InJourney Dorong Sektor Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Table of Contents
InJourney Dorong Sektor Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
InJourney Dorong Sektor Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

VGI.CO.ID - Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa sektor pariwisata akan menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Danantara BUMN Progress Update pada Kamis, 27 Agustus 2026, yang menyoroti peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi nasional.

Maya menjelaskan bahwa pariwisata memiliki potensi besar dalam menghasilkan devisa negara sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif. Sektor ini mencakup berbagai industri mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga retail yang mampu menciptakan lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Tren Global Investasi Pariwisata

Berbagai negara di dunia kini mulai mengalihkan fokus investasi mereka ke sektor pariwisata sebagai strategi ekonomi jangka panjang. Bahkan negara-negara penghasil minyak seperti Uni Emirat Arab (UAE) telah menyadari bahwa sumber daya alam tidak akan bertahan selamanya.

"Bahkan UAE saja percaya bahwa oil dan gas tidak akan bertahan selamanya, sehingga mereka mulai berinvestasi di pariwisata. Di Indonesia pun kita sudah mulai melirik untuk invest pariwisata karena kami menyadari bahwa pariwisata ini adalah engine of future economic growth," ungkap Maya kepada CNBC Indonesia.

Strategi InJourney Membangun Ekosistem Terintegrasi

InJourney sebagai holding BUMN pariwisata berkomitmen untuk memperkuat konektivitas bisnis dari hulu hingga hilir. Strategi ini mencakup pengembangan berbagai sektor mulai dari bandara, layanan penerbangan (aviation service), pengembangan destinasi wisata, pelestarian warisan budaya (heritage), retail, hingga perhotelan.

Pendekatan terintegrasi ini bertujuan membentuk ekosistem pariwisata dan aviasi yang saling mendukung satu sama lain. Dengan mengelola enam sektor di bawah naungannya, InJourney berupaya menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus (seamless journey) bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tantangan Geografis Indonesia

Maya mengakui bahwa Indonesia memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa sebagai modal utama pariwisata. Namun, tantangan geografis sebagai negara kepulauan dengan sekitar 28 ribu pulau dan populasi 50 juta penduduk memerlukan perhatian khusus.

"Nah memang visi besar kita adalah kita ingin membangun pariwisata Indonesia ini yang terintegrasi. Indonesia ini kan sebenarnya sangat indah, penuh dengan keindahan alam, budaya, tapi memang secara geografically juga quite challenging," rinci Maya.

Konektivitas Multi-Modal

Untuk mengatasi tantangan geografis tersebut, InJourney fokus pada pengembangan konektivitas antara transportasi udara, laut, dan darat. Hal ini penting untuk memastikan wisatawan dapat melakukan perjalanan dari titik awal hingga akhir (end to end) tanpa hambatan berarti.

Integrasi sistem transportasi ini tidak hanya memudahkan akses ke berbagai destinasi wisata, tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu dan biaya perjalanan. Dengan demikian, lebih banyak destinasi wisata di Indonesia dapat dijangkau dengan lebih mudah.

Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Dalam membangun industri pariwisata, InJourney menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainable tourism) sebagai fondasi utama. Maya menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal.

Tren Global Investasi Pariwisata

Konsep seamless tourism yang sustainable ini sejalan dengan moto InJourney yaitu "Living Legacy". Perusahaan ingin meninggalkan warisan berharga bagi generasi mendatang, bukan hanya keuntungan jangka pendek.

Visi Jangka Panjang InJourney

InJourney memiliki tanggung jawab mengelola berbagai aset negara dan BUMN di enam sektor untuk memberikan pengalaman perjalanan terpadu kepada masyarakat. Pendekatan ini memerlukan waktu dan kesabaran karena pembangunan pariwisata bukan proses yang instan.

"Kami ingin meninggalkan legacy yang besar untuk negara, untuk generasi ke depan, untuk anak cucu kita ke depan, menikmati apa yang kita bangun sekarang untuk 5-10 tahun ke depan," tegas Maya.

Pembangunan Destinasi Memerlukan Waktu

Maya menegaskan bahwa membangun pariwisata tidak semudah membalikkan telapak tangan dan memerlukan proses bertahap. Banyak pihak berharap hasil cepat, namun kenyataannya pembangunan destinasi wisata memerlukan perencanaan matang dan implementasi berkelanjutan.

"Memang membangun pariwisata ini tidak semudah membalikkan sebelah tangan. Kadang berpikir bahwa itu bisa cepat tapi tidak bisa, tidak bisa instant karena kita harus membangun suatu destinasi. Jadi memang produknya dulu kita bangun," pungkas Maya.

Dampak Ekonomi Sektor Pariwisata

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus menunjukkan tren positif. Selain menghasilkan devisa, sektor ini juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang menggerakkan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Industri pariwisata tidak hanya menguntungkan pelaku usaha besar, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal, pengrajin, petani, dan nelayan. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang efektif.

Peran Aset BUMN dalam Ekosistem Pariwisata

InJourney mengelola aset-aset strategis BUMN yang tersebar di berbagai sektor pendukung pariwisata. Integrasi aset-aset ini memungkinkan penciptaan value chain yang efisien dan kompetitif.

Dari bandara sebagai gerbang masuk wisatawan, hotel sebagai akomodasi, hingga destinasi wisata yang dikelola dengan standar internasional, semua dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik. Kolaborasi antar unit bisnis dalam grup InJourney menjadi kunci kesuksesan strategi ini.

Outlook Pariwisata Indonesia

Dengan komitmen pemerintah dan BUMN melalui InJourney, sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dalam dekade mendatang. Investasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, dan promosi destinasi wisata baru akan menjadi prioritas utama.

Keberhasilan pembangunan ekosistem pariwisata terintegrasi akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Asia dan dunia. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, potensi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri pariwisata global sangat besar.

Posting Komentar