Puan Maharani Dorong Penguatan Sentralitas ASEAN di Sidang AIPA Caucus

Table of Contents
Puan Dorong Penguatan Sentralitas ASEAN di Sidang AIPA Caucus
Puan Maharani Dorong Penguatan Sentralitas ASEAN di Sidang AIPA Caucus

VGI.CO.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi membuka Sidang ke-17 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Dalam forum tersebut, Puan menekankan pentingnya penguatan sentralitas ASEAN sebagai navigasi utama di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Sidang Kaukus ke-17 ini diselenggarakan secara hybrid, mengombinasikan kehadiran fisik di Gedung Nusantara dengan partisipasi virtual dari delegasi negara-negara anggota. DPR RI, yang bertindak sebagai tuan rumah, memimpin jalannya persidangan di Jakarta sementara perwakilan anggota mengikuti agenda dari negara mereka masing-masing.

Forum ini mengusung tema besar yaitu "The Role of Parliament in Strengthening ASEAN Centrality in Navigating Complex Global Challenges". Puan Maharani menyambut hangat para delegasi dan menegaskan komitmen Indonesia dalam memajukan agenda regional yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Asia Tenggara.

Partisipasi Pimpinan DPR dan Mekanisme AIPA

Saat membuka sidang, Puan didampingi oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat beserta jajaran pimpinan dan anggota BKSAP lainnya. Sekretaris Jenderal AIPA, Chem Widhya, juga turut hadir secara langsung untuk mengikuti jalannya persidangan kaukus tahun ini.

Kaukus AIPA merupakan mekanisme krusial dalam ASEAN Inter-Parliamentary Assembly yang bertujuan mengembangkan inisiatif legislatif bersama antarnegara anggota. Melalui forum ini, para parlemen berupaya menyelaraskan hukum, mengawasi implementasi resolusi, serta memfasilitasi Tripartite Forum yang mempertemukan anggota parlemen, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis.

AIPA sendiri merupakan forum parlemen negara-negara ASEAN yang salah satu agenda rutinnya adalah AIPA Kaukus, di mana tahun 2026 ini Indonesia memegang presidensi. Forum ini merupakan keberlanjutan dari semangat dialog AIPA dengan Parlemen Anggota dan Peninjau yang telah disepakati pada Sidang Umum AIPA ke-46 di Kuala Lumpur tahun 2025.

Menjaga Stabilitas Melalui Nilai ASEAN Way

Dalam sambutannya, Puan menyoroti situasi dunia saat ini di mana penghormatan terhadap hukum internasional kerap dipertanyakan oleh berbagai aktor global. Ia menambahkan bahwa sistem multilateral kini menghadapi krisis legitimasi di tengah meningkatnya kecenderungan unilateral yang terus mengancam perdamaian dunia.

Partisipasi Pimpinan DPR dan Mekanisme AIPA

Menanggapi situasi tersebut, Puan menegaskan bahwa AIPA harus memperkokoh komitmen untuk menjaga sentralitas ASEAN sebagai penggerak utama politik dan keamanan kawasan. Sentralitas ini, menurutnya, bertumpu pada kekuatan nilai-nilai "ASEAN Way" yang mengedepankan dialog, konsensus, dan kerja sama yang erat antarnegara.

Sebagai jembatan demokratis antara aspirasi rakyat dan kebijakan kawasan, parlemen memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal soliditas ASEAN. Puan menyebutkan bahwa parlemen merupakan bagian integral dari sikap kolektif masyarakat ASEAN dalam memproyeksikan posisi bersama di tengah dinamika geopolitik global.

Visi dan Fokus Isu Strategis

Tema sidang tahun ini dinilai sangat selaras dengan visi jangka panjang yaitu Visi Komunitas ASEAN 2045 yang inklusif, tangguh, dan adaptif. Puan menekankan bahwa keberhasilan visi tersebut bergantung pada kemampuan negara-negara anggota untuk merespons berbagai tantangan global secara kolektif dan konstruktif.

Sidang Kaukus ke-17 ini mendalami penguatan tata kelola perdamaian yang inklusif dengan melibatkan peran aktif perempuan dan pemuda dalam pembangunan. Dimensi ini dipandang sebagai fondasi penting bagi ketahanan dan stabilitas kawasan yang dipimpin langsung oleh negara-negara ASEAN.

Selain isu perdamaian, forum ini juga fokus pada kontribusi AIPA dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Puan menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab legislatif yang harus diterjemahkan menjadi regulasi dan pengawasan nyata di setiap negara anggota.

Momentum Peringatan Sejarah dan Masa Depan

Dialog AIPA Caucus kali ini dinilai sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) in Southeast Asia. Puan mengingatkan bahwa perdamaian dan kemakmuran yang dinikmati selama lima dekade ini adalah hasil kerja keras bersama dalam membangun kawasan yang inklusif.

Di akhir sesi pembukaan, Puan menunjuk Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat untuk memimpin jalannya persidangan secara teknis sebagai ketua sidang. Pertemuan ini diharapkan menjadi bukti nyata peran strategis parlemen dalam mengamankan masa depan ASEAN yang stabil, damai, dan sejahtera bagi generasi mendatang.

Posting Komentar