Kenapa Azzedine Ounahi Gagal di OM? Ini Alasan dan Penyesalan Klub

Table of Contents
OM - Ounahi rappelle à l'OM ce qu'il n'a jamais su montrer | OM Actu foot par le Phocéen
Kenapa Azzedine Ounahi Gagal di OM? Ini Alasan dan Penyesalan Klub

VGI.CO.ID - Azzedine Ounahi kini kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah memimpin tim nasional Maroko melangkah mantap menuju babak perempat final Piala Dunia 2026 melalui sumbangan dua gol krusialnya saat menghadapi Kanada. Keberhasilan gemilang ini sekaligus membuka jalan bagi skuad Singa Atlas untuk kembali berhadapan dengan Prancis, sebuah pertandingan yang dipastikan sarat akan tensi tinggi dan aroma balas dendam menyusul kekalahan menyakitkan mereka pada babak semifinal Piala Dunia 2022 silam.

Catatan impresif di level internasional ini menyajikan kontras yang sangat tajam apabila dibandingkan dengan masa-masa sulit yang dilalui oleh sang gelandang berbakat selama berseragam klub raksasa Ligue 1, Olympique de Marseille. Didatangkan dengan ekspektasi setinggi langit pada bursa transfer musim dingin Januari 2023, pemain kreatif asal Maroko ini justru gagal total dalam menunjukkan kapasitas terbaiknya di hadapan publik Stade Vélodrome.

Peran Medhi Benatia dan Kegagalan Adaptasi Fisik di Ligue 1

Padahal, langkah kepindahan Ounahi ke pelukan Marseille pada awalnya mendapatkan dukungan dan restu penuh dari mantan bek legendaris timnas Maroko yang kini menjabat sebagai direktur olahraga klub, Medhi Benatia. Benatia tidak hanya memainkan peran kunci dalam proses negosiasi transfer sang pemain dari Angers, tetapi juga secara personal terus mendampingi serta membantu program pengembangan ketahanan fisik Ounahi agar mampu bersaing di kompetisi Prancis yang terkenal sangat keras.

Meskipun telah mendapatkan bimbingan intensif dari jajaran manajemen dan staf pelatih, gelandang ramping ini tetap saja kesulitan beradaptasi dengan intensitas taktis serta tuntutan fisik tinggi yang diterapkan di kompetisi Ligue 1. Ketidakmampuan beradaptasi dengan cepat ini akhirnya membuat dirinya kehilangan menit bermain reguler dan terpinggirkan dari skuad utama Marseille yang selalu dituntut meraih kemenangan di setiap pertandingan.

Tragedi Pribadi Oussama Falouh yang Mengguncang Mental Ounahi

Penderitaan sang pemain di Prancis semakin bertambah berat menyusul terjadinya sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memukul kondisi psikologisnya sepanjang bergulirnya musim kompetisi 2023-2024. Wafatnya sahabat karib sekaligus rekan sejawatnya, Oussama Falouh, dalam sebuah insiden kecelakaan fatal menjadi cobaan hidup luar biasa yang merusak konsentrasi serta kebahagiaan hidup Ounahi di luar lapangan hijau.

Kehilangan sosok terdekat dalam hidupnya tersebut terjadi tepat pada momen krusial saat dirinya sedang berjuang mati-matian untuk membuktikan kelayakannya di mata jajaran pelatih Marseille. Dampaknya, performa Ounahi di lapangan hijau merosot tajam akibat beban mental yang teramat berat, sehingga membuat penampilannya di atas lapangan tampak kehilangan gairah serta kreativitas alaminya.

Analisis Mantan Pelatih: Tekanan Berat dan Ketidaksabaran Marseille

Mantan asisten pelatih legendaris Jean-Louis Gasset pada musim 2024, Ghislain Printant, memberikan kesaksian mendalam mengenai situasi pelik yang sempat menyelimuti hari-hari Ounahi selama berada di kota pelabuhan tersebut. Printant menjelaskan bahwa iklim sepak bola di internal Olympique de Marseille sangat tidak kondusif bagi proses tumbuh kembang pemain muda sensitif yang sangat membutuhkan stabilitas emosional.

Peran Medhi Benatia dan Kegagalan Adaptasi Fisik di Ligue 1

Menurut Printant, lingkungan dan tekanan tinggi di kota pelabuhan tersebut tergolong sangat rumit bagi seorang pemain baru yang membutuhkan ketenangan jiwa serta kedamaian untuk bersinar. Mantan asisten pelatih tersebut juga menambahkan bahwa ekspektasi instan dan sifat ketidaksabaran kompetisi dari para pendukung fanatik Marseille sering kali justru membunuh potensi besar para pemain berbakat.

Berdasarkan evaluasi internal dari jajaran staf kepelatihan, Ounahi sebenarnya dinilai selalu patuh dan berjuang keras memenuhi tuntutan taktis dalam setiap sesi latihan tertutup. Namun sayangnya, sang gelandang tidak pernah diberikan waktu adaptasi yang memadai serta perlindungan dari badai kritik publik untuk bisa mengekspresikan insting sepak bola jeniusnya secara bebas di lapangan hijau.

Kebangkitan Karier Bersama Panathinaikos dan Girona di La Liga

Setelah melewati musim yang mengecewakan di Prancis, Ounahi memutuskan untuk memulihkan kepercayaan dirinya dengan menerima opsi peminjaman ke klub raksasa Yunani, Panathinaikos. Langkah penyelamatan karier ini terbukti sangat sukses membangkitkan performanya sebelum akhirnya dia dilepas secara permanen ke klub La Liga Spanyol, Girona.

Meski perjalanannya di Spanyol sempat terhambat oleh cedera fisik dan nasib buruk degradasi yang dialami Girona, performa individu Ounahi tetap menuai apresiasi tinggi dari para pengamat sepak bola. Gaya mainnya yang dinamis dan visinya yang cemerlang di lini tengah menobatkan dirinya sebagai salah satu gelandang kreatif paling diperhitungkan di kompetisi kasta tertinggi Spanyol tersebut.

Penyesalan Mendalam Olympique de Marseille atas Bakat yang Terbuang

Bagi Ghislain Printant sendiri, kebangkitan karier luar biasa yang dialami oleh mantan anak asuhnya tersebut di kompetisi La Liga sama sekali bukanlah sebuah kejutan besar. Printant menegaskan bahwa sang gelandang Maroko memang memiliki bakat alamiah yang sangat istimewa dipadukan dengan kecerdasan taktis yang luar biasa.

Printant memuji sang pemain dengan menyatakan bahwa Ounahi adalah sosok yang kaya akan kualitas teknik, sangat komunikatif, dan memiliki kepekaan insting sepak bola yang tajam. Pernyataan bernada sanjungan tersebut seolah memperjelas adanya penyesalan terselubung mengenai bakat hebat sang gelandang yang tidak pernah bisa dieksplorasi secara maksimal semasa berkostum Marseille.

Kombinasi performa impresif Ounahi bersama Girona dan pembuktiannya di ajang internasional kini melahirkan kekecewaan mendalam bagi para pendukung setia Olympique de Marseille. Manajemen dan pendukung Marseille kini hanya bisa meratapi keputusan terburu-buru melepas sang gelandang kreatif yang kini justru memamerkan kualitas dunia di klub lain.

Kini, fokus utama Azzedine Ounahi adalah mempersiapkan diri guna memimpin skuad Singa Atlas dalam laga balas dendam yang krusial kontra Prancis di babak perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan akbar mendatang akan menjadi ajang pembuktian mutlak bagi sang gelandang untuk menunjukkan kepada dunia, terutama kepada Marseille, tentang bakat besar yang pernah mereka sia-siakan.

Posting Komentar