Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mulai Diperkenalkan secara Bertahap ke Publik

Table of Contents
Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mulai Diperkenalkan secara Bertahap
Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mulai Diperkenalkan secara Bertahap ke Publik

VGI.CO.ID - Layanan transportasi massal terintegrasi di DKI Jakarta kembali memasuki babak baru dengan diluncurkannya uji coba operasional berbayar Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengenalan bertahap kepada masyarakat sebelum moda transportasi modern ini diresmikan secara penuh oleh pemerintah pada tahun depan.

Sejak Selasa, 26 Desember 2017 pukul 03.40 WIB, layanan kereta khusus ini secara resmi mulai mengangkut penumpang umum dari Stasiun BNI City, Jakarta Pusat. Masa uji coba operasional bertarif khusus ini direncanakan berlangsung hingga tanggal 1 Januari 2018 mendatang.

Jadwal Operasional dan Rute Perjalanan Selama Uji Coba

Dalam fase pengenalan awal ini, KA Bandara Soekarno-Hatta melayani total 42 perjalanan bolak-balik setiap harinya yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan bandara internasional terbesar di Indonesia. Perjalanan perdana dari arah pusat kota dimulai dari Stasiun BNI City menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 03.40 WIB dan berakhir pada pukul 21.40 WIB.

Sebaliknya, rute dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City beroperasi mulai pukul 06.10 WIB hingga perjalanan terakhir pada pukul 23.10 WIB. Jarak waktu antar-keberangkatan kereta (headway) pada fase uji coba ini dijadwalkan secara berkala setiap satu jam sekali untuk masing-masing perjalanan.

Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Stasiun BNI City menuju Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan hanya sekitar 45 menit saja. Kecepatan ini diharapkan menjadi solusi andalan bagi para pelancong yang ingin menghindari kemacetan lalu lintas Jakarta yang kerap tidak dapat diprediksi.

Stasiun Penghubung dan Progres Revitalisasi Infrastruktur

Pada tahap pengenalan bertahap ini, kereta baru melayani proses naik dan turun penumpang di tiga stasiun aktif. Ketiga titik tersebut meliputi Stasiun BNI City (yang memiliki nama operasional Stasiun Sudirman Baru), Stasiun Batuceper, dan berakhir di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan cetak biru proyek, jalur KA Bandara nantinya direncanakan berangkat secara terpusat dari Stasiun Manggarai. Namun, karena Stasiun Manggarai masih berada dalam proses pembangunan peron dan jalur khusus oleh Satuan Kerja Proyek DDT (Double Double Track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, maka titik keberangkatan dialihkan ke Stasiun BNI City.

Selain Manggarai, kereta bandara juga diproyeksikan untuk berhenti di Stasiun Duri setelah proyek revitalisasi infrastruktur di lokasi tersebut selesai sepenuhnya. Proses revitalisasi Stasiun Duri ditargetkan rampung paling lambat pada Maret 2018 agar dapat mengurai penumpukan calon penumpang.

Skema Tarif Selama Masa Sosialisasi

Selama periode uji coba berbayar yang berlangsung hingga awal tahun baru, manajemen menetapkan tarif promosi sebesar Rp 30.000 per penumpang. Angka ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus sarana sosialisasi awal bagi masyarakat yang ingin mencoba keandalan moda transportasi baru ini.

Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Januari 2018, tarif perjalanan akan disesuaikan menjadi Rp 70.000 per penumpang untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Pemerintah akan terus mengkaji efektivitas besaran tarif ini agar tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat luas.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menjelaskan bahwa tarif ideal berdasarkan perhitungan keekonomian sebenarnya berada di angka Rp 100.000 per penumpang. Namun, Presiden Joko Widodo meminta tarif tersebut dikaji kembali agar tidak terlalu membebani masyarakat yang membutuhkan efisiensi waktu.

Kapasitas dan Spesifikasi Armada Kereta Rel Listrik

Untuk mendukung kelancaran operasional harian, PT Railink mengoperasikan sebanyak 6 rangkaian kereta rel listrik dari total 10 rangkaian yang telah tersedia. Seluruh rangkaian kereta tersebut dipastikan telah lolos uji kelayakan teknis dan sertifikasi keselamatan dari kementerian terkait.

Masing-masing rangkaian kereta terdiri atas 6 gerbong dengan kapasitas angkut maksimal mencapai 272 penumpang sekali jalan. Dengan armada yang tersedia saat ini, kapasitas total angkut harian diperkirakan mampu melayani hingga 33.728 orang penumpang.

Jadwal Operasional dan Rute Perjalanan Selama Uji Coba

Apabila Stasiun Duri telah beroperasi penuh, frekuensi perjalanan ditargetkan meningkat signifikan dari 42 perjalanan menjadi 82 perjalanan sehari. Target jangka panjang dari operasional penuh proyek ini adalah mencapai 124 perjalanan bolak-balik dengan waktu tunggu antar-kereta dipersempit menjadi hanya 15 menit saja.

Fasilitas Premium untuk Kenyamanan Penumpang

Armada KA Bandara Soekarno-Hatta dirancang khusus untuk memberikan pengalaman perjalanan kelas premium yang nyaman bagi seluruh penggunanya. Di dalam setiap gerbong, penumpang akan difasilitasi dengan penyejuk udara (AC), kursi ergonomis yang dapat diatur kemiringannya (reclining seat), serta steker pengisi daya ponsel di setiap baris kursi.

Untuk sarana informasi dan hiburan, tersedia empat layar monitor beresolusi tinggi di setiap gerbong yang menampilkan konten multimedia serta status posisi kereta secara real-time. Gerbong kereta juga dilengkapi dengan toilet modern terpisah untuk pria dan wanita, serta area penyimpanan bagasi yang luas.

Di Stasiun BNI City, pengelola juga tengah mengevaluasi penyediaan fasilitas penanganan bagasi (baggage handling) serta konter konfirmasi keberangkatan mandiri (check-in counter). Fasilitas penunjang ini diharapkan dapat memangkas waktu antrean penumpang setibanya mereka di area terminal bandara.

Metode Pembelian Tiket Secara Digital

Sistem ticketing yang diterapkan pada KA Bandara Soekarno-Hatta sepenuhnya mengadopsi teknologi digital non-tunai (cashless). Penumpang dapat membeli tiket secara daring melalui situs resmi perusahaan, aplikasi Railink di telepon pintar, maupun mesin tiket otomatis (vending machine) di stasiun.

Tiket fisik yang telah dicetak nantinya akan dilengkapi dengan kode batang (barcode) khusus yang berfungsi sebagai boarding pass. Boarding pass ini wajib dipindai oleh penumpang pada pintu gerbang elektronik (electronic gate) saat masuk di stasiun keberangkatan dan keluar di stasiun tujuan.

Pihak manajemen mengimbau calon penumpang pesawat untuk memilih jadwal keberangkatan kereta minimal dua jam sebelum waktu keberangkatan pesawat mereka. Hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi waktu proses perpindahan moda transportasi di dalam kawasan bandara nantinya.

Integrasi Antarmoda Transportasi di Bandara

Untuk menjamin kelancaran perjalanan penumpang dari stasiun akhir menuju pesawat, PT Kereta Api Indonesia bersinergi erat dengan PT Angkasa Pura II. Sinergi ini diwujudkan melalui penyediaan sistem konektivitas lanjutan berupa kereta layang nirawak atau skytrain (automated people mover system).

Setibanya di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, para penumpang dapat langsung menaiki skytrain secara gratis untuk menuju ke Terminal 1, Terminal 2, maupun Terminal 3. Langkah integrasi fisik antarmoda ini bertujuan mempermudah mobilitas penumpang tanpa perlu keluar dari kawasan perimeter bandara.

Dengan adanya kemudahan akses ini, pemerintah memproyeksikan sekitar 30 persen pengguna kendaraan pribadi menuju bandara akan beralih menggunakan jasa kereta api bandara. Pengalihan ini diharapkan mampu mengurangi beban kepadatan lalu lintas di ruas jalan tol Prof. Dr. Sedyatmo secara signifikan.

Sejarah Proyek dan Target Pengembangan Rute Masa Depan

Proyek prestisius pembangunan jalur kereta api bandara ini telah dirintis sejak tahun 2006 silam. Pembangunan infrastruktur berskala besar ini melibatkan kolaborasi tiga pihak utama, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Railink selaku operator pelaksana.

Pendanaan proyek sepenuhnya bersumber dari investasi patungan antara PT KAI dan PT Angkasa Pura II tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Model pembiayaan mandiri ini menjadi preseden baik bagi percepatan pembangunan infrastruktur transportasi nasional di wilayah lain.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama uji coba yang mencatatkan lebih dari 500 transaksi tiket sebelum pukul 10.00 WIB, rencana perluasan rute pun mulai disiapkan. Pemerintah berencana mengembangkan rute baru KA Bandara dari stasiun besar lainnya seperti Stasiun Jakarta Kota, Bekasi, hingga wilayah Bogor di masa mendatang.

Posting Komentar