Hasil Tes Baterai Samsung Galaxy S26 FE: Daya Tahan Meningkat Drastis
VGI.CO.ID - Samsung Galaxy S26 FE resmi dijual di berbagai pasar global pada hari ini dengan harga $700 / £700 / €800. Smartphone kelas menengah flagship ini hadir dengan ekspektasi tinggi mengingat harganya yang tidak murah dan posisinya sebagai varian "Fan Edition" dari seri Galaxy S26.
Meski dilengkapi chipset Exynos 2500 3nm generasi sebelumnya dan kapasitas baterai 4.900mAh yang sama dengan Galaxy S25 FE, hasil pengujian menunjukkan peningkatan performa yang mengejutkan. Spesifikasi pengisian daya juga tidak berubah, dengan kemampuan charging kabel 45W dan wireless 15W, namun efisiensi energi yang ditingkatkan memberikan dampak signifikan.
Spesifikasi Baterai dan Layar Galaxy S26 FE
Galaxy S26 FE menggunakan komponen kunci yang identik dengan pendahulunya S25 FE, yaitu baterai berkapasitas 4.900mAh dan layar OLED 6,7 inci dengan resolusi 1080p+. Perbedaan utama terletak pada chipset yang digunakan, di mana model lama menggunakan Exynos 2400 sedangkan model baru mengadopsi Exynos 2500 yang juga ditemukan pada Galaxy Z Flip7.
Layar kedua perangkat memiliki ukuran dan teknologi panel yang sama, namun optimasi software dan efisiensi prosesor generasi terbaru membuat perbedaan besar dalam konsumsi daya. Samsung tampaknya fokus pada peningkatan efisiensi energi daripada meningkatkan kapasitas baterai secara fisik.
Peningkatan Daya Tahan Baterai Mencapai 3 Jam
Samsung telah melakukan optimasi signifikan pada konsumsi energi Exynos 2500, dan hasilnya terlihat jelas dalam pengujian. Galaxy S26 FE berhasil mengalahkan pendahulunya dengan selisih hampir 3 jam dalam skor Active Use Score, sebuah peningkatan yang substansial untuk generasi yang hanya berbeda satu tahun.
Pengujian menunjukkan peningkatan besar pada aktivitas browsing web dan pemutaran video, sementara waktu bicara dan daya tahan gaming juga mengalami peningkatan solid meski tidak sedramatis dua kategori pertama. Total waktu penggunaan aktif mencapai 14 jam 49 menit, jauh melampaui S25 FE yang hanya bertahan 11 jam 56 menit dan S24 FE dengan 11 jam 47 menit.
Perbandingan dengan Galaxy S26+ dan Kompetitor
Ketika dibandingkan dengan Galaxy S26+ yang menggunakan chipset Exynos 2600, hasilnya tidak terlalu mengesankan meski keduanya memiliki kapasitas baterai dan ukuran layar yang sama. S26+ menggunakan panel dengan resolusi lebih tinggi (1440p+ vs 1080p+), namun keunggulan teknologi LTPO yang dapat menurunkan refresh rate secara dinamis memberikan efisiensi lebih baik pada tes pemutaran video dan gaming.
Galaxy A57 dengan baterai 5.000mAh dan layar 6,7 inci 1080p+ OLED (non-LTPO) juga menjadi pembanding menarik. Meski menggunakan Exynos 1680 4nm dari generasi yang sama dengan Exynos 2400, A57 berhasil melampaui S25 FE lama, namun tetap kalah tipis dari S26 FE baru dalam hal daya tahan keseluruhan.
Kompetitor dari Brand Lain Unggul di Kapasitas
Smartphone dari brand lain umumnya bertahan lebih lama karena tidak mengikuti kebijakan konservatif Samsung dalam mengadopsi baterai berkapasitas besar. Nothing Phone (4a) Pro misalnya, dengan baterai 5.080mAh dan layar OLED 6,83 inci (1260p+, non-LTPO) berhasil sedikit mengungguli S26 FE meskipun hanya menggunakan chipset mid-range Snapdragon 7 Gen 4 (4nm).
Ini menunjukkan bahwa Samsung masih memiliki ruang untuk peningkatan dengan mengadopsi baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan desain atau ketebalan perangkat. Namun, optimasi software dan efisiensi chipset tetap menjadi faktor penting dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.
Kecepatan Pengisian Daya: Cepat Awal, Lambat Akhir
Samsung memperkenalkan sistem pengisian 60W tahun ini, namun fitur tersebut hanya tersedia di Galaxy S26 Ultra. S26 FE masih menggunakan pengisian kabel 45W yang sama dengan sebagian besar model Galaxy lainnya, sebuah spesifikasi yang tidak berubah dari generasi sebelumnya.
Meski demikian, kecepatan 45W ternyata cukup optimal untuk baterai 4.900mAh. Galaxy S26 FE mencapai 40% dalam 15 menit pertama dan 69% dalam 30 menit, hasil yang sedikit lebih baik dari klaim resmi Samsung yang menyebutkan 65% dalam 30 menit.
Kurva Pengisian Konservatif Samsung
Masalah utama muncul pada fase akhir pengisian di mana kecepatan menurun drastis. Meski memiliki start awal yang mengesankan, S26 FE tetap membutuhkan sekitar 1 jam 10 menit untuk pengisian penuh dari 0%, sama dengan durasi yang dibutuhkan Galaxy A57 dan S25 FE.
Galaxy S26+ menyelesaikan pengisian 7 menit lebih cepat dibanding S26 FE, meskipun keduanya hampir berimbang di checkpoint 15 dan 30 menit. Pola ini menunjukkan Samsung menggunakan kurva pengisian yang konservatif, kemungkinan untuk memperpanjang umur baterai dalam jangka panjang.
Konsistensi Kecepatan Charging Antar Generasi
Menariknya, kecepatan pengisian tidak mengalami perubahan dalam dua generasi terakhir. Galaxy S24 FE dengan baterai lebih kecil (4.700mAh) dan rating resmi hanya 25W mampu mencapai 100% dalam waktu yang sama: 1 jam 10 menit.
Kedua model setelahnya (S25 FE dan S26 FE) yang mengklaim kecepatan 45W tetap membutuhkan durasi pengisian identik. Strategi ini mengindikasikan Samsung lebih memprioritaskan kesehatan baterai jangka panjang daripada kecepatan charging maksimal, sebuah pendekatan yang menguntungkan bagi pengguna yang berencana menggunakan perangkat selama beberapa tahun.
Kesimpulan: Upgrade Worthwhile untuk Pemilik FE Lama
Samsung Galaxy S26 FE menawarkan peningkatan nyata dalam daya tahan baterai dengan total 14 jam 49 menit, jauh melampaui S25 FE (11 jam 56 menit) dan S24 FE (11 jam 47 menit). Bagi pemilik model FE generasi lama yang mengalami kesulitan bertahan seharian penuh, upgrade ke S26 FE patut dipertimbangkan.
Namun dari sisi kecepatan pengisian, tidak ada kemajuan signifikan dibanding dua generasi sebelumnya meskipun spesifikasi watt pada kertas meningkat. Pendekatan konservatif Samsung dalam manajemen pengisian daya memang mengorbankan kecepatan, namun memberikan manfaat jangka panjang berupa kesehatan baterai yang lebih terjaga untuk penggunaan multi-tahun.

Posting Komentar