Isi Doa Quraish Shihab untuk Prabowo Saat Nuzulul Quran 2026

Table of Contents
Isi Doa Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo di Nuzulul Quran 2026
Isi Doa Quraish Shihab untuk Prabowo Saat Nuzulul Quran 2026

VGI.CO.ID - Cendekiawan Muslim terkemuka Tanah Air, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, baru-baru ini menyampaikan pesan mendalam dan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Momen khidmat tersebut berlangsung pada peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Di tengah ceramah spiritualnya, ayah dari jurnalis Najwa Shihab ini mengutarakan keinginannya yang tulus untuk mendoakan Presiden. Inspirasi untuk tindakan ini datang dari kisah gurunya, ulama besar Mesir Syekh Mutawalli Sya'rawi, yang pernah mendoakan presiden pada masanya.

Filosofi Kekuasaan dalam Doa Quraish Shihab

Quraish Shihab mengawali doanya dengan memaparkan filosofi kekuasaan yang ia pelajari dari sang guru. Menurutnya, segala bentuk kekuasaan di muka bumi ini pada hakikatnya bersumber sepenuhnya dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, terlepas dari karakter sang penguasa. Baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan ilahi maupun durhaka, kekuasaannya tetap berasal dari takdir Tuhan.

“Doanya dimulai dengan kalimat kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka,” tutur Quraish Shihab, dikutip dari tayangan TVRI.

Pesan Kesejahteraan dan Keadilan untuk Rakyat Indonesia

Filosofi Kekuasaan dalam Doa Quraish Shihab

Setelah menjelaskan filosofi dasar kekuasaan, Quraish Shihab kemudian melanjutkan dengan doa yang secara khusus dipersembahkan untuk Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa doa ini ditujukan untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia.

“Semua kekuasaan itu bersumber dari Tuhan, baru beliau (gurunya) berkata dan yang ini saya ingin doakan buat bapak,” lanjut Quraish Shihab. Doa tersebut disampaikan dengan pengandaian yang sarat makna, mencerminkan harapan besar bagi masa depan bangsa.

Dalam suasana hening dan khidmat, Quraish Shihab menyampaikan sebuah harapan agung. Ia berdoa agar kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi takdir baik bagi rakyat Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan yang merata.

“Saya hanya bisa berdoa kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat. Dalam arti Tuhan menakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu bapak,” jelas Quraish Shihab penuh harap.

Lebih lanjut, cendekiawan Muslim ini juga menyoroti peran penting pemimpin dalam menjaga perdamaian dunia. Ia berdoa agar Presiden Prabowo dibantu Tuhan dalam upaya mendekatkan keadilan dan perdamaian di tingkat global.

“Kalau bapak menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu mendekatkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada bapak (Presiden Prabowo),” tegasnya.

Doa dan pesan ini menjadi sorotan dalam peringatan Nuzulul Quran tahun ini, menandai momen penting antara tokoh spiritual dan pemimpin negara. Harapan akan kepemimpinan yang adil dan menyejahterakan rakyat menjadi intisari dari setiap untaian doa yang dipanjatkan.



Ditulis oleh: Putri Permata

Posting Komentar