Data Mengejutkan Democracy Perceptions Index 2026: Mengapa Citra Israel Terjun Bebas?
VGI.CO.ID - Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, bagaimana pandangan orang-orang di seluruh dunia terhadap sebuah negara? Ternyata, persepsi global itu bisa berubah drastis dalam waktu singkat, lho. Baru-baru ini, sebuah laporan besar bertajuk Democracy Perceptions Index 2026 merilis data yang cukup mengagetkan. Berdasarkan hasil survei tahunan tersebut, Israel kini menduduki posisi sebagai negara yang paling tidak disukai atau memiliki citra paling negatif di mata masyarakat dunia. Fenomena ini tentu nggak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh berbagai rentetan peristiwa besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, terutama konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Kalau kita intip angkanya, skor persepsi bersih yang diraih Israel benar-benar berada di titik nadir.
Bayangkan saja, posisi Israel dalam survei ini bahkan berada di bawah negara-negara yang biasanya punya reputasi sulit di mata internasional, seperti Afghanistan dan Korea Utara.
Ini menunjukkan betapa tajamnya pergeseran opini publik global.
Sejak tahun 2023, dunia terus memantau operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel di Gaza.
Laporan tersebut mencatat bahwa tindakan militer ini telah merenggut lebih dari 47 ribu nyawa warga Palestina di tahap awal, dan angkanya terus meroket hingga menembus lebih dari 74 ribu jiwa hingga laporan tahun 2026 ini dirilis.
Bukan cuma soal angka kematian, tapi kehancuran total infrastruktur sipil dan krisis kemanusiaan yang nggak berkesudahan jadi alasan utama kenapa orang-orang di berbagai belahan dunia memberikan penilaian buruk.
Nasib Amerika Serikat yang Ikut Terseret Turun
Nah, yang nggak kalah menarik untuk dibahas adalah posisi Amerika Serikat (AS).
Sebagai sekutu terdekat dan pendukung utama Israel, AS ternyata nggak bisa lari dari efek domino persepsi negatif ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah survei ini, AS terperosok masuk ke dalam daftar lima negara dengan citra paling negatif secara internasional.
Skornya terjun bebas dari yang tadinya masih positif +22% di tahun 2024, eh, malah jadi minus 16% di tahun 2026.
Penurunan sebanyak 38 poin hanya dalam waktu dua tahun itu bukan perkara sepele, lho.
Ini adalah sinyal merah buat diplomasi Paman Sam di panggung dunia.
Kenapa ini bisa terjadi?
Ternyata alasannya cukup kompleks.
Selain karena dukungan militernya ke Israel yang dianggap banyak pihak sebagai bentuk "impunitas", kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump juga punya andil besar.
Mulai dari ketegangan hubungan dengan sekutu-sekutu di NATO, penerapan tarif dagang yang super agresif, hingga isu-isu unik seperti ancaman terkait wilayah Greenland.
Belum lagi keputusan pemotongan bantuan untuk Ukraina serta peran aktif Washington dalam gesekan antara Israel dan Iran.
Gabungan dari semua faktor ini bikin banyak orang melihat AS bukan lagi sebagai "polisi dunia" yang damai, melainkan sebagai salah satu ancaman stabilitas global yang cukup serius, tepat di belakang Rusia dan Israel.
Metode Unik: Suara Rakyat vs Pendapat Ahli
Mungkin kamu penasaran, ini surveinya beneran valid nggak sih?
Jadi, Democracy Perceptions Index 2026 ini mengklaim diri sebagai survei demokrasi tahunan terbesar di dunia.
Bedanya dengan peringkat demokrasi lain adalah mereka nggak cuma nanya ke para ahli atau profesor politik saja.
Mereka langsung terjun ke masyarakat umum di berbagai negara.
Mereka bertanya tentang pengalaman nyata warga terkait kebebasan berbicara, transparansi pemerintah, supremasi hukum, hingga bagaimana proses transisi kekuasaan yang damai berjalan di tempat mereka.
Hasilnya jadi sangat manusiawi karena mencerminkan apa yang dirasakan orang di jalanan, bukan cuma teori di atas kertas.
Terkait konflik di Gaza, para ahli dari PBB dan akademisi bidang genosida bahkan sudah mulai menggunakan istilah genosida untuk menggambarkan kondisi di sana.
Hampir seluruh penduduk Gaza harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Ketika publik melihat kekuatan besar seperti AS terus melindungi Israel dari tanggung jawab di forum internasional seperti PBB, muncul persepsi tentang standar ganda.
Inilah yang akhirnya menggerus kepercayaan masyarakat dunia terhadap tatanan internasional yang selama ini dipimpin oleh negara-negara Barat.
Siapa Negara yang Paling Dicintai di 2026?
Di tengah kabar suram tadi, ternyata masih ada negara-negara yang konsisten punya citra positif dan bikin orang merasa "adem".
Posisi puncak klasemen negara dengan persepsi terbaik diduduki oleh Swiss dan Kanada, keduanya kompak meraih skor bersih +36%.
Mengikuti di belakangnya ada Jepang dengan skor +34% dan Swedia dengan +33%.
Kalau kita lihat secara keseluruhan, Eropa memang masih jadi primadona.
Dari 15 negara dengan reputasi terbaik, lebih dari dua pertiganya berasal dari Benua Biru tersebut.
Meskipun begitu, rata-rata skor Uni Eropa yang berada di angka +26% sempat sedikit terbebani oleh beberapa negara besar yang skornya agak jeblok, seperti Prancis dan Inggris Raya yang cuma dapet skor +11%.
Kenapa Swiss, Kanada, atau Italia bisa begitu disukai?
Rahasianya ada pada kombinasi stabilitas dalam negeri yang oke, kualitas hidup warganya yang tinggi, serta posisi diplomatik yang cenderung lebih netral dan terbuka.
Mereka dianggap sebagai tempat yang aman dan nyaman, jauh dari hiruk-pikuk konflik bersenjata yang destabilisasi.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Melihat data dari Democracy Perceptions Index 2026 ini, kita jadi sadar kalau kekuatan militer atau ekonomi yang hebat nggak menjamin sebuah negara bakal disukai.
Justru, cara sebuah negara berinteraksi dengan negara lain dan bagaimana mereka menghargai hukum internasional lah yang jadi penilaian utama masyarakat global.
Isu kemanusiaan di Gaza benar-benar menjadi titik balik bagaimana dunia melihat Israel dan para pendukungnya.
Ke depannya, tantangan besar ada di tangan para pemimpin dunia untuk memperbaiki citra mereka.
Bagi Amerika Serikat, mungkin ini saatnya mengevaluasi kembali strategi kebijakan luar negerinya agar nggak dianggap sebagai ancaman global.
Sementara bagi kita, informasi ini penting banget supaya kita punya perspektif yang lebih luas tentang kondisi geopolitik dunia saat ini.
Ingat, persepsi publik itu dinamis; apa yang hari ini di atas, bisa saja besok jatuh ke bawah kalau nggak dijaga dengan integritas dan rasa kemanusiaan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Israel menjadi negara dengan persepsi terendah di tahun 2026?
Penurunan citra ini disebabkan oleh operasi militer berkepanjangan di Gaza sejak 2023 yang menewaskan lebih dari 74 ribu warga Palestina, krisis kemanusiaan hebat, serta tuduhan pelanggaran hukum internasional dan genosida.
Apa penyebab skor persepsi Amerika Serikat terjun bebas?
Skor AS turun dari +22% ke -16% karena dukungannya terhadap Israel, kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang agresif (seperti tarif dagang dan ancaman terhadap Greenland), serta pemotongan bantuan untuk Ukraina.
Negara mana yang memiliki citra paling positif menurut survei ini?
Swiss dan Kanada menempati peringkat teratas dengan skor +36%, disusul oleh Jepang (+34%) dan Swedia (+33%).
Apa perbedaan Democracy Perceptions Index dengan survei demokrasi lainnya?
Survei ini menanyakan langsung kepada warga negara tentang pengalaman mereka terhadap demokrasi (seperti kebebasan berbicara dan transparansi), bukan hanya berdasarkan penilaian para ahli.
Ditulis oleh: Andi Wijaya
Posting Komentar