Rematch Itsuki Hirata vs Jihin Radzuan Panaskan ONE SAMURAI 4
VGI.CO.ID - Pertarungan ulang yang sangat dinantikan oleh para penggemar bela diri campuran antara bintang asal Jepang, Itsuki Hirata, dan petarung tangguh Malaysia, Jihin Radzuan, telah resmi dijadwalkan untuk memanaskan panggung utama ajang ONE SAMURAI 4. Laga krusial dalam divisi women's atomweight ini akan disiarkan secara langsung dari Ariake Arena yang megah di Tokyo, Jepang, pada hari Sabtu, 17 Oktober mendatang, menjadikannya salah satu partai paling ditunggu musim ini.
Pertemuan kedua ini bukan sekadar laga biasa, melainkan kesempatan emas bagi kedua petarung papan atas untuk menyelesaikan urusan yang belum tuntas sekaligus mempertegas dominasi mereka di divisi yang penuh dengan talenta berbakat. Kemenangan dalam laga ini tidak hanya akan menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya, tetapi juga akan langsung menempatkan sang pemenang ke dalam jajaran penantang teratas untuk memperebutkan sabuk emas ONE Women's Atomweight MMA World Title yang saat ini sedang kosong.
Rivalitas Sengit yang Bermula dari ONE X 2022
Sejarah persaingan sengit antara kedua petarung tangguh ini berakar dari pertemuan pertama mereka di ajang bersejarah ONE X pada tahun 2022 silam, di mana laga tersebut berakhir dengan kejutan besar bagi para penggemar MMA. Sebelum pertarungan tersebut digelar, Hirata yang bertarung di hadapan publiknya sendiri sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan berkat rekam jejaknya yang belum ternoda serta popularitasnya yang melonjak tinggi.
Namun, prediksi di atas kertas tersebut patah setelah Jihin Radzuan menampilkan performa pertahanan yang luar biasa dengan berulang kali menetralisir upaya bantingan pinggul judo legendaris yang menjadi andalan utama Hirata. Sepanjang tiga ronde berjalan, petarung Malaysia berjuluk "Shadow Cat" ini mampu melepaskan diri dari kuncian dengan sangat cerdik serta mendaratkan serangan-serangan balik yang presisi hingga akhirnya memenangkan laga lewat keputusan juri yang terbelah (split decision).
Kekalahan mengejutkan tersebut seketika menghentikan momentum emas Hirata yang sebelumnya mencatatkan rekor tak terkalahkan 4-0 di awal kariernya bersama organisasi bela diri terbesar di Asia ini. Sejak hasil minor yang menyakitkan tersebut, petarung tuan rumah berusia 27 tahun ini harus melewati jalur berliku dan melakukan berbagai evaluasi taktis guna membangun kembali reputasinya sebagai petarung elit.
Kebangkitan Itsuki Hirata Menuju Panggung Penebusan
Meskipun sempat terpukul oleh kekalahan pertamanya, Hirata menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa dengan terus mengasah kemampuannya dan berhasil mengamankan kemenangan penting dalam dua dari tiga laga terakhirnya. Tren positif ini membuktikan bahwa petarung yang akrab disapa "Android 18" tersebut perlahan-lahan telah menemukan kembali sentuhan terbaiknya serta ketajaman insting bertarungnya di dalam Circle.
Puncak dari kebangkitan performa Hirata terlihat jelas ketika ia sukses memaksa pegulat tangguh asal India, Ritu "The Indian Tigress" Phogat, menyerah melalui kuncian rear-naked choke yang sangat rapat pada ronde ketiga. Kemenangan gemilang tersebut tidak hanya memperbaiki rekor profesionalnya menjadi 8 kemenangan dan 5 kekalahan, tetapi juga menegaskan bahwa kemampuan grappling-nya kini jauh lebih variatif dan berbahaya dibanding sebelumnya.
Kini, dengan kembali bertarung di tanah kelahirannya di Tokyo, Hirata membawa motivasi berlipat ganda untuk membalaskan dendam lamanya sekaligus membahagiakan para pendukung fanatik yang akan memadati Ariake Arena. Bagi Hirata, mengalahkan Jihin dalam laga rematch ini adalah satu-satunya cara untuk membungkam para peragu dan membuktikan kelayakannya untuk menantang gelar juara dunia.
Konsistensi Jihin Radzuan sebagai Kekuatan Utama Divisi Atomweight
Di kubu lawan, Jihin Radzuan yang datang mewakili sasana terkemuka Fairtex Training Center dan Foxgloves Fight Gym tetap menjadi salah satu ujian paling berat bagi siapapun di divisi atomweight. Petarung kelahiran Johor Bahru ini mengantongi rekor profesional yang solid dengan 10 kemenangan dan 5 kekalahan, termasuk sembilan kemenangan mengesankan sejak ia pertama kali melakukan debut di ONE Championship pada tahun 2018.
Selain memiliki catatan kemenangan manis atas Hirata dan petarung veteran Jepang Mei "V.V" Yamaguchi, Jihin juga dikenal sangat kompetitif saat menghadapi nama-nama besar di kelasnya. Ia pernah terlibat dalam pertempuran sengit melawan mantan penantang gelar Denice "The Menace" Zamboanga, mantan juara dunia tiga disiplin Stamp Fairtex, serta prospek cerah Jepang Chihiro Sawada.
Ketangguhan serta perkembangan taktik bertarung dari "Shadow Cat" terlihat sangat nyata saat ia menyambut debutan tangguh Gabriela "Gabi" Fujimoto pada ajang ONE Fight Night 40 bulan Februari lalu. Dalam laga tersebut, Jihin mendominasi jalannya pertarungan sebelum akhirnya menghentikan perlawanan Fujimoto pada ronde ketiga, sekaligus mematahkan rekor tak terkalahkan milik petarung asal Brasil tersebut.
Misi Pembuktian dan Ambisi Menuju Sabuk Emas
Meskipun demikian, Jihin kini juga datang ke Tokyo dengan motivasi ekstra untuk bangkit setelah ia menelan kekalahan tipis lewat split decision dari Anastasia "Anniemale" Nikolakakos pada bulan Juli lalu. Kekalahan dramatis di ajang ONE Fight Night 45 tersebut memicu hasrat bertarung Jihin untuk kembali menampilkan performa dominan demi mengamankan posisinya di papan atas klasemen.
Bentrokan gaya bertarung di ONE SAMURAI 4 nanti diprediksi akan menjadi duel taktis tingkat tinggi, di mana teknik judo tingkat tinggi Hirata akan diuji oleh pertahanan grappling dan kombinasi striking dinamis milik Jihin. Kedua kubu dipastikan telah mempelajari rekaman pertandingan pertama secara mendalam untuk mempersiapkan strategi baru guna mengantisipasi kejutan yang mungkin terjadi di dalam Circle.
Hasil akhir dari laga perebutan gengsi ini dipastikan akan mengubah peta persaingan divisi atomweight secara keseluruhan, terutama dalam perburuan takhta juara dunia yang kini sedang lowong. Siapapun petarung yang berhasil keluar sebagai pemenang dengan performa yang meyakinkan akan mendapatkan tiket emas untuk menantang gelar juara dunia ONE Women's Atomweight MMA berikutnya.
Dengan pertaruhan karir yang begitu besar serta dendam masa lalu yang belum terselesaikan, pertarungan di Tokyo ini menjanjikan drama dan aksi jual beli serangan yang luar biasa sejak bel ronde pertama dibunyikan. Para pencinta seni bela diri campuran di seluruh dunia kini bersiap menyaksikan apakah takdir akan memihak pada penebusan Hirata atau justru dominasi berkelanjutan dari Jihin.

Posting Komentar