Investasi MSTR Anjlok 72 Persen: Mengapa Saylor Tetap Optimistis?

Table of Contents
$219,000 to $60,000: Investor's MSTR Bet for Kids Takes a Big Hit, but Bitcoin Bull Michael Saylor Isn't  - Benzinga
Investasi MSTR Anjlok 72 Persen: Mengapa Saylor Tetap Optimistis?

VGI.CO.ID - Eksekutif Strategy Inc. (NASDAQ:MSTR) secara resmi bergerak untuk menenangkan para investor yang mengalami kerugian portofolio cukup signifikan akibat runtuhnya nilai saham perusahaan di tengah fase pasar bearish saat ini. Langkah komunikasi taktis ini diambil secara langsung oleh jajaran manajemen puncak guna merespons keluhan yang disampaikan oleh salah satu pemegang saham utama dalam sesi tanya jawab (Q&A) yang digelar pada hari Senin lalu.

Dalam forum tersebut, seorang investor ritel bernama Rob membagikan kisah pilunya setelah menginvestasikan dana sebesar $73.000 (setara Rp1,15 miliar) dalam bentuk instrumen saham MSTR demi masa depan masing-masing dari ketiga anak kandungnya. Rob mengambil keputusan finansial yang sangat berani tersebut karena didorong oleh keyakinan penuh terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang dari saham yang memiliki eksposur masif terhadap aset kripto ini.

Keluhan Investor Ritel Terkait Penurunan Drastis Portofolio Saham MSTR

Namun, akibat penurunan pasar yang sangat ekstrem, nilai investasi per anak yang semula bernilai $73.000 kini telah menyusut drastis hingga hanya menyisakan $20.000 saja per portofolio. Penurunan nilai aset yang sangat tajam tersebut secara otomatis memangkas total dana masa depan anak-anaknya dari angka $219.000 menjadi hanya tersisa $60.000.

“Istilah 'potensi' yang sering digaungkan manajemen kini telah bergeser fungsi hanya menjadi sebuah perjuangan keras untuk sekadar mencapai titik impas investasi kami,” keluh Rob dengan nada kecewa dalam forum pemegang saham tersebut. Dia juga secara terbuka mengkritik kebijakan manajemen dengan menyatakan bahwa para pemegang saham biasa MSTR seolah-olah ditempatkan pada posisi prioritas paling rendah.

CEO Strategy Inc., Phong Le, segera menepis anggapan tersebut dengan menegaskan bahwa kesejahteraan pemegang saham biasa tetap menjadi fokus dan prioritas paling utama bagi perusahaan. Kendati demikian, Le memberikan penjelasan teknis bahwa saham MSTR memang sengaja dirancang secara khusus untuk memberikan eksposur Bitcoin yang jauh lebih besar dan teramplifikasi bagi para investornya.

Struktur Leverage Saham MSTR Terhadap Pergerakan Bitcoin

Skema leverage yang melekat pada struktur saham ini memungkinkannya untuk mencatatkan kinerja luar biasa melampaui kenaikan Bitcoin saat pasar sedang mengalami masa keemasan (bull market). Namun konsekuensinya, para pemegang saham juga harus bersiap menghadapi risiko penurunan yang jauh lebih dalam dibandingkan aset kripto utamanya saat pasar berbalik arah ke zona merah.

Sebagai perbandingan riil di pasar, harga Bitcoin tercatat mengalami penurunan sekitar 40% dari level tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang baru saja dicapainya pada bulan Oktober 2025 lalu. Di sisi lain, saham MSTR justru mengalami kejatuhan yang jauh lebih parah dengan anjlok hingga 79% dari rekor tertinggi sejarahnya yang sempat disentuh pada bulan November 2024.

Menghadapi volatilitas ekstrem ini, Phong Le mengimbau Rob dan investor lainnya untuk tetap menjaga komitmen serta kepercayaan mereka terhadap kinerja aset dasar digital yang mendasarinya. Le optimis bahwa begitu harga Bitcoin di pasar global mulai merangkak naik dan pulih, maka pergerakan saham MSTR akan segera mengikuti tren positif tersebut dan memberikan imbal hasil berlipat ganda.

Keluhan Investor Ritel Terkait Penurunan Drastis Portofolio Saham MSTR

Di pasar kripto global sendiri, Bitcoin baru-baru ini menunjukkan taji dengan melonjak melampaui level psikologis $72.000 per koin, memicu likuidasi posisi short senilai $3 miliar yang mengejutkan pasar derivatif. Kenaikan cepat ini juga sempat membuat performa akumulasi Bitcoin melampaui emas, yang selama ini dikenal sebagai aset pelindung nilai tradisional paling aman di dunia.

Namun, reli kenaikan ini tidak lepas dari kritik pedas tokoh keuangan Peter Schiff, yang memperingatkan publik bahwa pergerakan naik Bitcoin tersebut hanyalah sebuah jebakan pasar palsu (fakeout). Analis teknikal lainnya juga memperingatkan adanya potensi pembentukan titik terendah baru jika mata uang kripto nomor satu ini gagal menembus zona resistensi kuat yang saat ini menghadang perkembangannya.

Strategi Jangka Panjang dan Proyeksi Finansial Michael Saylor

Ketua Dewan Komisaris Strategy Inc. sekaligus tokoh legendaris pendukung Bitcoin, Michael Saylor, turut angkat bicara guna memberikan perspektif makro bagi para pemegang saham yang sedang cemas. Saylor menekankan bahwa keputusan untuk masuk dan berinvestasi di saham MSTR membutuhkan cakrawala waktu investasi minimal 4 tahun, dengan jangka waktu 7 hingga 10 tahun sebagai masa kepemilikan yang paling ideal.

Dia secara jujur memaparkan bahwa membeli saham MSTR berarti investor harus siap secara mental untuk menghadapi fluktuasi harga ekstrem yang menyerupai perjalanan mendebarkan di atas kereta luncur (roller-coaster). Karakteristik volatilitas yang sangat tinggi ini menuntut ketahanan psikologis yang kuat dari setiap pemegang saham agar tidak melakukan kepanikan massal saat pasar terkoreksi.

“Saya sangat memahami kepedihan finansial yang Anda rasakan, namun kita semua harus bersiap untuk melewati tahun-tahun yang penuh dengan tantangan berat ini,” ungkap Michael Saylor secara langsung kepada Rob. Dia juga menambahkan bahwa investor mungkin harus bersabar melintasi periode sulit selama beberapa bulan hingga dua tahun sebelum strategi akumulasi aset perusahaan mulai bekerja memberikan keuntungan optimal bagi ekuitas pemegang saham.

Di tengah gejolak pasar ini, Strategy Inc. terpantau telah menangguhkan aktivitas pembelian Bitcoin baru mereka selama tujuh minggu terakhir meskipun kondisi pasar terus berubah. Penangguhan aktivitas belanja aset kripto ini tetap diberlakukan walaupun perusahaan baru saja berhasil menghimpun dana segar senilai $333,7 juta dari hasil aksi korporasi penjualan saham terbarunya.

Manajemen memutuskan untuk mengalokasikan dana tersebut guna membeli kembali (buyback) saham preferen STRC senilai $132,2 juta serta membayar kewajiban dividen STRC sebesar $52,4 juta. Langkah taktis ini diselesaikan dengan menyisihkan sisa dana sekitar $150 juta untuk dimasukkan langsung ke dalam cadangan kas berdenominasi dolar AS demi memperkokoh fundamental likuiditas internal perusahaan.

Terlepas dari penangguhan belanja sementara tersebut, Michael Saylor sebelumnya sempat membuat proyeksi optimistis bahwa Bitcoin akan mencatat pertumbuhan konsisten sebesar 30% per tahun selama kurun waktu 20 tahun mendatang. Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, Saylor memprediksi aset digital ini memiliki potensi besar untuk melampaui kinerja indeks S&P 500 sebanyak 1,5 hingga dua kali lipat dalam jangka panjang.

Pada saat pelaporan berita ini diturunkan, harga Bitcoin terpantau sedang diperdagangkan pada level $74.648,68, menunjukkan apresiasi harian sebesar 7,98% dalam 24 jam terakhir menurut data terbaru dari Benzinga Pro. Penguatan pasar kripto ini langsung memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham MSTR yang terpantau naik tipis 1,35% dalam sesi perdagangan pasca-jam kerja (after-hours).

Pada penutupan perdagangan reguler hari Kamis sebelumnya, saham MSTR sendiri tercatat melesat sebesar 7,81% hingga berakhir pada level harga $112,39 per lembar saham. Meskipun menunjukkan pemulihan performa jangka pendek yang sangat impresif, evaluasi berkala dari Benzinga’s Edge Stock Rankings menunjukkan tren harga jangka menengah dan panjang MSTR secara umum masih dinilai lemah.

Posting Komentar