Respons Cepat Pemprov Jateng atas Kecelakaan Maut di Perlintasan KA Kokrosono

Table of Contents
Pemprov Jateng Beri Perhatian dan Pendampingan Korban Kecelakaan Perlintasan KA Kokrosono Semarang
Respons Cepat Pemprov Jateng atas Kecelakaan Maut di Perlintasan KA Kokrosono

VGI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah memberikan perhatian penuh kepada para korban kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kota Semarang. Langkah ini diambil menyusul kondisi para korban yang masih memerlukan perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi para korban di rumah sakit segera setelah menerima instruksi dari Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa kendala berarti.

Kondisi Terkini Korban di RSUP Dr. Kariadi

Kecelakaan tragis yang terjadi tersebut melibatkan tiga orang korban dengan status yang berbeda-beda. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni HRA yang berusia 9 tahun serta Rujito yang berusia 45 tahun.

HRA dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit, sementara Rujito mengembuskan napas terakhir ketika sedang menjalani tindakan medis. Saat ini, hanya satu korban selamat yang tersisa, yaitu ZIA yang berusia 12 tahun.

Zulfachmi Wahab menjelaskan bahwa ZIA saat ini masih dalam kondisi kurang baik dan dirawat intensif di Ruang PICU RSUP Dr. Kariadi. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan atensi serta dukungan maksimal terkait seluruh pembiayaan rumah sakit bagi pasien tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 21 Juli 2026. Selain pembiayaan yang telah ditanggung oleh Jasa Raharja, Pemprov Jateng juga terus memantau perkembangan kesehatan korban luka berat secara berkala.

Dukungan dari pemerintah tidak hanya terbatas pada aspek finansial saja. Pendampingan psikologis kepada keluarga korban juga dilakukan secara intensif, mengingat ibu dari korban merupakan pegawai puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan.

Kondisi Terkini Korban di RSUP Dr. Kariadi

Kronologi Kejadian dan Instruksi Gubernur

Kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono ini tercatat terjadi pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban Rujito sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan tujuan mengantar dua keponakannya berangkat ke sekolah.

Nahas, sepeda motor tersebut tertabrak kereta barang yang melaju dari arah Barat menuju ke Timur tepat di perlintasan kereta api. Peristiwa ini terjadi di tengah suasana pagi yang sibuk saat anak-anak sedang bersiap memulai tahun ajaran baru.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., secara langsung menyampaikan belasungkawa saat melayat ke rumah duka di Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Beliau mengungkapkan bahwa peristiwa ini sangat menyentuh hati dan menjadi duka mendalam bagi pemerintah provinsi.

Gubernur mengajak masyarakat luas untuk mendoakan almarhum yang telah berpulang agar mendapatkan husnul khatimah. Selain itu, beliau juga mendoakan agar korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Upaya Preventif untuk Keselamatan Perlintasan

Terkait pemulihan korban, Gubernur telah memberikan perintah khusus agar pihak rumah sakit memberikan bantuan penuh kepada pihak keluarga. Dinas Kesehatan juga diminta untuk terus berkoordinasi agar segala penderitaan yang dirasakan keluarga korban dapat diringankan secara maksimal.

Peristiwa ini ditegaskan oleh Gubernur sebagai pelajaran penting agar masyarakat lebih disiplin serta berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Masyarakat diminta untuk tidak sekali-kali menerobos perlintasan, baik ketika petugas memberikan peringatan maupun saat sirene perlintasan telah berbunyi.

Gubernur menekankan bahwa apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, masyarakat harus segera berhenti meskipun palang pintu belum turun sepenuhnya. Hal ini merupakan perhatian serius agar insiden kecelakaan serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Posting Komentar