Emiten Omzetnya Rp 20 T, PBV Cuma 0,62: Bedah Kinerja Indika Energy
VGI.CO.ID - PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali memperkuat diversifikasi bisnisnya dengan mendirikan dua anak usaha baru melalui unit bisnis logistik dan pelabuhan. Langkah strategis ini dilakukan di tengah catatan kinerja perusahaan yang menunjukkan valuasi menarik bagi para investor, yakni dengan rasio PBV di kisaran 0,62 kali.
Ekspansi Bisnis Baru Indika Energy
Kedua anak usaha tersebut, PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi, resmi dibentuk sebagai entitas pendukung kegiatan operasional perusahaan ke depannya. Kepemilikan saham di kedua perusahaan ini dibagi sebesar 51% oleh PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan 49% oleh PT Interport Mandiri Utama (IMU).
Stockbit Sekuritas dalam catatannya mengonfirmasi pendirian entitas baru ini merujuk pada keterbukaan informasi yang telah disampaikan oleh pihak manajemen Indika Energy. Informasi ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang memantau perkembangan ekspansi perusahaan energi nasional tersebut.
Fokus Sektor Anak Usaha
Secara spesifik, entitas-entitas baru ini diproyeksikan untuk bergerak di sektor konsultasi manajemen serta perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak. Selain itu, mereka akan menyasar bidang angkutan multimoda, angkutan barang bermotor, hingga pelayanan kepelabuhanan laut yang menjadi fokus strategis perusahaan.
Meskipun struktur kepemilikan sudah jelas, pihak manajemen INDY hingga saat ini belum memberikan perincian mendalam mengenai rencana bisnis spesifik yang akan dijalankan. Belum ada pula pernyataan resmi terkait besaran rencana investasi lanjutan yang akan digelontorkan untuk mendukung pertumbuhan kedua anak usaha tersebut.
Kinerja Keuangan yang Solid
Kinerja fundamental INDY menjadi sorotan utama pasar terutama setelah mencatatkan pendapatan fantastis sepanjang semester I-2026. Emiten omzetnya Rp 20 T, PBV cuma 0,62 ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 1,14 miliar atau setara dengan Rp 20,47 triliun.
Capaian pendapatan tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada semester I-2025. Sebelumnya, pada tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 956,81 juta yang mencerminkan tren pertumbuhan positif secara tahunan.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perusahaan juga mencatatkan angka yang lebih menjanjikan di enam bulan pertama tahun 2026. Laba bersih tercatat melonjak menjadi US$ 10,19 juta, naik jauh dari capaian US$ 2,24 juta pada periode yang sama di tahun 2025.
Analisis Performa Saham di Bursa
Respon positif dari pelaku pasar terlihat dari pergerakan harga saham INDY yang menguat 2,40% ke level Rp 2.560 per lembar pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Aktivitas perdagangan saham ini pun cukup ramai dengan volume sebanyak 13,44 juta saham yang berpindah tangan.
Frekuensi transaksi pada hari tersebut tercatat sebanyak 4.096 kali dengan nilai transaksi total mencapai Rp 33,84 miliar. Tingginya aktivitas perdagangan ini menunjukkan minat investor yang masih kuat terhadap emiten energi tersebut di bursa efek.
Valuasi Murah di Pasar
Salah satu daya tarik utama bagi investor saham saat ini adalah rasio valuasi yang tergolong murah, yaitu price to book value (PBV) di kisaran 0,62 kali. Rasio ini digunakan investor untuk membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham yang dimiliki perusahaan.
Pendirian anak usaha baru ini bisa menjadi langkah diversifikasi yang krusial bagi Indika Energy dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja jangka panjang. Investor kini menantikan rincian strategi bisnis yang akan dijalankan oleh PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi ke depannya.

Posting Komentar