Keluarga Inggris Terdampar di Timur Tengah Akibat Kesalahan Fatal Foreign Office
VGI.CO.ID - Sebuah keluarga asal Inggris dilaporkan terdampar di Timur Tengah setelah dilarang menaiki penerbangan evakuasi dari Oman akibat kesalahan administratif pemerintah. Nusaybah Sattar bersama lima anggota keluarganya ditolak masuk pesawat meskipun telah memegang tiket resmi dan paspor Inggris yang sah.
Insiden tragis ini bermula saat warga London tersebut sedang merayakan ulang tahun ke-40 kerabatnya di Dubai ketika serangan drone Iran terjadi. Menyadari situasi keamanan yang memburuk, keluarga ini segera melakukan perjalanan darat selama delapan jam menuju Oman untuk mencari perlindungan.
Kronologi Penolakan di Bandara Oman
Setibanya di Oman, mereka mendaftarkan diri pada program evakuasi pemerintah Inggris dan membayar tiket pesawat carter senilai lebih dari £1.700. Namun, saat proses boarding pada hari Rabu, petugas lapangan Foreign Office menyatakan bahwa sebagian besar anggota keluarga tidak diizinkan terbang.
Hanya balita berusia 19 bulan dan nenek berusia 84 tahun yang menggunakan kursi roda yang dinyatakan lolos verifikasi keamanan. Sattar menegaskan bahwa mustahil membiarkan dua anggota keluarga paling rentan tersebut terbang sendirian ke London tanpa pendamping.
Pihak Home Office sempat memberikan alasan keliru dengan menyatakan bahwa keluarga tersebut tidak memiliki visa yang benar untuk masuk ke Inggris. Faktanya, seluruh anggota keluarga adalah warga negara Inggris asli yang saat itu memegang paspor Britania Raya di tangan mereka.
Dugaan Diskriminasi dan Kendala Administrasi
Sattar mengungkapkan adanya kendala teknis pada sistem karena perbedaan nama belakang yang ia gunakan setelah menikah. Ia juga mencurigai adanya perlakuan berbeda dibandingkan keluarga lain yang memiliki latar belakang nama yang lebih umum di Inggris.
Hingga pesawat lepas landas, keluarga ini tetap dilarang naik dan akhirnya terpaksa meninggalkan bandara dengan perasaan kecewa. Kegagalan evakuasi ini menyebabkan keluarga tersebut harus menanggung kerugian finansial hingga mencapai £4.000 untuk biaya transportasi dan hotel.
Kondisi Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Saat ini, keluarga Sattar telah kembali ke Dubai karena kehabisan sumber daya finansial untuk tetap bertahan di wilayah Oman. Nenek Sattar yang merupakan pasien stroke dilaporkan mulai kehabisan obat-obatan esensial akibat masa tinggal yang tidak terencana ini.
Meskipun pihak Foreign Office telah menyampaikan permohonan maaf secara lisan, keluarga ini mengaku belum mendapatkan bantuan konkret untuk pulang. Mereka kini memohon agar pemerintah mengatur transportasi aman atau menyediakan kursi pada penerbangan carter berikutnya dari Uni Emirat Arab.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris menyatakan bahwa tim pengerahan cepat terus bekerja untuk mendukung warga negara di tengah situasi logistik yang rumit. Namun, mereka mengingatkan bahwa pemeriksaan kelayakan penumpang harus diselesaikan sepenuhnya sebelum kursi pesawat dapat dikonfirmasi secara final.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa keluarga Nusaybah Sattar dilarang naik pesawat evakuasi?
Petugas Foreign Office menyatakan sebagian besar anggota keluarga tidak lolos verifikasi keamanan dan visa, meskipun mereka adalah warga negara Inggris pemegang paspor sah.
Berapa biaya yang telah dikeluarkan keluarga tersebut selama terdampar?
Keluarga tersebut telah menghabiskan hampir £4.000 untuk tiket penerbangan carter, biaya hotel di Oman, serta transportasi taksi antara Dubai dan Oman.
Bagaimana tanggapan pemerintah Inggris terkait insiden ini?
Foreign Office telah menyampaikan permohonan maaf, namun menyatakan bahwa operasi evakuasi secara logistik sangat rumit dan pemeriksaan kelayakan adalah prosedur wajib.
Ditulis oleh: Putri Permata
Posting Komentar