Strategi Disney: Mengapa Avengers: Doomsday Pakai Format Infinity Vision?

Table of Contents
Gak Dapat Layar IMAX, Disney Bikin Format Sendiri untuk Avengers: Doomsday
Strategi Disney: Mengapa Avengers: Doomsday Pakai Format Infinity Vision?

VGI.CO.ID - Disney baru saja mengejutkan industri perfilman dengan memperkenalkan format baru bertajuk "Infinity Vision" menjelang perilisan film Avengers: Doomsday. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi kreatif atas terbatasnya akses terhadap layar IMAX yang telah dipesan oleh film pesaing.

Banyak penggemar awalnya berspekulasi bahwa Infinity Vision adalah sebuah inovasi teknologi layar atau proyektor canggih dari Disney. Nyatanya, format ini bukanlah perangkat keras baru, melainkan sebuah stempel sertifikasi standar kualitas bagi jaringan bioskop.

Apa Itu Sertifikasi Infinity Vision?

Disney memutuskan untuk tidak memproduksi layar atau proyektor sendiri guna menjamin kualitas penayangan film mereka di bioskop. Sebaliknya, mereka memberikan sertifikasi kepada studio Premium Large Format (PLF) yang sudah ada, seperti Dolby Cinema, Cinemark XD, atau Regal RPX.

Untuk mendapatkan predikat Infinity Vision, sebuah bioskop wajib memenuhi standar teknis minimum yang ditetapkan oleh pihak Disney. Standar ini mewajibkan lebar layar bioskop minimal 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Selain ukuran layar, bioskop tersebut harus menggunakan proyektor laser untuk menjamin ketajaman warna dan tingkat kecerahan yang optimal. Aspek audio juga menjadi perhatian utama dengan kewajiban menggunakan sistem suara surround Dolby 7.1-channel atau yang lebih tinggi.

Persaingan Sengit dengan Dune: Part Three

Alasan utama di balik kebijakan ini adalah persaingan ketat dalam jadwal penayangan film layar lebar di akhir tahun. Avengers: Doomsday dan film raksasa Warner Bros., Dune: Part Three, dijadwalkan tayang pada tanggal yang sama, yakni 18 Desember.

Apa Itu Sertifikasi Infinity Vision?

Sutradara Dune: Part Three, Denis Villeneuve, secara eksklusif menggunakan kamera IMAX untuk seluruh proses pengambilan gambar. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi Dune untuk menguasai akses eksklusif di sekitar 400 layar IMAX di Amerika Utara selama tiga minggu penuh.

Dampak Ekonomi dan Sejarah Industri

Kehilangan akses terhadap jaringan IMAX tentu menjadi ancaman serius bagi potensi pendapatan box office Disney. Layar premium atau PLF menyumbang porsi pendapatan yang signifikan, yakni sebesar 9,1% atau setara dengan $600 juta pada tahun 2024.

Langkah Disney untuk membuat sertifikasi standar ini sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia industri perfilman dunia. Pada tahun 1983, Lucasfilm pernah melakukan hal serupa dengan meluncurkan sertifikasi THX menjelang perilisan film Return of the Jedi.

Tujuan utama dari inisiatif Lucasfilm kala itu adalah untuk memastikan bahwa kualitas audio dan visual di bioskop memenuhi standar minimal mereka. Kini, Disney mengadopsi pendekatan serupa untuk menjaga kualitas pengalaman menonton Avengers: Doomsday di berbagai layar premium.

Uji Coba dan Penerapan

Sertifikasi Infinity Vision ini akan mulai diuji coba pertama kali pada penayangan ulang film Avengers: Endgame pada bulan September mendatang. Setelah itu, sistem ini akan diterapkan sepenuhnya ketika Avengers: Doomsday resmi mengguncang bioskop pada bulan Desember nanti.

Dengan strategi ini, Disney tetap optimis mampu meraup keuntungan maksimal meskipun tidak mendapatkan jatah layar IMAX utama. Penggemar dapat menantikan pengalaman sinematik yang setara dengan kualitas premium melalui stempel Infinity Vision di bioskop kesayangan mereka.

Posting Komentar