Viral Peserta UTBK-SBMPTN Tak Keluar Nilai: Pelanggaran Tata Tertib?

Table of Contents
Viral, Unggahan Peserta UTBK-SBMPTN Tak Keluar Nilainya karena Disebut Langgar Tata Tertib
Viral Peserta UTBK-SBMPTN Tak Keluar Nilai: Pelanggaran Tata Tertib?

VGI.CO.ID - Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan keluhan sejumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022. Para peserta ini mendapati bahwa nilai UTBK mereka tidak muncul saat mencoba mengunduh sertifikat resmi melalui situs LTMPT.

Pesan yang muncul pada laman tersebut menyatakan bahwa nilai tidak diberikan karena peserta diduga melakukan pelanggaran tata tertib. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi siswa, mengingat sertifikat UTBK-SBMPTN sangat krusial sebagai syarat pendaftaran seleksi mandiri di berbagai perguruan tinggi.

Klaim Peserta: Tidak Ada Kecurangan yang Terjadi

Beberapa peserta yang merasa dirugikan mengungkapkan pengalamannya melalui platform Twitter. Salah satu pengunggah menyatakan keyakinannya bahwa ia tidak melakukan tindakan curang selama proses ujian berlangsung.

Menurut penuturannya, petugas pengawas telah melakukan prosedur standar termasuk pemeriksaan metal detector dan verifikasi identitas sebelum ujian. Seluruh barang bawaan peserta, termasuk tas, telah dikumpulkan di depan ruang ujian sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kontroversi Penggunaan Ponsel Setelah Ujian

Ketegangan muncul ketika peserta diminta oleh pengawas untuk mengisi formulir kepuasan melalui ponsel pribadi setelah ujian selesai. Dalam momen itulah, beberapa peserta mengambil foto sebagai kenang-kenangan dengan kondisi komputer sudah dalam posisi log out.

Klaim Peserta: Tidak Ada Kecurangan yang Terjadi

Peserta merasa bingung mengapa tindakan yang dilakukan atas instruksi pengawas tersebut dianggap sebagai pelanggaran. Mereka khawatir bahwa LTMPT hanya mendasarkan tuduhan kecurangan pada foto yang diambil setelah sesi ujian berakhir.

Respons Resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

Menanggapi kehebohan tersebut, Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto, memberikan klarifikasi singkat. Beliau meminta agar peserta yang merasa tidak bersalah untuk segera mengirimkan surat resmi kepada pihak lembaga.

LTMPT menyatakan bahwa bukti kecurangan didapatkan dari berbagai sumber, termasuk berita acara pengawas, laporan masyarakat, hingga analisis bukti foto. Pihak lembaga akan memberikan penjelasan lebih rinci terkait alasan di balik sanksi tersebut setelah meninjau surat sanggahan dari peserta yang bersangkutan.

Langkah Lanjutan bagi Peserta yang Terdampak

Peserta yang diduga melanggar tata tertib diminta untuk mendatangi kantor LTMPT secara langsung, seperti jadwal yang telah ditentukan, misalnya pada tanggal 4 Juli. Proses klarifikasi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk membuktikan bahwa tidak ada niat atau aksi kecurangan yang dilakukan.

Hingga saat ini, kasus ini masih terus dipantau oleh publik mengingat pentingnya skor UTBK bagi masa depan pendidikan tinggi calon mahasiswa. Diharapkan transparansi dari LTMPT dapat memberikan titik terang bagi kedua belah pihak.

Posting Komentar