Mbappé Loloskan Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026

Table of Contents
Mbappé stunner ends Morocco resistance to send France into World Cup semi-finals | World Cup 2026 | The Guardian
Mbappé Loloskan Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026

VGI.CO.ID - Kemenangan meyakinkan berhasil diraih oleh tim nasional Prancis yang sukses melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan perlawanan sengit dari tim nasional Maroko dengan skor akhir 2-0 tanpa balas. Bintang utama lini serang Les Bleus, Kylian Mbappé, tampil luar biasa menjadi aktor protagonis utama kemenangan tersebut lewat sumbangan satu gol spektakuler serta satu umpan matang yang berbuah gol kedua.

Pertandingan krusial ini sejatinya merupakan laga ulangan semifinal Piala Dunia 2022 Qatar lalu di mana skuad Singa Atlas membawa misi balas dendam dengan organisasi permainan yang sangat disiplin sejak sepak mula dimulai. Namun, kualitas lini serang Prancis yang dihuni talenta-talenta kelas dunia memaksa Maroko untuk lebih banyak bertahan dan menerima gempuran bertubi-tubi di area pertahanan mereka sendiri.

Skuad asuhan Didier Deschamps hampir saja membuka keunggulan lebih cepat pada babak pertama setelah pergerakan lincah Kylian Mbappé di area terlarang terpaksa dihentikan secara ilegal oleh bek sayap Noussair Mazraoui. Peluang emas tersebut bermula dari kejelian Desiré Doué yang berhasil merebut penguasaan bola dari Achraf Hakimi sebelum menyodorkannya kepada Michael Olise untuk dikirim ke jantung pertahanan lawan.

Akan tetapi, keputusan wasit memberikan hadiah penalti harus tertunda cukup lama karena adanya proses peninjauan ulang melalui sistem asisten wasit video atau VAR yang memakan durasi hingga tiga menit sepuluh detik. Jeda waktu yang tidak biasa tersebut tampaknya mengganggu fokus Mbappé karena eksekusi penaltinya yang mengarah lemah ke sisi kiri berhasil ditepis dengan mudah oleh Yassine Bounou.

Penyelamatan gemilang dari penjaga gawang spesialis penalti tersebut tercatat sebagai momen pertama kalinya Bounou mementahkan tendangan penalti dalam waktu normal sepanjang karier internasionalnya bersama Maroko. Kegagalan tersebut sempat membangkitkan moral bertarung skuad Maroko untuk terus merapatkan barisan pertahanan mereka dari gempuran tanpa henti yang dilancarkan oleh para pemain Prancis.

Dominasi Les Bleus sepanjang babak pertama sebenarnya sangat terlihat jelas melalui statistik yang menunjukkan mereka berhasil menciptakan setidaknya tiga belas peluang berbahaya sebelum jeda turun minum tiba. Penyelamatan heroik Bounou saat menepis sundulan Dayot Upamecano serta tembakan keras Lucas Digne yang membentur mistar gawang menjadi penyelamat Maroko dari kebobolan di paruh pertama.

Pecah Kebuntuan Lewat Aksi Individu Kelas Dunia

Di sisi lain, Maroko yang tidak diperkuat oleh gelandang andalan Ismael Saibari akibat cedera terpaksa melakukan perubahan taktik dengan memasukkan pemain muda potensial asal klub Sunderland, Chemsdine Talbi. Kehadiran Talbi di sisi kiri penyerangan diharapkan mampu merepotkan bek kanan Prancis Jules Koundé sebagaimana yang pernah dilakukan Sofiane Boufal pada pertemuan mereka empat tahun silam.

Namun, pressing ketat yang diterapkan oleh barisan gelandang Prancis membuat Talbi lebih banyak menghabiskan energinya untuk membantu pertahanan ketimbang melancarkan serangan berbahaya ke area pertahanan lawan. Pola permainan bertahan total ini membuat Maroko praktis tidak memiliki banyak pilihan selain merapatkan barisan dan berharap bisa menyeret pertandingan hingga babak adu penalti.

Pecah Kebuntuan Lewat Aksi Individu Kelas Dunia

Memasuki babak kedua, irama permainan Prancis sempat mengalami penurunan konsistensi yang membuat alur serangan mereka tidak seefektif pada fase grup maupun babak 32 besar saat menyingkirkan Swedia. Kylian Mbappé bahkan sempat membuang peluang emas lainnya ketika tembakan jarak dekat yang dilepaskannya melenceng cukup jauh di sebelah kanan gawang Maroko yang dikawal Bounou.

Kebuntuan taktis tersebut akhirnya berhasil dipecahkan tepat pada menit ke-60 setelah umpan silang matang dari Lucas Digne mendarat tepat di ruang tembak Kylian Mbappé di dalam kotak penalti lawan. Meski ruang tembaknya sangat sempit dan dihalangi oleh bek tangguh Issa Diop, Mbappé secara cerdik menggunakan tubuh bek tersebut sebagai tameng untuk melepaskan tembakan melengkung yang sangat akurat.

Bola hasil sepakan melengkung nan indah itu melesat cepat dengan kecepatan mencapai 98 kilometer per jam sebelum akhirnya menghujam deras ke pojok bawah gawang tanpa bisa dijangkau oleh Bounou. Gol spektakuler ini tidak hanya meruntuhkan moral pertahanan kokoh Maroko tetapi juga membuktikan kualitas dunia yang dimiliki oleh penyerang andalan Real Madrid tersebut di momen krusial.

Dominasi Prancis Menuju Babak Semifinal di Dallas

Hanya berselang beberapa menit setelah gol pembuka tersebut tercipta, Prancis kembali berhasil menggandakan keunggulan mereka dan meruntuhkan asa Maroko untuk bangkit menyamakan kedudukan. Kerja sama apik antara Mbappé dan Ousmane Dembélé diakhiri dengan sebuah sepakan mendatar menyusur tanah yang mengarah tepat ke tiang jauh gawang Maroko tanpa mampu diantisipasi secara maksimal.

Posisi berdiri Noussair Mazraoui yang berada tepat di jalur pandang Yassine Bounou membuat penjaga gawang tersebut terlambat bereaksi menghalau bola tendangan melengkung yang dilepaskan Dembélé. Meskipun Bounou sempat menjangkau bola dengan ujung jarinya, derasnya laju bola membuat si kulit bulat tetap bersarang dengan mulus di dalam jala gawang Maroko.

Gaya bermain pragmatis namun mematikan yang ditunjukkan oleh anak asuh Didier Deschamps ini mengingatkan banyak pengamat sepak bola pada kejayaan tim nasional Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia tahun 1990. Mereka dinilai memiliki mentalitas juara yang sangat kuat karena tetap mampu mengamankan kemenangan penting meski tidak selalu menampilkan permainan menyerang yang indah.

Dengan sisa waktu tiga belas menit sebelum laga usai, Deschamps memutuskan untuk menarik keluar beberapa pemain pilar termasuk sang pencetak gol pembuka guna memberikan waktu istirahat yang cukup. Keputusan ini dinilai sangat bijak demi menjaga kondisi fisik para pemain kunci agar tetap bugar menghadapi laga semifinal yang dipastikan akan berjalan jauh lebih menguras tenaga.

Prancis kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak semifinal yang akan mempertemukan mereka dengan pemenang duel sengit antara Spanyol melawan Belgia di Dallas, Amerika Serikat. Jika mampu mempertahankan performa impresif dan kedisiplinan taktis seperti ini, Les Bleus diprediksi akan sangat sulit dihentikan untuk merebut trofi Piala Dunia ketiga mereka.

Posting Komentar