Panduan Lengkap Cara Hitung Jodoh Dari Weton Menurut Primbon Jawa

Table of Contents
cara hitung jodoh dari weton
Panduan Lengkap Cara Hitung Jodoh Dari Weton Menurut Primbon Jawa

VGI.CO.ID - Masyarakat Jawa hingga kini masih memegang erat tradisi perhitungan weton untuk meramal kecocokan calon pasangan suami istri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Cara hitung jodoh dari weton ini diyakini dapat menggambarkan bagaimana nasib rumah tangga pasangan tersebut di masa depan.

Dalam mengkaji tradisi ini, penting bagi kita untuk memahami esensi dari metode perhitungan itu sendiri secara kebahasaan. Definisi/arti kata 'cara' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah n 1 jalan (aturan, sistem) melakukan (berbuat dan sebagainya) sesuatu: begitulah -- oran. Dengan demikian, perhitungan weton merupakan suatu aturan atau sistem adat yang diwariskan secara turun-temurun untuk mengukur tingkat kecocokan lahir batin dua insan.

Memahami Hari Lahir dan Pasaran Jawa

Langkah awal dalam menentukan kecocokan jodoh dimulai dengan mengetahui hari kelahiran masehi beserta hari pasaran Jawa dari masing-masing calon mempelai. Setiap hari masehi dan pasaran Jawa memiliki nilai angka tertentu yang dikenal dengan istilah neptu.

Hari masehi terdiri dari Minggu dengan nilai 5, Senin bernilai 4, Selasa bernilai 3, Rabu bernilai 7, Kamis bernilai 8, Jumat bernilai 6, dan Sabtu bernilai 9. Sementara itu, hari pasaran Jawa meliputi Kliwon dengan nilai 8, Legi bernilai 5, Pahing bernilai 9, Pon bernilai 7, dan Wage bernilai 4.

Cara Menghitung Nilai Neptu Masing-Masing Calon

Untuk memulai perhitungan, Anda harus menjumlahkan nilai hari lahir masehi dengan nilai hari pasaran Jawa untuk masing-masing individu. Sebagai contoh, jika pihak pria lahir pada hari Senin Kliwon, maka nilai neptunya adalah 4 ditambah 8 yang menghasilkan nilai 12.

Proses selanjutnya adalah menghitung neptu milik pihak wanita dengan metode penjumlahan yang persis sama. Jika pihak wanita lahir pada hari Selasa Wage, maka neptunya adalah 3 ditambah 4 yang menghasilkan nilai total 7.

Menentukan Nilai Total Neptu Kedua Calon Pasangan

Setelah mendapatkan neptu dari kedua belah pihak, Anda harus menjumlahkan kedua nilai tersebut untuk mendapatkan nilai total kecocokan. Berdasarkan contoh di atas, nilai neptu pihak pria sebesar 12 dijumlahkan dengan nilai neptu pihak wanita sebesar 7 sehingga menghasilkan angka 19.

Angka hasil penjumlahan inilah yang nantinya akan dicocokkan dengan delapan kategori penafsiran jodoh dalam kitab Primbon Jawa. Setiap angka hasil penjumlahan memiliki makna tersendiri yang menggambarkan proyeksi kehidupan rumah tangga yang akan dibina.

Memahami Hari Lahir dan Pasaran Jawa

Delapan Kategori Hasil Perhitungan Weton Jodoh

Kategori pertama dinamakan Pegat, yang didapatkan jika hasil penjumlahan neptu adalah 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, atau 36. Pasangan yang masuk kategori ini diprediksi akan sering menghadapi masalah ekonomi hingga perselisihan yang berisiko berujung pada perceraian.

Kategori kedua adalah Ratu dengan hasil penjumlahan angka 2, 11, 20, atau 29. Pasangan ini diramalkan akan hidup harmonis, disegani oleh lingkungan sekitar, dan memiliki keberuntungan yang sangat besar.

Kategori ketiga disebut Jodoh yang jatuh pada angka hasil penjumlahan 3, 12, 21, atau 30. Sesuai dengan namanya, pasangan ini dinilai sangat cocok karena bisa saling menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Kategori keempat dinamakan Topo dengan hasil penjumlahan angka 4, 13, 22, atau 31. Pasangan dalam kategori ini diprediksi akan mengalami banyak kesulitan di awal pernikahan sebelum akhirnya mencapai kesuksesan.

Kategori kelima adalah Tinari dengan hasil penjumlahan angka 5, 14, 23, atau 32. Pasangan ini diramalkan akan hidup dalam kemudahan rezeki dan sering mendapatkan keberuntungan dalam mencari nafkah.

Kategori keenam disebut Padu yang diperoleh dari hasil penjumlahan angka 6, 15, 24, atau 33. Hubungan pernikahan pasangan ini diproyeksikan akan sering diwarnai pertengkaran kecil, namun tidak sampai berujung pada perpisahan.

Kategori ketujuh dinamakan Sujanan dengan hasil penjumlahan angka 7, 16, 25, atau 34. Pasangan dalam kategori ini diramalkan rentan mengalami perselisihan yang disebabkan oleh masalah perselingkuhan atau kecemburuan sosial.

Kategori kedelapan adalah Pesthi dengan hasil penjumlahan angka 8, 17, 26, atau 35. Pasangan yang berada di bawah naungan Pesthi diproyeksikan memiliki kehidupan rumah tangga yang sangat rukun, damai, dan langgeng hingga tua.

Sudut Pandang Budaya dan Sosial di Era Modern

Bagi sebagian besar masyarakat Jawa modern, cara hitung jodoh dari weton bukan lagi dianggap sebagai penentu mutlak nasib masa depan pernikahan mereka. Banyak yang kini memandangnya sebagai media mawas diri untuk lebih berhati-hati dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Budayawan menilai tradisi ini sebagai kearifan lokal yang memuat pesan moral agar calon pasangan mempersiapkan mental dengan matang sebelum menikah. Penghormatan terhadap tradisi leluhur tetap dijaga tanpa harus mengabaikan logika serta ikhtiar nyata dalam kehidupan pernikahan sehari-hari.

Posting Komentar