Suasana Haru Pemakaman Co-Pilot Smart Air Baskoro Adi Anggoro di Jakarta
/data/photo/2026/02/13/698ef4476191a.jpg)
VGI.CO.ID - Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman co-pilot pesawat Smart Air, Baskoro Adi Anggoro, yang berlangsung dengan penuh duka. Almarhum merupakan korban penembakan di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026).
Peti jenazah Baskoro tiba di tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Jumat (13/2/2026) siang. Kedatangan jenazah langsung disambut oleh pihak keluarga dan rekan sejawat yang telah menanti sejak pagi hari.
Sejumlah pelayat yang hadir tampak mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda duka cita mendalam atas kepergian pilot muda tersebut. Di barisan terdepan, kedua orangtua dan adik perempuan Baskoro terlihat mengenakan busana putih sambil menahan tangis.
Prosesi Pemakaman Baskoro Adi Anggoro di TPU Pondok Kelapa
Suasana hening menyelimuti area pemakaman saat pendeta memulai ibadah pelepasan untuk mengantar kepergian almarhum. Doa-doa dipanjatkan secara khidmat oleh seluruh pelayat yang mengelilingi liang lahat di bawah cuaca yang mendung.
Sesekali, tangis pecah dari bangku keluarga saat mengenang dedikasi dan kebaikan hidup Baskoro semasa bertugas di wilayah Papua. Tangis semakin tak terbendung ketika tim pemakaman mulai menurunkan peti jenazah secara perlahan ke dalam liang lahat.
Kedua orangtua Baskoro tampak saling menggenggam tangan dengan erat untuk memberikan kekuatan satu sama lain dalam menghadapi perpisahan ini. Setelah peti tertutup tanah, pelayat satu per satu menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang kapten.
Pesan Terakhir Sang Ibu: Selamat Jalan Kapten Kebanggaan Mama
Ibu almarhum, Tryana, tak kuasa membendung air matanya saat berdiri di sisi liang lahat sebelum proses penimbunan tanah selesai dilakukan. Dengan suara yang bergetar hebat, ia menyampaikan pesan perpisahan yang sangat menyentuh hati bagi putra tercintanya.
"Selamat jalan kapten pilot kebanggaan mama, Baskoro Adi Anggoro," ucap Tryana sambil meneteskan air mata di hadapan para pelayat. Ia menambahkan bahwa perpisahan di dunia ini hanyalah sementara karena mereka akan bertemu kembali di surga kelak.
Bagi keluarga besar, sosok Baskoro bukan sekadar seorang pilot profesional yang menjalankan tugas negara di daerah pelosok. Ia dikenal sebagai pribadi humoris yang selalu menghadirkan tawa dan keceriaan setiap kali keluarga berkumpul bersama.
"Selamat jalan Baskoro, saya cinta kamu," kata Tryana sembari melambaikan tangan dan memberikan ciuman jauh ke arah pusara. Momen memilukan ini menutup rangkaian prosesi pemakaman yang dihadiri oleh puluhan rekan profesi penerbang lainnya.
Kepergian Baskoro Adi Anggoro meninggalkan luka mendalam bagi dunia penerbangan perintis Indonesia, khususnya di wilayah konflik Papua. Pihak keluarga berharap agar dedikasi almarhum selalu dikenang dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Ditulis oleh: Rina Wulandari
Posting Komentar