Di Kaukus AIPA, Puan Maharani Ajak Parlemen Kawasan Perkuat ASEAN Way
VGI.CO.ID - Jakarta, Rabu (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi membuka diskusi strategis dalam Kaukus Ke-17 Majelis Antarparlemen se-ASEAN (AIPA) yang berlangsung di Jakarta. Dalam forum bergengsi tersebut, Puan menyerukan kepada seluruh parlemen negara kawasan untuk memperkuat kembali nilai-nilai utama yang terkandung dalam ASEAN Way.
ASEAN Way merupakan prinsip dasar yang menekankan pada pentingnya musyawarah dan konsensus dalam setiap pengambilan keputusan regional. Selain itu, prinsip ini secara konsisten mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara melalui sikap saling menghormati dan tidak mencampuri urusan domestik sesama anggota.
Memperkuat Fondasi ASEAN Way di Tengah Krisis
Puan Maharani menegaskan bahwa di tengah krisis legitimasi yang menimpa sistem multilateral global saat ini, sentralitas ASEAN menjadi sangat krusial untuk diperkuat. Kawasan ini harus tetap menjadi penggerak utama dalam berbagai hubungan strategis, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, maupun keamanan.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan kembali bahwa sentralitas ASEAN sangat bertumpu pada kesungguhan seluruh negara anggota untuk memperkuat persatuan dan kepercayaan kawasan. Fondasi utama dari kerja sama ini tidak lain adalah nilai-nilai luhur yang telah lama dijunjung tinggi oleh ASEAN Way.
Sentralitas ASEAN sebagai Arsitektur Kawasan
Bagi Puan, sentralitas ASEAN yang berlandaskan pada penguatan ASEAN Way merupakan arsitektur vital bagi kawasan untuk meningkatkan kredibilitas di panggung regional dan global. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki komitmen penuh untuk terus mengupayakan soliditas ASEAN di masa depan.
Indonesia akan terus bekerja keras agar ASEAN tetap relevan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin multipolar. Sentralitas ASEAN diharapkan mampu menjadi navigasi utama bagi seluruh negara anggota dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Peran Vital Parlemen sebagai Jembatan Demokrasi
Kaukus Ke-17 AIPA yang digelar oleh Indonesia selaku tuan rumah mengangkat tema sentral bertajuk "Peran Parlemen dalam Memperkuat Sentralitas ASEAN dalam Menavigasi Tantangan Global yang Kompleks". Puan meyakini bahwa parlemen memainkan peran yang sangat signifikan dalam upaya bersama menjaga stabilitas regional.
Menurutnya, parlemen merupakan jembatan demokratis yang menghubungkan aspirasi rakyat secara langsung dengan arah kebijakan kawasan. Pertemuan dan dialog yang terjalin dalam kaukus ini merupakan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan ASEAN sebagai komunitas yang lebih inklusif, tangguh, dan adaptif.
Peringatan 50 Tahun TAC dan Harapan Masa Depan
Puan juga menyampaikan bahwa kaukus AIPA kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan momen peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Upaya kolektif dalam membangun kawasan yang inklusif selama setengah abad ini telah terbukti membuahkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.
Ia menekankan bahwa ASEAN Way telah menjadi kekuatan utama yang menopang sentralitas ASEAN serta menjaga stabilitas kawasan dari berbagai ancaman. Nilai-nilai berharga tersebut harus terus diperkuat dan diwariskan kepada generasi ASEAN berikutnya untuk memastikan keberlanjutan masa depan kawasan.
Komitmen Indonesia untuk menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip multilateralisme menjadi cerminan dari semangat dialog dan kolaborasi yang diusung dalam pertemuan ini. Dengan memperkuat peran parlemen, diharapkan ASEAN dapat terus melangkah maju sebagai aktor regional yang diperhitungkan oleh dunia.

Posting Komentar