai Retak

VGI.CO.ID - Hubungan diplomatik global lagi benar-benar diuji nih, Sobat. Bayangkan saja, di tengah suhu politik yang makin panas antara Amerika Serikat dan Ukraina, medan perang justru makin membara. Kyiv baru saja meluncurkan serangan udara masif yang melibatkan lebih dari 1.000 drone ke wilayah Rusia. Serangan ini nggak main-main karena targetnya adalah titik-titik vital seperti terminal ekspor minyak dan depot bahan bakar, bahkan sampai menjangkau St. Petersburg yang biasanya jauh dari garis depan.

Data dari Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan kalau pasukan mereka sibuk banget hari Minggu kemarin.

Mereka mengeklaim sudah melumpuhkan sekitar 1.015 drone milik Ukraina yang tersebar di 15 wilayah berbeda, termasuk kawasan Krimea dan perairan Laut Hitam.

Dampaknya cukup terasa, Alexander Beglov selaku Gubernur St.

Petersburg melaporkan kalau serangan di wilayahnya bikin satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

Gak cuma fasilitas energi, pusat logistik milik raksasa ritel Ozon dan pusat data perusahaan teknologi VK juga ikut kena imbas serangan ini.

Ketegangan Trump vs Zelenskyy yang Makin Menjadi

Nah, yang bikin situasi ini makin rumit adalah bumbu politik dari Washington.

Serangan besar-besaran ini terjadi tepat saat Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy lagi gak akur.

Masalah utamanya?

Apalagi kalau bukan soal sanksi buat Moskow dan gimana cara mengakhiri perang ini secepatnya.

Trump terlihat lebih santai dan memilih menunda pemberian sanksi baru buat Rusia.

Alasannya sih simpel, dia gak mau langkah itu malah bikin Putin ogah duduk di meja perundingan.

Trump bahkan sempat curhat di media sosial dengan nada yang cukup menantang.

"Gue bisa tanda tangan (sanksi) itu nanti, atau kapan pun gue mau!" kira-kira begitu maksud pernyataannya.

Malah, Trump balik menuduh kalau Zelenskyy sebenarnya gak benar-benar mau perang ini selesai karena Ukraina terus-terusan menyerang infrastruktur energi Rusia.

Wah, bener-benar drama diplomatik yang levelnya sudah sangat tinggi ya!

Kritik Keras Zelenskyy: Ini Kesalahan Bersejarah!

Tentu saja Zelenskyy gak tinggal diam mendengar komentar Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC, pemimpin Ukraina itu bilang kalau pelonggaran sanksi itu ibarat kasih 'vitamin' buat Rusia buat lanjutin perang.

Dia tegas banget bilang kalau keberpihakan Washington ke Moskow bakal jadi "kesalahan bersejarah" yang fatal.

Zelenskyy mengingatkan dunia kalau Rusia-lah yang menginvasi negaranya, menduduki wilayah mereka, dan membunuh warga sipil termasuk anak-anak.

Zelenskyy juga menyoroti soal kesepakatan "gencatan senjata energi" yang sempat diumumkan Trump pada 11 Oktober lalu.

Ternyata, menurut Kyiv, itu cuma janji manis di atas kertas saja.

Faktanya, dalam sepekan setelah pengumuman itu, Rusia malah menghantam sektor minyak, gas, dan listrik Ukraina sebanyak 76 kali.

Akibatnya ngeri banget, puluhan ribu keluarga di empat wilayah Ukraina harus gelap-gelapan karena kehilangan akses listrik.

Dampak yang Meluas Hingga ke Negara Tetangga

Perang ini memang sudah kayak api yang merembet ke mana-mana.

Gak cuma di Rusia dan Ukraina, negara tetangga seperti Lithuania juga ikut kena getahnya.

Ada kejadian unik sekaligus serem di mana sebuah drone masuk ke wilayah udara Lithuania dan menghantam mobil yang lagi jalan.

Ukraina pun langsung minta maaf secara resmi.

Mereka menduga drone itu "nyasar" gara-gara gangguan sistem peperangan elektronik Rusia yang bikin navigasi drone jadi kacau balau.

Sementara itu, di wilayah Zaporizhzhia, serangan Rusia juga memakan korban jiwa.

Seorang perempuan dilaporkan tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka, termasuk seorang bocah perempuan yang baru berumur enam tahun.

Ini jadi pengingat pahit kalau di balik angka-angka drone yang meledak, ada nyawa manusia yang jadi taruhannya.

Diplomasi di Balik Layar: Masih Ada Harapan?

Meski hubungan di depan publik kelihatan lagi retak, ternyata komunikasi di balik layar masih jalan terus kok.

Zelenskyy membocorkan kalau pertukaran informasi intelijen antara AS dan Ukraina sudah mulai normal lagi setelah sempat macet.

Dia juga sudah ngobrol bareng utusan-utusan kepercayaan Trump, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Mereka membahas hasil pertemuan tim negosiasi yang sempat kumpul di Miami pada 9 Oktober kemarin.

Tapi jujur saja, kalau melihat perbedaan pandangan yang tajam soal sanksi dan serangan energi ini, jalan menuju perdamaian sepertinya masih sangat terjal.

Ukraina merasa Rusia memanfaatkan peluang diplomasi cuma buat ambil napas dan menyerang lagi, sementara AS (di bawah Trump) punya pendekatannya sendiri.

Kita tunggu saja ya, Sobat, gimana kelanjutan dari adu taktik dan kekuatan di Eropa Timur ini.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa banyak drone yang diluncurkan Ukraina dalam serangan terbaru ini?

Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone, sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menghancurkan 1.015 drone di 15 wilayah, termasuk Krimea.

Apa alasan Donald Trump menunda sanksi baru terhadap Rusia?

Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin mengambil langkah yang dapat menjauhkan Rusia dari meja perundingan untuk mengakhiri perang.

Apa dampak serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina?

Menurut Zelenskyy, Rusia menyerang sektor energi Ukraina sebanyak 76 kali dalam sepekan setelah pengumuman gencatan senjata energi, menyebabkan puluhan ribu keluarga kehilangan listrik.

Apakah ada pertemuan antara pihak Ukraina dan tim Donald Trump?

Ya, Zelenskyy telah berbicara dengan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengenai hasil pertemuan tim negosiasi di Miami pada 9 Oktober.



Ditulis oleh: Indra Lesmana

Posting Komentar