Bukan Sekadar Pesta Kostum, Festival Musik Ini Buka Ribuan Lowongan Baru

Table of Contents
Scream or Dance Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja di Indonesia
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Festival Musik Ini Buka Ribuan Lowongan Baru

VGI.CO.ID - Pernah nggak sih kamu kepikiran kalau hura-hura di festival musik itu sebenarnya bisa jadi ladang duit buat banyak orang? Nah, kalau kamu cuma menganggap festival itu tempat seru-seruan pakai kostum unik, kamu wajib melirik apa yang lagi dikerjain sama Scream or Dance. Festival musik bertema Halloween yang hits banget ini ternyata punya misi yang jauh lebih gede dari sekadar bikin panggung megah. Mereka lagi serius banget buat ngebantu roda ekonomi kita makin kencang lewat penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Siapa sangka, acara yang sudah memasuki tahun kelimanya ini nggak cuma main-main di level lokal.

Scream or Dance sudah dapat pengakuan dunia lewat daftar DJ Mag Top 100 Festivals.

Tapi, di balik gemerlap lampu neon dan dentuman musik elektronik yang bikin nagih, ada ribuan orang yang banting tulang buat memastikan semuanya berjalan mulus.

Dari sini kita bisa lihat kalau industri hiburan bukan cuma soal kesenangan, tapi juga soal hajat hidup orang banyak.

Target Ambisius 2026: Siap Serap 4.000 Tenaga Kerja

Ngomongin soal angka, Scream or Dance nggak main-main nih.

Tamma Irawan, yang menjabat sebagai Head of Business Development di festival ini, sempat membocorkan rencana besar mereka buat tahun 2026.

Kamu harus tahu kalau sebelumnya mereka sudah melibatkan sekitar 2.750 tenaga kerja.

Angka itu sudah lumayan besar, kan?

Tapi tunggu dulu, di tahun 2026 nanti, mereka mau ngegas lagi dengan target 4.000 orang pekerja!

"Mungkin memang belum sebanyak itu ya, tapi yang terpenting lewat acara ini kami bisa berkontribusi untuk menghadirkan peluang bagi para pejuang nafkah di Indonesia," kata Tamma dengan nada rendah hati tapi penuh semangat.

Bayangkan saja, ada kenaikan sekitar 45,5% dari jumlah pekerja sebelumnya.

Ini artinya, bakal ada lebih banyak lowongan buat kamu yang punya skill di bidang produksi, seni, sampai layanan pengunjung.

Buat Tamma, suksesnya festival itu bukan cuma soal berapa banyak tiket yang laku, tapi seberapa banyak orang yang bisa tumbuh dan berkarya bareng mereka.

Siapa Saja yang Terlibat di Balik Layar?

Mungkin kamu bertanya-tanya, "Emang 4.000 orang itu ngapain aja?" Jawabannya banyak banget!

Industri event itu kompleks, lho.

Di Scream or Dance, kebutuhan tenaga kerjanya mencakup berbagai macam fungsi.

Ada tim produksi panggung yang memastikan konstruksinya kokoh, teknisi audio dan pencahayaan yang bikin atmosfer festival jadi magis, sampai desainer visual dan seniman instalasi yang bikin tiap sudut festival jadi estetik buat foto-foto.

Nggak cuma yang urusan teknis di panggung aja, lho.

Ada juga tim operasional yang menjaga alur penonton tetap aman, tim kebersihan, hingga layanan pengunjung yang siap bantu kalau kamu kebingungan.

Selain itu, keterlibatan vendor-vendor lokal juga bikin UKM (Usaha Kecil Menengah) kecipratan rezeki.

Jadi, dari desainer grafis yang bikin poster sampai bapak-bapak logistik yang angkut perlengkapan, semuanya dapat panggung buat cari nafkah di sini.

Dampak Ekonomi yang Nggak Main-Main buat Indonesia

Kalau kita tarik benang merahnya, dampak festival kayak Scream or Dance ini luas banget, melampaui area panggung doang.

Sektor transportasi, penginapan kayak hotel atau Airbnb, sampai warung makan di sekitar lokasi acara pasti ikut merasakan dampaknya.

Bayangkan ribuan orang datang ke Jakarta buat nonton festival ini, mereka pasti butuh ojek online, butuh tempat tidur, dan pastinya butuh makan.

Inilah yang namanya multiplier effect dalam ekonomi.

Bagi teman-teman di industri kreatif, festival skala gede ini adalah tempat terbaik buat asah mental dan portofolio.

Kerja di acara yang masuk level internasional bikin pengalaman mereka makin diakui.

Kolaborasi antar talenta lokal di sini juga sering melahirkan inovasi baru dalam produksi visual maupun musik.

Jadi, selain dapat gaji, mereka juga dapat modal pengalaman yang berharga banget buat karier ke depannya.

Magnet buat Turis Mancanegara

Kabar keren lainnya, Scream or Dance makin hari makin mendunia.

Sejak tahun lalu, sudah banyak turis luar negeri yang bela-belain datang ke Jakarta cuma buat ngerasain vibe festival Halloween ala Indonesia ini.

Tamma Irawan bilang kalau antusiasme pengunjung internasional ini jadi motivasi ekstra buat timnya.

Tahun ini, mereka janji bakal kasih kemasan yang jauh lebih matang, mulai dari instalasi interaktif sampai pengalaman panggung yang lebih wah.

"Setiap pengunjung yang datang dari luar negeri bukan hanya membawa energi baru ke festival, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan kualitas industri event Indonesia ke dunia," jelas Tamma.

Semakin banyak turis datang, semakin banyak devisa yang masuk, dan nama Indonesia pun makin harum di kancah festival musik global.

Ini bukti kalau kita punya potensi besar buat bersaing sama festival-festival raksasa di luar sana.

Membangun Ekosistem yang Tumbuh Bersama

Tamma Irawan sering banget menekankan soal rasa terima kasihnya buat semua orang yang sudah berjuang di balik layar.

Mulai dari kru internal, vendor, sampai pekerja lepas, semuanya adalah bagian dari keluarga besar Scream or Dance.

Baginya, pertumbuhan festival ini nggak boleh dinikmati sendirian.

Mereka ingin semua pihak yang terlibat ikut naik kelas dan berkembang secara profesional.

Ke depannya, mereka bakal terus memantau kontribusi ekonomi ini secara lebih detail.

Indikatornya jelas: berapa banyak tenaga kerja baru yang diserap, seberapa banyak vendor lokal yang diajak kerja sama, dan berapa nilai pengadaan dari mitra dalam negeri.

Dengan cara ini, Scream or Dance berharap bisa jadi standar baru buat industri event di Indonesia—bahwa festival yang sukses adalah festival yang bisa menyejahterakan orang-orang di sekitarnya.

Jadi, nanti kalau kamu datang ke Scream or Dance, jangan lupa kasih senyum atau apresiasi buat kru yang lagi bertugas ya.

Karena di balik dentuman musik yang asyik itu, ada ribuan pejuang nafkah yang lagi bekerja keras buat memberikan pengalaman terbaik buat kamu, sekaligus membangun masa depan industri kreatif Indonesia yang lebih cerah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu festival Scream or Dance?

Scream or Dance adalah festival musik tahunan di Indonesia yang mengusung tema Halloween, memadukan musik elektronik, seni visual, dan instalasi interaktif.

Berapa target tenaga kerja yang akan dilibatkan Scream or Dance di tahun 2026?

Targetnya adalah melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja, meningkat dari jumlah sebelumnya yang mencapai 2.750 orang.

Siapa sosok di balik pengembangan bisnis Scream or Dance?

Tamma Irawan menjabat sebagai Head of Business Development di Scream or Dance.

Apakah festival ini diakui secara internasional?

Ya, Scream or Dance telah masuk dalam daftar bergengsi DJ Mag Top 100 Festivals.

Sektor apa saja yang terdampak secara ekonomi oleh festival ini?

Sektor pendukung yang terdampak meliputi transportasi, akomodasi (hotel), konsumsi (kuliner), logistik, jasa produksi, dan berbagai sub-sektor industri kreatif.



Ditulis oleh: Rizky Hidayat

Posting Komentar