Setelah Cetak Gol Debut, Ini Misi Penting Hansamu Yama Bersama Arema FC
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5490838/original/043209800_1770026678-IWS_3410.jpg.jpeg)
VGI.CO.ID - Hansamu Yama Pranata merasakan debut yang begitu manis bersama Arema FC di lanjutan kompetisi BRI Super League. Bek tengah berusia 31 tahun ini langsung mencetak gol kemenangan tim berjuluk Singo Edan pada pekan ke-19, Senin (2/2/2026).
Momen istimewa ini terjadi di hadapan para Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menandai awal yang menjanjikan bagi karier Hansamu di klub barunya. Gol tunggalnya tersebut memastikan Arema FC meraih kemenangan penting 1-0 atas Persijap Jepara, membangkitkan semangat tim dan para pendukungnya.
Fokus Utama: Bukan Pahlawan, Tapi Kesempatan Bermain
Meskipun menjadi penentu kemenangan, Hansamu Yama tidak menunjukkan sikap jemawa atau merasa sebagai pahlawan tunggal. Ia justru tetap merendah dan mengesampingkan euforia atas gol debutnya yang krusial.
Pemain yang berstatus pinjaman dari Persija Jakarta ini memiliki misi utama yang lebih fundamental: mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. “Saya tidak memikirkan gol; yang terpenting bagi saya adalah mendapat kesempatan main,” tegasnya, menunjukkan prioritasnya di lapangan hijau.
Perjalanan Sulit di Persija Jakarta
Misi Hansamu Yama ini berakar dari minimnya menit bermain yang ia dapatkan selama putaran pertama bersama Persija Jakarta. Ia hanya tampil dalam empat pertandingan dan selalu masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir, sebuah situasi yang jauh dari ideal bagi pemain sekaliber dirinya.
Persaingan ketat di lini belakang Persija menjadi alasan utama, dengan kehadiran stoper-stoper tangguh seperti Thales Lira, Rizky Ridho, dan Jordi Amat. Kondisi ini membuat Hansamu sulit menembus skuad utama dan menunjukkan kualitas terbaiknya secara konsisten.
Peluang Emas di Lini Pertahanan Arema FC
Situasi berbeda kini terbentang di Arema FC, tempat ia dipinjamkan untuk paruh kedua musim. Di klub berjuluk Singo Edan ini, posisi stoper murni terbilang terbatas dengan hanya Anwar Rifai dan Odivan Koerich sebagai opsi utama.
Ironisnya, kedua stoper asli Arema tersebut justru sering akrab dengan bangku cadangan, karena pelatih lebih sering mempercayakan posisi tersebut kepada Julian Guevara yang berposisi asli sebagai gelandang bertahan. Kedatangan Hansamu Yama mengisi kekosongan ini dengan sempurna, menempatkannya sebagai pilihan utama untuk satu posisi stoper yang tersisa.
Kepercayaan Penuh dari Marcos Santos
Performa impresif Hansamu di laga perdananya dengan cepat menarik perhatian pelatih Arema FC, Marcos Santos. Pelatih asal Brasil ini memang sejak awal sudah menunjukkan keyakinan penuh terhadap kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Hansamu.
Meskipun Hansamu baru bergabung dan hanya mengikuti dua sesi latihan, Santos tanpa ragu langsung menurunkannya sebagai pilihan utama menghadapi Persijap Jepara. Kepercayaan ini terbukti berbuah manis dengan gol kemenangan yang dicetak Hansamu.
Pembuktian Diri di Usia 31 Tahun
Di usia 31 tahun, Hansamu Yama berada pada fase karier di mana banyak pemain kerap mengalami penurunan performa. Namun, bagi Hansamu, usia kepala tiga justru menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis dan masih mampu bersaing di level tertinggi.
Masa peminjaman selama setengah musim di Arema FC ini menjadi ajang pembuktian penting bagi Hansamu, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menunjukkan kualitasnya kepada manajemen Persija dan klub lain. Ia bertekad untuk memberikan kontribusi maksimal, “Saya ingin membantu Arema di setiap pertandingan, karena itu sudah jadi tugas kami,” ujarnya penuh komitmen.
Generasi Emas 2013 yang Bertahan
Hansamu Yama juga menjadi salah satu dari segelintir pemain ‘generasi emas’ Timnas Indonesia U-19 tahun 2013 yang masih mampu mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola nasional. Angkatan tersebut dahulu dielu-elukan sebagai harapan baru sepak bola Indonesia, namun sebagian besar kini kariernya mulai meredup.
Contohnya, Evan Dimas yang kini berstatus tanpa klub, serta Dimas Drajad dan Ilham Udin Armayn yang lebih sering menjadi pemain pengganti dan bukan lagi opsi utama di klub masing-masing. Hansamu menjadi anomali yang membuktikan kegigihan dan profesionalisme yang luar biasa, terus berjuang di tengah dinamika keras kompetisi.
Dampak Instan dan Harapan ke Depan
Dampak instan Hansamu Yama terhadap Arema FC menunjukkan bahwa pengalamannya sangat dibutuhkan di lini belakang. Ketenangan, kepemimpinan, dan kemampuannya dalam duel udara serta membaca permainan menjadi aset berharga bagi Singo Edan.
Kedatangan Hansamu diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan tetapi juga membawa mental juara ke dalam tim, membantu Arema FC mencapai target-target ambisius di sisa musim BRI Super League. Masa depannya setelah masa peminjaman akan sangat bergantung pada konsistensinya dalam menjaga performa di setiap laga.
Kiprah Arema FC dan Julukan Singo Edan
Arema FC, klub kebanggaan warga Malang, memiliki sejarah panjang dan kaya di kancah sepak bola Indonesia. Sebelumnya dikenal sebagai Arema Cronus, klub ini selalu dikenal dengan julukan ikonik mereka, Singo Edan, yang merefleksikan semangat juang dan kegarangan di lapangan.
Dukungan fanatik Aremania juga menjadi salah satu faktor kunci yang selalu membakar semangat para pemain. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Hansamu Yama diharapkan dapat membawa stabilitas dan inspirasi baru untuk meraih prestasi tertinggi bersama Singo Edan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Hansamu Yama Pranatamera?
Hansamu Yama Pranatamera adalah seorang bek tengah profesional Indonesia yang saat ini berstatus pemain pinjaman di Arema FC dari Persija Jakarta. Ia dikenal atas kemampuannya dalam menjaga pertahanan dan merupakan bagian dari 'generasi emas' Timnas Indonesia U-19 tahun 2013.
Bagaimana debut Hansamu Yama bersama Arema FC?
Hansamu Yama merasakan debut manis bersama Arema FC pada pekan ke-19 BRI Super League, Senin (2/2/2026), dengan mencetak gol kemenangan timnya 1-0 atas Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Mengapa Hansamu Yama dipinjamkan ke Arema FC?
Hansamu Yama dipinjamkan ke Arema FC dari Persija Jakarta karena minimnya menit bermain yang ia dapatkan di Persija. Persaingan ketat dengan stoper-stoper lain seperti Thales Lira, Rizky Ridho, dan Jordi Amat membuat ia sulit menembus skuad utama di klub lamanya.
Apa misi utama Hansamu Yama di Arema FC?
Misi utama Hansamu Yama di Arema FC adalah untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Ia ingin membuktikan kemampuannya dan membantu Arema FC di setiap pertandingan, menjadikan masa peminjaman ini sebagai ajang pembuktian diri.
Bagaimana kontribusi Hansamu Yama bagi Arema FC?
Kontribusi Hansamu Yama bagi Arema FC sudah terlihat sejak debutnya dengan mencetak gol kemenangan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat lini pertahanan, membawa pengalaman, dan mengisi kekosongan posisi stoper yang krusial bagi Singo Edan.
Ditulis oleh: Putri Permata
Posting Komentar