Regulasi Hambat Clayton Da Silva: Eks Striker Brasil U-23 Batal Gabung Persis Solo
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489053/original/086354000_1769780095-1769775855083-Article_Clayton__Web_.jpg.webp)
VGI.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional, di mana Persis Solo secara resmi mengumumkan pembatalan perekrutan penyerang asal Brasil, Clayton Da Silveira Da Silva. Keputusan pahit ini harus diambil setelah terganjal masalah regulasi pemain asing pada putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Padahal, eks striker Timnas Brasil U-23 ini sejatinya telah digadang-gadang untuk menjadi amunisi baru yang dapat mendongkrak kekuatan lini serang Laskar Sambernyawa. Harapan besar para penggemar dan manajemen pun kini harus pupus karena adanya kendala administratif yang tak terduga.
Mimpi yang Kandas: Kedatangan Clayton Da Silva ke Persis Solo
Persis Solo menaruh ekspektasi tinggi pada Clayton Da Silveira Da Silva, mengingat rekam jejaknya sebagai mantan pemain Timnas Brasil U-23. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan dimensi baru dan ketajaman yang dibutuhkan tim untuk mengarungi sisa musim.
Namun, dalam dunia sepak bola profesional, talenta saja tidak cukup; persyaratan regulasi menjadi penentu utama. Status sang pemain ternyata tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk pemain asing di BRI Super League, sebuah pukulan telak bagi rencana transfer klub.
Jejak Panjang Konfirmasi Status Pemain
Manajemen Persis Solo tidak tinggal diam dan telah melakukan serangkaian upaya konfirmasi yang mendalam untuk memastikan kelayakan status Clayton. Langkah pertama adalah berkorespondensi dengan klub terakhir Clayton, Diamond Harbour FC, yang berkompetisi di kasta kedua Liga India.
Dari komunikasi tersebut, terungkap bahwa Clayton Da Silveira Da Silva hanya terdaftar untuk laga eksebisi Durand Cup 2025 dan tidak pernah bermain di kompetisi resmi India. Kontraknya juga telah diputus melalui kesepakatan bersama, dibuktikan dengan release letter tertanggal 24 Januari 2026, status yang kemudian dikonfirmasi oleh All India Football Federation (AIFF).
Selanjutnya, Persis Solo juga menghubungi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk menelusuri riwayat profesional sang pemain. FAM memberikan surat dengan nomor FAM/17/FFA/CL-Cleyton/12/012026/DNAR/Nul, yang menjelaskan bahwa Clayton pernah teregistrasi secara profesional bersama Perak FC di Liga Super Malaysia 2024/2025.
Informasi dari FAM ini sejatinya menjadi angin segar karena status registrasi profesional di Malaysia seharusnya memenuhi syarat kelayakan untuk berkarier di BRI Super League. Ditambah lagi, Persis Solo juga telah menerima International Transfer Certificate (ITC) dari FIFA, yang mengonfirmasi bahwa Clayton telah menyelesaikan semua kewajibannya dengan klub lamanya, baik Diamond Harbour FC maupun AIFF.
Drama di Detik-detik Akhir Pendaftaran
Berbekal semua persyaratan administrasi yang tampak lengkap dan meyakinkan tersebut, manajemen Persis Solo kemudian melanjutkan proses registrasi pemain. Clayton Da Silveira Da Silva didaftarkan ke Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) serta Liga Indonesia Administration System (LIAS).
Pada tahap ini, Clayton bahkan sudah resmi tercatat dalam sistem sebagai pemain Persis Solo, memberikan harapan besar bahwa saga transfer telah berakhir manis. Namun, takdir berkata lain; pada Senin, 2 Februari 2026, Persis Solo menerima surat dari PSSI bernomor 447/UDN/275/II-2026 yang menyatakan bahwa sang pemain tidak memenuhi persyaratan untuk tampil di BRI Super League.
PSSI menegaskan bahwa meskipun berbagai dokumen telah dilengkapi, ada aspek regulasi yang membuat status Clayton tidak valid. Pembatalan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Persis Solo yang sudah berupaya maksimal untuk mendatangkan pemain berkualitas.
Komitmen Jangka Panjang dan Harapan Baru Clayton
Meski batal didaftarkan untuk putaran kedua BRI Super League 2025/2026, manajemen Persis Solo menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tidak meninggalkan Clayton Da Silveira Da Silva begitu saja. Mereka justru turut membantu sang pemain untuk mendapatkan klub baru agar kariernya tetap berlanjut.
Identitas klub baru Clayton memang belum diumumkan secara resmi oleh Persis Solo, namun rumor santer menyebutkan bahwa ia akan bergabung dengan Garudayaksa FC, sebuah tim yang berkompetisi di kasta kedua Liga Indonesia. Langkah ini menunjukkan hubungan baik antara Persis Solo dan Clayton, serta komitmen klub untuk membantu pemain.
Menariknya, Persis Solo bahkan menyatakan bahwa Clayton Da Silveira Da Silva berpotensi untuk kembali bergabung dengan tim pada musim 2026/2027. Pernyataan ini sekaligus menjadi penutup dari pihak klub, yang menyampaikan terima kasih atas komitmen Clayton selama proses registrasi yang singkat dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan.
Dampak dan Pelajaran bagi Klub Liga 1
Kasus Clayton Da Silveira Da Silva ini menjadi sorotan penting mengenai kompleksitas regulasi pemain asing di sepak bola Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan betapa krusialnya pemahaman mendalam terhadap setiap detail aturan, bahkan setelah melalui proses verifikasi yang panjang.
Bagi Persis Solo, pembatalan ini tentu akan memaksa mereka untuk segera mencari alternatif pengganti di lini depan demi menjaga performa tim. Namun, lebih dari itu, kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh klub di BRI Super League untuk lebih cermat dan teliti dalam setiap proses transfer pemain asing, menghindari potensi kerugian waktu, tenaga, dan sumber daya.
Harapan agar regulasi pemain asing lebih transparan dan mudah dipahami pun semakin menguat di kalangan klub dan pecinta sepak bola. Kejelasan regulasi adalah kunci untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan profesional di masa mendatang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Clayton Da Silveira Da Silva batal bergabung dengan Persis Solo?
Clayton Da Silveira Da Silva batal bergabung dengan Persis Solo karena terkendala masalah regulasi pemain asing di BRI Super League 2025/2026, yang ditetapkan oleh PSSI. Meskipun telah melewati berbagai tahapan verifikasi, statusnya tidak memenuhi persyaratan.
Bagaimana riwayat status Clayton Da Silveira Da Silva sebelum ke Persis Solo?
Sebelumnya, Clayton terdaftar di Diamond Harbour FC (India) hanya untuk laga eksebisi Durand Cup 2025 dan tidak di kompetisi resmi. Namun, ia pernah teregistrasi secara profesional bersama Perak FC di Liga Super Malaysia 2024/2025, yang awalnya dianggap memenuhi syarat.
Apa peran PSSI dalam pembatalan transfer ini?
PSSI adalah pihak yang mengeluarkan surat pemberitahuan resmi pada Senin, 2 Februari 2026, yang menyatakan bahwa Clayton Da Silveira Da Silva tidak memenuhi syarat untuk tampil di BRI Super League, meskipun sudah didaftarkan oleh Persis Solo di sistem SIAP dan LIAS.
Apakah Clayton Da Silveira Da Silva akan bermain di Indonesia?
Ya, meskipun batal ke Persis Solo untuk musim ini, Clayton Da Silveira Da Silva dikabarkan akan bergabung dengan Garudayaksa FC, tim di kasta kedua Liga Indonesia. Persis Solo bahkan menyatakan bahwa ia berpotensi kembali bergabung pada musim 2026/2027.
Apa itu International Transfer Certificate (ITC) dan bagaimana kaitannya dengan kasus ini?
International Transfer Certificate (ITC) adalah dokumen dari FIFA yang menegaskan bahwa seorang pemain telah menyelesaikan semua kewajibannya dengan klub lamanya dan bebas untuk pindah. Persis Solo telah menerima ITC untuk Clayton, namun ini tidak cukup untuk mengatasi kendala regulasi PSSI yang lebih spesifik.
Ditulis oleh: Agus Pratama
Posting Komentar