AS Pertimbangkan Cabut Sanksi Minyak Rusia Demi Redam Lonjakan Harga Global

Table of Contents
US considers lifting more sanctions on Russian oil as Iran conflict sees global prices surge
AS Pertimbangkan Cabut Sanksi Minyak Rusia Demi Redam Lonjakan Harga Global

VGI.CO.ID - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan pada hari Jumat bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mencabut sanksi pada lebih banyak minyak mentah asal Rusia. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Keputusan ini muncul hanya sehari setelah Washington memberikan izin sementara bagi India untuk membeli minyak dari Moskow. Pemerintah AS berupaya menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian pasar global yang kian meningkat.

Dampak Konflik Iran terhadap Pasar Energi

Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah melumpuhkan sektor transportasi dan energi di wilayah Teluk. Serangan balasan dari Teheran bahkan dilaporkan hampir menghentikan seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang krusial.

Kondisi ini menyebabkan harga minyak mentah melonjak tajam sebesar 8,5% pada hari Jumat saja. Dalam kurun waktu satu pekan, total kenaikan harga minyak telah mencapai hampir 30% di pasar internasional.

Lonjakan harga semakin tidak terkendali setelah Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras terkait konflik tersebut. Trump menegaskan bahwa hanya "penyerahan tanpa syarat" dari Iran yang dapat mengakhiri peperangan di Timur Tengah.

Strategi Pasokan Melalui Pencabutan Sanksi

Dampak Konflik Iran terhadap Pasar Energi

"Kami mungkin akan mencabut sanksi pada minyak Rusia lainnya," ujar Scott Bessent dalam wawancaranya dengan Fox Business pada Jumat lalu. Ia menjelaskan bahwa terdapat ratusan juta barel minyak yang saat ini tertahan di laut akibat rezim sanksi.

Bessent menekankan bahwa dengan membuka blokir tersebut, Departemen Keuangan AS dapat menciptakan pasokan instan di pasar. Langkah ini diharapkan mampu memberikan napas lega bagi konsumen domestik maupun pasar internasional yang tertekan harga tinggi.

Namun, Washington menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan untuk melunakkan tekanan terhadap Moskow atas perang di Ukraina. Fokus utama dari langkah ini adalah membebaskan pasokan yang sudah berada dalam masa transit agar bisa segera dikonsumsi.

Respons Internasional dan Target Waktu

Penasihat ekonomi Kremlin, Kirill Dmitriev, menyambut baik kemungkinan diskusi mengenai pelonggaran sanksi ini melalui unggahan di platform X. Ia menyatakan bahwa sanksi Barat selama ini telah terbukti memberikan dampak merugikan bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Sebagai langkah awal, pemerintah AS telah mengizinkan transaksi minyak Rusia yang saat ini terdampar di laut untuk dijual ke India. Izin khusus ini mencakup kapal-kapal yang sebelumnya diblokir dan berlaku hingga tanggal 3 April 2026.

Pemerintah AS berjanji akan terus memantau situasi dan mengumumkan langkah-langkah tambahan secara berkala selama konflik berlangsung. Hal ini dilakukan demi memitigasi dampak ekonomi yang lebih luas akibat krisis energi global yang sedang terjadi.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa Amerika Serikat mempertimbangkan mencabut sanksi minyak Rusia?

AS ingin menambah pasokan minyak global untuk meredam lonjakan harga yang mencapai 30% dalam sepekan akibat konflik dengan Iran.

Apakah ini berarti AS melunak terhadap Rusia terkait perang di Ukraina?

Tidak, Washington menegaskan langkah ini hanya menyasar pasokan yang sudah dalam transit untuk stabilitas pasar, bukan mengubah kebijakan diplomatik terhadap Moskow.

Apa dampak konflik Iran terhadap jalur pengiriman minyak?

Konflik tersebut hampir menghentikan total aktivitas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Berapa lama izin pembelian minyak Rusia oleh India berlaku?

Pemerintah AS memberikan otoritas transaksi tersebut hingga akhir hari pada tanggal 3 April 2026.



Ditulis oleh: Putri Permata

Posting Komentar