Kisah Sukses Ferry Setiawan: Ayam Geprek Hingga 35 Gerai

Table of Contents
Cerita Sukses Pengusaha Muda di Surabaya Bisnis Ayam Geprek, Berawal Lesehan | kumparan.com
Kisah Sukses Ferry Setiawan: Ayam Geprek Hingga 35 Gerai

VGI.CO.ID - Membangun sebuah bisnis, terutama di sektor kuliner, bukanlah perjalanan yang mudah. Ferry Setiawan, seorang pengusaha muda asal Surabaya, membuktikan bahwa ketekunan dan inovasi dapat mengubah tantangan menjadi kesuksesan besar.

Dimulai dengan modal awal yang terbatas, Ferry berhasil membangun kerajaan bisnis ayam geprek yang kini memiliki puluhan gerai di berbagai kota. Kisahnya ini menjadi inspirasi bagi banyak wirausahawan muda di Indonesia.

Awal Mula Bisnis Ayam Geprek di Surabaya

Awal Mula Bisnis Ayam Geprek di Surabaya

Ferry Setiawan memulai langkahnya di dunia bisnis kuliner pada tahun 2014, bertepatan setelah ia lulus kuliah pada tahun sebelumnya. Dengan keyakinan kuat untuk segera memulai, ia menginvestasikan modal awal sebesar Rp 10 juta untuk merintis usahanya.

Keputusannya untuk terjun ke bisnis ayam geprek terbilang strategis, mengingat popularitas menu ini di kalangan masyarakat. Ia memulai dengan konsep warung lesehan di Surabaya, sebuah strategi yang efektif untuk menekan biaya operasional di awal.

Ferry mengaku, keputusannya untuk segera berbisnis didorong oleh pemikiran bahwa kesempatan tidak datang dua kali. "Saya lulus (kuliah) tahun 2013. Mulai set up (bisnis) di tahun 2014 dengan bermodal Rp 10 juta. Waktu itu saya berpikir harus segera mulai (berbisnis) kalau nggak mulai-mulai kapan lagi," ungkap Ferry.

Perkembangan Usaha dari Lesehan hingga Mini Store

Perkembangan Usaha dari Lesehan hingga Mini Store

Sejak tahun 2014, Ferry Setiawan terus berupaya mengembangkan bisnis ayam gepreknya. Ia menyadari bahwa stagnasi adalah musuh utama dalam bisnis, sehingga setiap tahun selalu ada inovasi dan peningkatan yang dilakukan.

Setelah gerai lesehan mulai dikenal dan memiliki pelanggan tetap, Ferry mengambil langkah berani untuk membuka usaha di ruko. Konsep mini store ini difokuskan untuk layanan online dan take away, mengikuti tren permintaan konsumen yang semakin praktis.

Puncak Pertumbuhan Hingga 35 Gerai

Puncak Pertumbuhan Hingga 35 Gerai

Berkat kegigihan, kreativitas dalam mengelola bisnis, dan kualitas produk yang ditawarkan, usaha ayam geprek Ferry Setiawan terus menunjukkan grafik pertumbuhan positif. Titik puncaknya terjadi pada tahun 2019.

Pada tahun tersebut, Ferry berhasil mengoperasikan total 35 gerai yang tersebar tidak hanya di Surabaya dan wilayah Jawa Timur, tetapi juga merambah ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Ini menandakan keberhasilan ekspansi bisnisnya yang signifikan.

Terpaan Pandemi COVID-19 dan Strategi Bertahan

Terpaan Pandemi COVID-19 dan Strategi Bertahan

Namun, geliat bisnis kuliner Ferry Setiawan harus menghadapi cobaan berat dengan hadirnya pandemi COVID-19. Pembatasan sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat berdampak langsung pada sektor ini.

Akibatnya, hampir separuh dari total gerai yang dimilikinya terpaksa harus ditutup sementara atau bahkan permanen karena sepinya pembeli. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi bisnis yang telah dibangunnya.

Inovasi Menjadi Kunci Kelangsungan Bisnis

Inovasi Menjadi Kunci Kelangsungan Bisnis

Meskipun diterpa badai pandemi, Ferry Setiawan tidak memilih untuk menyerah. Ia justru menjadikan tantangan ini sebagai momentum untuk berinovasi lebih jauh demi mempertahankan kelangsungan usahanya.

Ferry menekankan bahwa kunci utama dalam bisnis kuliner adalah inovasi, bukan sekadar bersaing dalam harga. "Ayam geprek banyak, tapi kalau hanya bersaing di harga saja bagi saya tak akan bisa berkembang. Bisnis kuliner itu selain produk berkualitas, juga service yang utama," ujarnya.

Diversifikasi Bisnis dan Peran Platform Online

Diversifikasi Bisnis dan Peran Platform Online

Untuk terus relevan di pasar yang dinamis, Ferry tidak hanya fokus pada satu jenis model bisnis. Ia juga merambah ke pengelolaan bisnis kuliner melalui sistem franchise, selain terus mengembangkan brand miliknya sendiri.

Ferry melihat potensi besar dalam industri kuliner, terutama dengan kemudahan yang ditawarkan oleh platform online seperti media sosial. Platform ini telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam mempopulerkan berbagai produk makanan dan minuman.

Pesan untuk Pengusaha Kuliner Masa Depan

Menurut Ferry, media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk tren kuliner saat ini. Hal ini turut mendorong munculnya banyak pebisnis kuliner baru yang memanfaatkan kanal digital.

Kepada para pelaku bisnis kuliner, Ferry berpesan agar senantiasa berinovasi dan kreatif untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. "Makanya kita ini beradu inovasi, beradu kreativitas karena kita berada di salah satu industri kreatif, jangan bermain di price war karena nggak ada habisnya," tandasnya.

Pengalamannya sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur juga memberikannya pandangan yang lebih luas mengenai dinamika industri kuliner di tingkat regional maupun nasional.

Kisah Ferry Setiawan ini menunjukkan bahwa dengan modal awal yang kecil, keberanian mengambil risiko, strategi yang tepat, dan yang terpenting adalah inovasi berkelanjutan, mimpi untuk membangun bisnis kuliner sukses dapat terwujud.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Posting Komentar