Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat di Tengah Pengeboman Tehran
VGI.CO.ID - Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa hanya penyerahan tanpa syarat dari Iran yang dapat mengakhiri ofensif militer yang telah berlangsung selama tujuh hari. Pernyataan keras ini muncul saat pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan pemboman terdahsyat ke wilayah Iran dan Lebanon pada hari Jumat.
Melalui platform Truth Social, Trump menuliskan bahwa tidak akan ada kesepakatan apa pun dengan Teheran kecuali melalui penyerahan diri secara total. Pada saat yang sama, pembom strategis AS mulai beroperasi di langit Iran sementara serangan intensif Israel di Lebanon memaksa satu juta warga mengungsi.
Eskalasi Serangan Udara dan Target Militer
Sekretaris Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa kekuatan tempur Amerika Serikat akan segera meningkat secara drastis dalam waktu dekat. Kepala Staf IDF Eyal Zamir menambahkan bahwa Israel kini memasuki fase baru untuk melucuti kemampuan militer dan meruntuhkan rezim Iran sepenuhnya.
Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS melaporkan bahwa pembom siluman B-2 telah menjatuhkan lusinan bom penetrator seberat 2.000 pon ke situs rudal Iran. Selain itu, sebuah kapal angkatan laut besar milik Iran yang digunakan sebagai platform peluncuran drone dilaporkan telah terkena serangan dan kemungkinan besar tenggelam.
Teheran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke arah pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain. Garda Revolusi Iran mengonfirmasi bahwa serangan balasan ini juga menargetkan infrastruktur sipil vital termasuk jalur pipa minyak di wilayah Teluk.
Dampak Kemanusiaan di Lebanon dan Iran
Di Lebanon, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran yang mencakup wilayah Dahiyeh di Beirut selatan yang dihuni lebih dari 600.000 orang. Serangan bertubi-tubi di wilayah tersebut telah mengubah kawasan yang semula padat menjadi kota hantu yang dipenuhi puing-puing bangunan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban tewas telah mencapai 217 orang sejak eskalasi antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali memanas. Selain itu, terdapat sekitar 798 orang lainnya yang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan udara yang terus berlanjut.
Serangan udara di Iran juga dilaporkan sangat intens hingga menggetarkan pemukiman warga di ibu kota Teheran dan memutus akses internet nasional. Pemantau NetBlocks melaporkan bahwa konektivitas internet di Iran menurun drastis hingga tersisa satu persen saja dari kapasitas normal.
Seruan Perubahan Rezim oleh Donald Trump
Donald Trump kembali menyerukan kepada rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka sendiri atau menghadapi ancaman kematian yang dijamin secara absolut. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari serangan gabungan ini adalah perubahan rezim total setelah tewasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sejauh ini, perang telah merenggut nyawa sedikitnya 1.230 orang di Iran dan sekitar selusin warga di wilayah kedaulatan Israel. Enam tentara Amerika Serikat juga dilaporkan tewas dalam konflik yang kini mengguncang pasar saham internasional dan pasokan minyak global.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Iran akan dianggap dalam status menyerah tanpa syarat jika Trump telah menentukan negara itu tidak lagi mengancam. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembelotan dari perwira senior militer Iran meskipun tekanan dari pihak barat terus meningkat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tuntutan utama Donald Trump terhadap Iran?
Donald Trump menuntut 'penyerahan tanpa syarat' (unconditional surrender) sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Berapa banyak korban jiwa dalam konflik ini?
Hingga saat ini, setidaknya 1.230 orang tewas di Iran, 217 orang di Lebanon, sekitar 12 orang di Israel, dan 6 tentara AS dilaporkan gugur.
Wilayah mana saja yang terkena dampak serangan Iran?
Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, serta target militer di wilayah Tel Aviv dan pangkalan udara di Israel.
Ditulis oleh: Sri Wahyuni
Posting Komentar