Menuai Kontroversi, Item Hand of the Almighty Resmi Dihapus dari PUBG Mobile 2026
VGI.CO.ID - Dunia game internasional kembali dihebohkan dengan kabar terbaru dari PUBG Mobile yang memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas global. Salah satu item dalam pembaruan bertajuk Hero’s Crown baru-baru ini resmi ditarik dari peredaran setelah dinilai mengandung unsur religius yang dianggap sensitif.
Keputusan tersebut diambil oleh pihak pengembang setelah munculnya gelombang protes dari para pemain, khususnya dari komunitas Muslim di berbagai negara. Item yang diberi nama "Hand of the Almighty" tersebut kini sudah tidak dapat ditemukan lagi di dalam permainan demi menjaga kenyamanan bersama.
Kronologi Penarikan dan Akar Masalah
Persoalan ini bermula ketika para pemain menemukan sebuah item koleksi yang diperkenalkan lewat pembaruan versi 4.4 dalam mode bertema khusus. Sebenarnya, item ini hanyalah bagian dari misi koleksi yang tidak memberikan tambahan kekuatan atau keuntungan strategi apapun bagi para pemain.
Namun, masalah serius muncul saat para pemain memperhatikan terjemahan nama item tersebut ke dalam bahasa Arab. Dalam bahasa tersebut, nama item tersebut mengarah pada istilah "Al-Jabbar" yang merupakan satu dari 99 nama baik Allah atau Asmaul Husna.
Penggunaan nama yang identik dengan nama Tuhan dalam ajaran Islam dianggap sangat tidak pantas untuk sebuah item game. Selain itu, banyak pemain merasa keberatan jika istilah suci tersebut dikaitkan dengan game yang memiliki tema utama peperangan dan kekerasan.
Respons Cepat dan Komitmen Pengembang
Setelah kritik tersebut viral, pihak PUBG Mobile segera melakukan evaluasi internal untuk menanggapi keresahan yang sedang berkembang di masyarakat luas. Mereka menyadari bahwa pemilihan istilah tersebut kurang mempertimbangkan latar belakang budaya dan agama penggunanya.
Pihak pengembang PUBG Mobile tidak tinggal diam dan langsung memberikan respons melalui akun resmi mereka di platform X pada 12 Mei 2026. Mereka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh komunitas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kehadiran item tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen PUBG Mobile mengaku sangat menyesal atas kekhilafan yang memicu keresahan para pemain setianya. Mereka menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu menghormati setiap nilai, tradisi, serta keyakinan yang dianut oleh seluruh pemain tanpa terkecuali.
Jejak Rekam Sensitivitas Budaya di PUBG Mobile
Kejadian ini bukanlah pengalaman pertama bagi PUBG Mobile dalam menghadapi tantangan terkait sensitivitas budaya dan keyakinan beragama. Pada tahun 2019, game ini sempat mendapat kecaman keras akibat desain kotak hadiah atau birthday crate yang dinilai menyerupai bangunan Ka'bah.
Insiden tersebut kala itu memicu gerakan boikot yang cukup masif di beberapa negara hingga menyebabkan banyak pengguna memilih untuk menghapus aplikasi. Tekanan publik yang kuat memaksa pihak pengembang untuk segera mengubah desain tersebut demi meredakan kemarahan pemain.
Persoalan lain muncul pada tahun 2020 melalui mode Mysterious Jungle yang berlokasi di peta Sanhok. Dalam mode tersebut, terdapat fitur di mana karakter pemain harus melakukan gerakan membungkuk di depan sebuah patung totem agar bisa memulihkan nyawa atau HP.
Fitur tersebut langsung menuai kritik tajam karena dianggap mempromosikan tindakan penyembahan berhala yang dilarang keras dalam ajaran agama tertentu. Menanggapi protes tersebut, pengembang akhirnya memutuskan untuk menghapus mekanisme fitur tersebut secara total dari dalam permainan.
Pelajaran Berharga bagi Industri Game Global
Meskipun sempat memicu perdebatan panas, banyak pihak yang kini mulai mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh manajemen PUBG Mobile. Kecepatan dalam menindaklanjuti keluhan dianggap sebagai bentuk tanggung jawab nyata dari pengembang terhadap basis penggemarnya yang sangat luas.
Kasus ini sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi industri game global mengenai pentingnya melakukan riset mendalam sebelum meluncurkan konten baru. Memahami simbolisme budaya dan istilah religi kini menjadi kewajiban mutlak dalam pengembangan produk digital yang bersifat lintas negara.
Dengan basis pemain yang tersebar di seluruh penjuru dunia, setiap elemen dalam game harus mampu merangkul keragaman tanpa menyinggung pihak manapun. Ke depannya, diharapkan para pengembang game bisa lebih bijak dan berhati-hati dalam menyajikan konten bagi masyarakat global.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa item Hand of the Almighty dihapus dari PUBG Mobile?
Item tersebut dihapus karena namanya, saat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, mengarah pada istilah 'Al-Jabbar' yang merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna (nama-nama Allah dalam Islam), sehingga dianggap sensitif dan tidak pantas dalam konteks game peperangan.
Kapan pengumuman resmi penghapusan item tersebut dilakukan?
Pihak pengembang PUBG Mobile memberikan tanggapan resmi dan permohonan maaf melalui akun X mereka pada tanggal 12 Mei 2026.
Apakah ini merupakan kejadian pertama PUBG Mobile terlibat dalam kontroversi budaya?
Tidak, PUBG Mobile sebelumnya pernah menghadapi kontroversi serupa, seperti desain kotak hadiah yang menyerupai Ka'bah pada 2019 dan fitur interaksi dengan patung totem di mode Mysterious Jungle pada 2020.
Apa langkah yang diambil pengembang setelah insiden ini?
Pengembang telah meminta maaf secara resmi, melakukan evaluasi internal, dan berjanji akan memperketat mekanisme kurasi konten agar lebih menghormati nilai, tradisi, dan keyakinan seluruh pemain di masa mendatang.

Posting Komentar