Resmi IPO Hari Ini, RANS Bantah Rumor Pencucian Uang

Table of Contents
Resmi IPO hari ini, RANS bantah rumor terkait dengan pencucian uang - ANTARA News
Resmi IPO Hari Ini, RANS Bantah Rumor Pencucian Uang

VGI.CO.ID - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk secara resmi telah mencatatkan saham perdana mereka di Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat (10/7) dengan kode saham RANS, sekaligus menepis isu miring terkait aktivitas pencucian uang yang beredar luas di tengah masyarakat. Manajemen menegaskan bahwa keberhasilan melantai di bursa merupakan bukti nyata transparansi keuangan mereka yang bersih dari praktik ilegal.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan di Jakarta bahwa tudingan keterlibatan perusahaan dalam pencucian uang hanyalah rumor tak berdasar yang bertolak belakang dengan fakta hukum yang ada. Ia menyatakan bahwa seluruh proses go public dijalankan dengan integritas tinggi dan kepatuhan penuh terhadap hukum regulasi pasar modal Indonesia.

Komitmen Transparansi dan Kepatuhan Terhadap Regulasi OJK

Pihak manajemen menjelaskan bahwa seluruh tahapan IPO telah berjalan di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk dapat melantai di bursa, setiap calon emiten diwajibkan melewati proses uji kelayakan yang sangat mendalam dengan menjawab ratusan halaman pertanyaan dari regulator.

Proses pengawasan dan uji kelayakan tersebut mencakup pemeriksaan menyeluruh pada tiga aspek utama, yaitu keterbukaan dari sisi hukum, akuntansi keuangan, dan penyajian informasi publik. Dari segi hukum, seluruh transaksi korporasi wajib didukung dokumen yang sah, sementara dari segi akuntansi, seluruh aliran dana harus tercatat secara transparan tanpa pengecualian.

Tingginya tingkat kepercayaan para investor institusional terhadap masa depan bisnis RANS sebenarnya sudah tecermin sejak beberapa tahun sebelum pelaksanaan penawaran umum perdana ini dilakukan. Hal tersebut dibuktikan saat grup media besar Emtek masuk sebagai investor strategis pada tahun 2021 dengan menyuntikkan dana segar sebesar Rp248 miliar.

Investasi bernilai fantastis tersebut ditujukan untuk mengakuisisi sekitar 17 hingga 18 persen saham perseroan ketika valuasi RANS saat itu baru menyentuh angka Rp1,3 triliun. Seiring dengan perkembangan ekosistem bisnis digital dan hiburan yang masif, kini valuasi korporasi bentukan selebritas tersebut telah melonjak hingga melebihi Rp2 triliun.

Emiten baru ini juga berkomitmen mendukung penuh langkah reformasi otoritas bursa yang bertujuan meningkatkan integritas pasar modal Indonesia secara menyeluruh. Kepatuhan tersebut ditunjukkan dengan memenuhi kewajiban batas minimal saham publik (free float) sebesar 15 persen serta transparansi kepemilikan di atas 1 persen.

Saat ini porsi saham RANS yang diperdagangkan secara bebas oleh publik di lantai bursa telah melampaui ketentuan minimum tersebut dengan persentase di atas 20 persen. Hal ini mempermudah pengawasan publik sekaligus memastikan likuiditas saham perusahaan bergerak secara wajar dan transparan di pasar sekunder.

Valuasi Berbasis Kreativitas dan Ekosistem Media

Komitmen Transparansi dan Kepatuhan Terhadap Regulasi OJK

Selaku penjamin pelaksana emisi efek, Trimegah Sekuritas Indonesia berpendapat bahwa valuasi bisnis RANS tidak bisa dinilai hanya dengan menggunakan alat ukur keuangan konvensional. Bisnis yang digeluti perusahaan ini bertumpu pada kekuatan kreativitas dan hak kekayaan intelektual sebagai aset utama yang terus berkembang.

Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia, David Agus, menjabarkan bagaimana proses pembentukan nilai ekonomi perusahaan yang dimulai dari ide kreatif hingga menghasilkan pengaruh sosial yang besar. Pengaruh tersebut kemudian berhasil membangun basis pengikut setia berskala raksasa yang pada akhirnya membuka peluang monetisasi bisnis yang sangat menguntungkan.

Penggunaan indikator keuangan tradisional seperti Price to Earnings Ratio (PER) maupun Price to Book Value (PBV) dinilai kurang tepat untuk mengukur potensi bisnis berbasis komunitas ini. Nilai dari kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kekuatan jaringan pengaruh dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina merupakan faktor intangible yang sulit dikuantifikasi.

Dari sisi analisis fundamental perusahaan, susunan pemegang saham RANS diisi oleh deretan investor berpengalaman yang memiliki pemahaman mendalam tentang industri media nasional. Kolaborasi para pemegang saham strategis ini memberikan pondasi bisnis yang kokoh dan arah pengembangan korporasi yang lebih terukur untuk jangka panjang.

Kendati ketergantungan pada figur pendiri sering dianggap sebagai risiko investasi utama oleh sebagian pelaku pasar, kondisi riil operasional RANS kini telah menunjukkan perubahan signifikan. Pendapatan serta profitabilitas perseroan saat ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada figur pribadi Raffi Ahmad atau Nagita Slavina karena diversifikasi unit usaha yang berjalan baik.

Performa Perdagangan Saham Perdana RANS di Lantai Bursa

Pada hari perdana pencatatan sahamnya di bursa, saham RANS langsung menunjukkan performa gemilang dengan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) setelah melonjak sebesar 34,12 persen. Saham dibuka dan bertahan solid di level Rp228 per lembar saham, naik 58 poin dari harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar Rp170.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 14.23 WIB, volume transaksi saham RANS tercatat mencapai 7,11 juta saham dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp1,62 miliar. Aktivitas perdagangan yang sangat aktif tersebut berhasil mendorong nilai kapitalisasi pasar RANS meroket hingga menembus angka Rp2,87 triliun.

Struktur kepemilikan saham setelah IPO menunjukkan Raffi Farid Ahmad memegang porsi mayoritas sebesar 62,93 persen, disusul oleh masyarakat umum yang memiliki porsi kepemilikan sebesar 20,02 persen. Sisa saham lainnya terbagi secara rinci kepada investor strategis termasuk PT Indonesia Entertainmen Grup sebesar 7,23 persen dan beberapa nama tokoh publik lainnya seperti Kaesang Pangarep.

Manajemen RANS berencana mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp161,5 miliar dari total perolehan Rp429,25 miliar untuk membiayai produksi dan penyelenggaraan 16 konser musik nasional. Proyek hiburan berskala besar ini diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan pendapatan baru yang berkelanjutan bagi kelangsungan bisnis perseroan di masa mendatang.

Posting Komentar