Aksi Heroik Helikopter Bell 505 Padamkan Api di Lahan Warga Hulu Sungai Selatan

Table of Contents
BPBD HSS Apresiasi Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga
Aksi Heroik Helikopter Bell 505 Padamkan Api di Lahan Warga Hulu Sungai Selatan

VGI.CO.ID - Halo teman-teman! Pernah nggak sih kalian bayangkan betapa repotnya petugas di lapangan saat harus memadamkan api yang tiba-tiba muncul di tengah cuaca panas ekstrem? Apalagi kalau lokasinya jauh di pelosok dan susah dijangkau air. Nah, kondisi menantang inilah yang sekarang lagi dihadapi oleh warga dan pemerintah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Mengingat cuaca lagi kering-keringnya, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun meningkat drastis.

Kabar baiknya, di tengah perjuangan melawan si jago merah, ada aksi solidaritas yang patut kita acungi jempol.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS baru-baru ini memberikan apresiasi yang luar biasa untuk PT Subur Agro Makmur (SAM).

Perusahaan perkebunan sawit ini, yang merupakan bagian dari keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), nggak tinggal diam melihat api mulai melalap lahan milik warga sekitar.

Mereka turun tangan langsung membawa bantuan personel hingga teknologi udara yang canggih.

Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Kepedulian Nyata

Secara aturan, perusahaan memang punya tanggung jawab penuh buat menjaga area konsesi mereka sendiri.

Tapi, yang dilakukan PT SAM ini lebih dari itu.

Menurut Ika Agus, Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, keterlibatan pihak swasta seperti PT SAM sangatlah krusial.

Pasalnya, saat ini wilayah HSS memang sudah dalam status Siaga Darurat Karhutla.

Bayangkan deh, cuaca lagi panas-panasnya, sumber air terbatas, dan akses ke titik api seringkali bikin frustrasi tim darat.

Dalam laporan yang dikutip pada Minggu, 18 Oktober 2026, Ika Agus menegaskan bahwa bantuan dari PT SAM sangat membantu tim gabungan dalam mengendalikan situasi.

Memang, kalau cuma mengandalkan satu pihak saja, rasanya bakal berat banget menghadapi ancaman kebakaran yang bisa meluas kapan saja.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta inilah yang jadi kunci utama biar asap nggak sampai menyelimuti pemukiman warga.

Mengenal Helikopter Bell 505 Sang Penyelamat dari Udara

Salah satu sorotan utama dalam aksi pemadaman ini adalah pengerahan unit udara. PT SAM nggak main-main, mereka menerjunkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk melakukan misi water bombing atau pengeboman air dari udara. Kenapa harus pakai helikopter? Jawabannya simpel: karena kecepatan dan aksesibilitas. Banyak titik api yang muncul di kawasan semak belukar yang sulit banget ditembus oleh kendaraan pemadam darat.

Hingga informasi terbaru diterima, helikopter tangguh ini sudah melaksanakan tiga kali operasi pengeboman air di titik-titik api yang berada di luar area perusahaan.

Jadi, target utamanya justru lahan-lahan di sekitar perimeter perusahaan agar api nggak makin liar.

Operasi udara ini rencananya bakal terus berlanjut, tentu saja dengan tetap memantau jarak pandang atau visibilitas udara demi keamanan pilot dan kru.

Kerja Sama Tim Darat dan Masyarakat Peduli Api

Meski helikopter jadi bintang utamanya, kita jangan lupakan pahlawan yang ada di darat.

Operasi pemadaman ini didukung penuh oleh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dari PT SAM yang bahu-membahu dengan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Mereka ini adalah garda terdepan yang melakukan pemantauan intensif dan pemadaman langsung di lokasi-lokasi yang masih bisa dijangkau.

Kerja sama ini membuktikan kalau komunikasi yang baik antarpihak bisa membuahkan hasil yang efektif. Tim gabungan ini saling berbagi informasi mengenai titik koordinat api, sehingga pengerahan helikopter water bombing bisa lebih presisi dan nggak membuang-buang waktu serta air. Benar-benar sebuah simbiosis yang keren untuk menjaga lingkungan kita tetap hijau dan bebas asap.

Dampak Karhutla yang Tak Mengenal Batas Administrasi

Kenapa sih perusahaan sawit sampai mau repot-repot bantu lahan warga?

Jawabannya logis banget.

Kebakaran lahan dan kabut asap itu nggak pernah peduli soal batas administrasi atau siapa pemilik tanahnya.

Kalau satu lahan terbakar, asapnya bisa terbang ke mana-mana, mengganggu kesehatan anak-anak, sekolah, sampai menghentikan aktivitas ekonomi di pasar.

Jadi, menjaga lahan warga juga berarti menjaga kelangsungan bisnis dan kenyamanan hidup semua orang di wilayah tersebut.

Melalui langkah nyata yang dilakukan PT SAM dan koordinasi apik dengan BPBD HSS, diharapkan risiko gangguan kesehatan dan lingkungan bisa diminimalisir sedini mungkin.

Kita semua berharap agar musim kemarau kali ini tidak membawa dampak buruk yang berkepanjangan.

Kesadaran kolektif untuk tidak membakar lahan secara sembarangan juga tetap menjadi pesan utama yang harus kita sebarkan terus.

Langkah Selanjutnya: Terus Siaga dan Pantau Situasi

Ke depan, kewaspadaan nggak boleh kendor.

Selama status Siaga Darurat Karhutla belum dicabut, semua pihak wajib tetap dalam posisi "siap tempur".

Keberadaan sarana udara seperti helikopter Bell 505 tadi memang sangat membantu, tapi pencegahan dari level terbawah—yaitu masyarakat—jauh lebih penting.

Jangan sampai ada yang iseng membakar sampah di area terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan, ya!

Semoga kolaborasi yang sudah terjalin di Hulu Sungai Selatan ini bisa jadi inspirasi buat daerah lain di Indonesia.

Kalau semua perusahaan punya kepedulian yang sama dan pemerintah daerahnya suportif, masalah karhutla tahunan ini pasti bisa kita atasi bersama.

Mari kita jaga hutan kita, jaga paru-paru kita, dan tetap semangat buat tim di lapangan!



Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa perusahaan yang membantu BPBD HSS dalam penanganan Karhutla?

Perusahaan tersebut adalah PT Subur Agro Makmur (SAM), yang merupakan anak usaha dari PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Teknologi apa yang digunakan untuk memadamkan api dari udara?

PT SAM mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk melakukan operasi water bombing (pengeboman air) di titik-titik api yang sulit dijangkau.

Mengapa bantuan water bombing ini dianggap sangat penting?

Karena kondisi cuaca yang sangat kering, keterbatasan sumber air di darat, dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran yang didominasi semak belukar.

Apakah PT SAM hanya memadamkan api di lahan miliknya sendiri?

Tidak, PT SAM justru mendapat apresiasi karena turut membantu memadamkan api di lahan milik warga masyarakat yang berada di luar area konsesi perusahaan.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Posting Komentar