Oman Melawan Tekanan AS: Menjaga Diplomasi di Selat Hormuz

Table of Contents
Oman resists US pressure to break ties with Iran over strait of Hormuz
Oman Melawan Tekanan AS: Menjaga Diplomasi di Selat Hormuz

VGI.CO.ID - Kesultanan Oman secara tegas menolak tekanan dari Amerika Serikat untuk memutus hubungan diplomatik dengan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz. Pihak Oman menegaskan bahwa negosiasi yang dilakukan dengan Teheran hanya berfokus pada pembentukan sistem manajemen jalur air yang sepenuhnya mematuhi hukum internasional, dengan rencana konsultasi bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Secara tradisional, Oman telah memposisikan diri sebagai sekutu lama Amerika Serikat sekaligus mediator yang netral dalam perselisihan yang memecah kawasan Teluk. Namun, posisi netralitas ini memiliki batas yang jelas, terutama setelah Oman secara terbuka mengutuk serangan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait pada hari Rabu lalu.

Ketegangan Diplomatik dan Retorika Washington

Donald Trump baru-baru ini meningkatkan ketegangan dengan melontarkan ancaman untuk mengebom kesultanan tersebut dalam pernyataan spontannya. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertegas kecurigaan Washington di depan komite urusan luar negeri Senat, dengan menyatakan bahwa hanya Iran—dan mungkin Oman—yang mendukung tindakan Iran di selat tersebut.

Oman berupaya menghindari pertikaian verbal dengan Trump dan memilih jalur komunikasi diplomatik yang lebih formal. Duta Besar Oman untuk Washington, Talal bin Suleiman al-Rahbi, telah meyakinkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bahwa negaranya menolak sistem pungutan liar dan akan terus menjunjung tinggi prinsip kebebasan navigasi.

Rencana Pengelolaan Iran dan Otoritas Selat

Iran telah menyatakan kesediaannya untuk menjamin pengembalian arus pelayaran ke tingkat sebelum perang sebagai bagian dari perjanjian pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, Iran telah membentuk Persian Gulf Strait Authority (PGSA), sebuah badan yang kini dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS, di mana kapal-kapal diwajibkan meminta izin untuk melintas.

Ketegangan Diplomatik dan Retorika Washington

Sebagai upaya untuk membuat rencananya lebih dapat diterima dan sesuai hukum, Iran mengusulkan biaya non-diskriminatif bagi kapal yang melintas. Arman Khorsand, kepala Pusat Urusan Internasional di Departemen Lingkungan Hidup Iran, menjelaskan bahwa tujuan pungutan ini bukan sekadar retribusi, melainkan untuk mengamankan sumber daya guna mengatasi kerusakan lingkungan akibat operasi militer AS di kawasan tersebut.

Polemik Hukum dan Pelayaran Internasional

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, pada 27 April menegaskan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa tidak ada dasar hukum bagi negara mana pun untuk membebankan biaya atau kondisi diskriminatif di selat internasional. Pandangan ini sejalan dengan kekhawatiran Washington yang tetap curiga bahwa Oman diam-diam merencanakan sistem biaya yang tidak dapat dibedakan dari tarif resmi.

Mohammed Suleiman Tamim al-Hinai, anggota dewan Shura Oman, membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa negaranya konsisten menjunjung tinggi prinsip kebebasan navigasi. Ia menekankan bahwa Oman tidak membebankan biaya transit, melainkan hanya menyediakan layanan maritim seperti perlindungan, penyelamatan, dan dukungan navigasi sesuai hukum internasional.

Posisi AS dan Masa Depan Selat

Pada 29 Mei, Departemen Keuangan AS kembali menegaskan bahwa warga negara AS dilarang menerima layanan apa pun dari pemerintah Iran, termasuk yang terkait dengan jaminan perjalanan yang aman. Tindakan AS yang menyerang radar Iran dinilai bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Teheran dalam mempolisi selat tersebut secara institusional.

Kecurigaan AS terhadap Oman bukanlah hal baru dan telah menguat sejak Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, tampil di televisi Amerika sebelum dimulainya perang Israel-AS. Saat itu, ia memohon waktu lebih banyak untuk negosiasi dan mengklaim bahwa kesepakatan damai sudah berada dalam jangkauan yang realistis.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa Oman tetap mempertahankan hubungan dengan Iran di tengah tekanan AS?

Oman mempertahankan hubungan dengan Iran sebagai bagian dari perannya sebagai mediator regional dan demi memastikan pengelolaan Selat Hormuz yang stabil sesuai dengan hukum internasional, bukan untuk memihak dalam konflik.

Apakah Oman membebankan biaya transit kepada kapal yang melewati Selat Hormuz?

Tidak. Oman secara tegas membantah memungut biaya transit dan menyatakan bahwa mereka hanya memberikan layanan maritim resmi seperti bantuan navigasi dan penyelamatan, yang mematuhi hukum internasional.

Apa itu Persian Gulf Strait Authority (PGSA)?

PGSA adalah badan yang dibentuk oleh Iran untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang mengharuskan kapal meminta izin sebelum melintas dan kini telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS.

Apa pandangan IMO terkait biaya pelayaran di selat internasional?

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyatakan secara tegas bahwa tidak ada dasar hukum bagi negara mana pun untuk memperkenalkan pembayaran, tol, biaya, atau kondisi diskriminatif apa pun di selat internasional.

Posting Komentar