Mbappe Bawa Prancis Lolos Semifinal Piala Dunia 2026

Table of Contents
Mbappé stunner ends Morocco resistance to send France into World Cup semi-finals | World Cup 2026 | The Guardian
Mbappe Bawa Prancis Lolos Semifinal Piala Dunia 2026

VGI.CO.ID - Tim nasional Prancis secara resmi memastikan langkah mereka ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mematahkan perlawanan sengit Maroko lewat kemenangan meyakinkan dalam pertandingan krusial yang dipenuhi drama di atas lapangan hijau. Penampilan impresif Les Bleus dalam meredam strategi serangan balik cepat lawan membuktikan kapasitas mereka sebagai kandidat terkuat untuk mempertahankan reputasi sepak bola Eropa di kancah global.

Bintang lapangan Kylian Mbappé kembali menjadi pusat perhatian publik setelah menunjukkan performa luar biasa yang diwarnai kegagalan mengeksekusi penalti, lesatan gol pembuka yang spektakuler, hingga assist matang untuk gol kedua. Kontribusi signifikannya sebelum ditarik keluar pada menit ke-77 memastikan bahwa lini serang Prancis tetap menjadi ancaman paling menakutkan bagi tim mana pun yang mencoba menghalangi jalan mereka.

Pertandingan ini sejatinya membawa misi balas dendam tersendiri bagi kubu Singa Atlas yang sebelumnya juga harus mengakui keunggulan skuad asuhan Didier Deschamps pada babak semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya di Qatar. Walaupun Maroko datang dengan taktik pertahanan yang lebih matang, dominasi transisi permainan cepat yang diperagakan Prancis memaksa mereka untuk lebih banyak bertahan di area kotak penalti sendiri.

Dominasi Les Bleus dan Ketangguhan Yassine Bounou

Sangat sulit bagi tim lawan mana pun untuk menemukan celah di lini belakang Prancis yang dikawal dengan kedisiplinan tinggi serta kerapatan posisi antarpemain yang sangat terorganisasi. Penjaga gawang dan lini belakang mereka bekerja secara sinergis untuk mematahkan setiap momentum serangan yang dibangun oleh barisan gelandang kreatif Maroko sejak garis tengah lapangan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, dominasi serangan Prancis tampak hanya tinggal menunggu waktu untuk membuahkan hasil berkat pergerakan dinamis dari sektor sayap yang dimotori oleh Desiré Doué dan Michael Olise. Peluang emas akhirnya tercipta ketika Noussair Mazraoui menjatuhkan Mbappé di kotak penalti setelah Achraf Hakimi kehilangan penguasaan bola akibat pressing ketat yang dilakukan oleh lini tengah Les Bleus.

Keputusan penalti tersebut sempat tertunda cukup lama karena wasit harus melakukan proses peninjauan asisten video (VAR) yang memakan waktu hingga tiga menit sepuluh detik sebelum akhirnya mengizinkan eksekusi dilakukan. Jeda waktu yang lama ini tampaknya memengaruhi ketenangan Mbappé, sehingga tendangan penaltinya berhasil dibaca dengan sempurna dan ditepis oleh Yassine Bounou ke sisi kiri gawang.

Penyelamatan gemilang tersebut tercatat sebagai momen bersejarah bagi Yassine Bounou karena untuk pertama kalinya ia sukses menggagalkan penalti dalam waktu normal pertandingan di luar babak adu penalti untuk negaranya. Kegagalan penalti itu tidak menurunkan intensitas serangan Prancis yang terus mengurung pertahanan lawan melalui berbagai variasi serangan udara maupun tembakan jarak jauh.

Prancis terus menciptakan peluang demi peluang termasuk sundulan keras dari Dayot Upamecano serta tendangan akurat Desiré Doué yang semuanya masih bisa digagalkan dengan luar biasa oleh ketangguhan Bounou di bawah mistar. Nasib sial juga menimpa Lucas Digne ketika tembakan kerasnya dari luar kotak penalti hanya membentur tiang gawang bagian atas dan memantul keluar lapangan permainan.

Dominasi Les Bleus dan Ketangguhan Yassine Bounou

Sentuhan Magis Mbappé Memecah Kebuntuan

Meskipun alur permainan cepat yang mereka tunjukkan saat fase grup dan babak 32 besar melawan Swedia tidak sepenuhnya terlihat, komitmen menyerang anak asuh Didier Deschamps sama sekali tidak mengendur. Deschamps tampaknya enggan menerapkan sepak bola pragmatis yang cenderung defensif seperti yang kerap ia peragakan selama hampir empat belas tahun kepemimpinannya sebagai pelatih kepala.

Karakteristik permainan Prancis dalam turnamen ini dinilai banyak pengamat memiliki kemiripan yang cukup signifikan dengan skuad legendaris Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia tahun 1990 silam. Kedua tim dikenal memiliki kedalaman skuad dengan kualitas individu yang luar biasa, serta kemampuan untuk memenangkan pertandingan krusial meski harus melalui perjuangan fisik yang sangat melelahkan.

Kebuntuan pertandingan akhirnya terpecahkan pada menit ke-60 ketika sapuan bola yang kurang sempurna dari lini pertahanan Maroko berhasil dikuasai dengan baik oleh Lucas Digne di sisi lapangan. Digne kemudian mengirimkan umpan pendek terukur ke dalam kotak penalti yang langsung disambut oleh Kylian Mbappé meskipun posisinya sedang dikawal ketat oleh bek lawan.

Dengan sudut tembak yang sangat sempit dan dihalangi oleh bek Issa Diop, Mbappé secara cerdik menggunakan tubuh Diop sebagai tameng pandangan untuk melepaskan tendangan melengkung yang sangat akurat. Bola melesat cepat dengan kecepatan mencapai 98 kilometer per jam sebelum akhirnya menghujam pojok gawang Maroko tanpa memberikan kesempatan bagi Bounou untuk melakukan penyelamatan.

Sebelum gol pertama tersebut tercipta, Maroko terpaksa melakukan perubahan susunan pemain akibat cederanya Ismael Saibari dengan memasukkan Chemsdine Talbi untuk mengisi sektor sayap sebelah kiri. Talbi diharapkan mampu merepotkan pergerakan Jules Koundé di lini pertahanan Prancis, namun ia justru lebih banyak menghabiskan energinya untuk membantu pertahanan akibat tekanan konstan dari tim lawan.

Langkah Mantap Menuju Dallas

Keunggulan Prancis akhirnya terkunci rapat setelah Ousmane Dembélé sukses mencetak gol kedua memanfaatkan umpan matang dari Kylian Mbappé. Dembélé melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah gawang yang sempat terhalang pandangan Bounou oleh pergerakan Mazraoui, sehingga kiper tersebut gagal menghalau bola sepenuhnya.

Setelah berhasil mengamankan keunggulan dua gol, Didier Deschamps memanfaatkan sisa waktu pertandingan untuk menarik keluar beberapa pemain pilar demi menjaga kebugaran fisik mereka. Rotasi taktis ini sangat penting dilakukan mengingat jadwal pertandingan babak semifinal berikutnya akan menuntut ketahanan fisik yang maksimal dari seluruh anggota tim.

Kemenangan gemilang atas Maroko ini secara otomatis membawa langkah Les Bleus melaju ke kota Dallas untuk menghadapi pemenang laga antara tim nasional Spanyol melawan Belgia. Dengan performa solid yang ditunjukkan sejauh ini, tampaknya akan membutuhkan usaha luar biasa dari tim mana pun untuk bisa menghentikan laju Prancis merengkuh trofi juara.

Posting Komentar