Bottom Building in Progress: Menganalisis Fase Transisi Pasar Bitcoin 2026
VGI.CO.ID - Bitcoin saat ini masih berada dalam zona nilai mendalam (deep value territory) setelah lima bulan bertahan di bawah True Market Mean dan Short-Term Holder Cost Basis. Kondisi pasar menunjukkan bahwa proses "Bottom Building in Progress" atau pembentukan titik terendah sedang berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tekanan Kapitulasi Pemegang Jangka Panjang
Pelepasan kerugian oleh pemegang jangka panjang kini mencakup 43% dari total nilai yang direalisasikan, dengan angka mencapai puncak $280 juta per hari. Ini merupakan level tertinggi yang tercatat sejak Desember 2022, menandakan tekanan jual yang signifikan dari investor lama yang frustrasi.
Sementara itu, arus masuk bersih atau netflows ETF telah mereda namun masih terjebak dalam arus keluar bersih (net outflow) yang berkelanjutan. Volume perdagangan harian yang berada di kisaran $650 juta hingga $950 juta tercatat sekitar 80% di bawah puncak Oktober 2025, yang mengonfirmasi bahwa permintaan institusional belum stabil sepenuhnya.
Dinamika Makro dan Likuiditas Global
Situasi makroekonomi turut memperkeruh kondisi pasar, terutama setelah harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 8% dalam tujuh hari terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh laporan bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir, yang langsung memicu guncangan pada pasar aset lintas sektor.
Bitcoin sempat naik hingga 10% pada minggu ini, namun kembali terkoreksi dengan kenaikan mingguan hanya sebesar 5%. Saat ini, Bitcoin tampak bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, di mana indeks S&P dan Euro Stoxx juga mengalami pelemahan signifikan.
Di balik guncangan harga, terdapat dilema pada latar belakang likuiditas global yang terpecah dan membingungkan investor. US M2 telah mencapai rekor $22,8 triliun sebagai arus yang secara historis memicu selera risiko, namun neraca Federal Reserve terus mengalami penyusutan sebesar $2,0 triliun dari puncak tahun 2023.
Ketegangan ini muncul dari basis uang luas yang meningkat berlawanan dengan pengurasan kuantitatif yang sedang berlangsung di tingkat bank sentral. Imbal hasil riil yang masih berada di dekat angka 1% membuat biaya untuk memegang aset tanpa hasil tetap tinggi bagi para investor institusional.
Analisis Teknikal dan On-Chain
Dalam satu minggu terakhir, Bitcoin telah memantul dari harga $58,3 ribu ke $64,4 ribu, sebuah perkembangan jangka pendek yang cukup konstruktif bagi pelaku pasar. Meskipun demikian, harga masih berada jauh di bawah True Market Mean di $76,6 ribu dan Short-Term Holder Cost Basis di $72,2 ribu.
Selama level-level tersebut belum berhasil ditembus kembali, pasar tetap berada dalam zona nilai mendalam dan rentan terhadap katalis negatif eksternal. Namun, durasi fase diskon ini patut mendapatkan perhatian khusus karena mencerminkan sejarah panjang dalam siklus Bitcoin yang sedang kita saksikan.
Sejak awal Februari 2026, harga telah diperdagangkan di bawah basis biaya investor aktif dan level impas pembeli baru selama kurang lebih lima bulan. Akumulasi berkepanjangan pada diskon semacam ini sering kali menjadi fondasi bagi pembentukan titik terendah siklus (cyclical bottoms) dan zona menarik bagi investor berorientasi nilai.
Meski bukti menunjukkan proses ini mendekati tahap akhir, batas bawah kisaran pasar beruang di dekat Realized Price pada $53 ribu tetap menjadi kemungkinan yang tidak bisa diabaikan. Menentukan sumber dominan tekanan ke bawah menjadi pertanyaan sentral bagi para pelaku pasar saat ini.
Metrik Relative Long/Short-Term Holder Realized Profit and Loss melacak distribusi total nilai yang direalisasikan di seluruh kelompok pemegang aset. Sebagai bagian dari frustrasi, kapitulasi kelompok ini menjadi kekuatan terbesar yang menekan harga ke bawah saat ini karena investor keluar dari pasar setelah menunggu terlalu lama.
Tren Institusional dan Derivatif
Beralih ke dinamika pasar luar rantai (off-chain), perilaku investor ETF memberikan lensa pelengkap untuk memantau permintaan institusional. Sejak pertengahan Mei 2026, indikator ini bergeser ke rezim arus keluar bulanan, mencapai puncak -$193 juta per hari pada awal Juni sebelum mendingin ke -$88,9 juta saat ini.
Volume perdagangan ETF Spot AS memberikan bacaan pelengkap mengenai apakah kepercayaan institusional sedang dalam tahap pemulihan. Kisaran volume saat ini mencerminkan partisipasi institusional dasar, namun masih jauh di bawah level puncak pasar bull yang tercatat pada Oktober 2025.
Di sisi lain, buku derivatif mulai menunjukkan posisi yang berbeda dengan kecenderungan long yang hati-hati di kalangan pedagang. Rasio put/call open-interest opsi telah turun ke angka 0,56, pembacaan terendah selama tahun 2026 yang menyiratkan dua posisi call untuk setiap posisi put.
Hubungan antara pasar spot dan opsi menambah konteks lebih lanjut mengenai struktur pasar Bitcoin saat ini. Harga saat ini berada sekitar 6% di bawah max pain agregat sebesar $66 ribu, titik di mana minat terbuka terbanyak akan kedaluwarsa tanpa nilai.
Secara keseluruhan, pasar menunjukkan gambaran yang konsisten tentang pasar beruang yang berada di tahap akhir pembentukan dasarnya. Meskipun demikian, transisi menuju kondisi pasar bull yang kredibel masih memerlukan pendinginan yang berkelanjutan dalam metrik kapitulasi pemegang jangka panjang.

Posting Komentar