Polres Sumedang Sabet 3 Rekor MURI Bersama Bobon Santoso Lewat Ubi Cilembu

Table of Contents

Polres Sumedang Gelar Masak Besar Bersama Bobon Santoso, RAIH 3 REKOR Muri dan Bagikan 4.050 Cup Kolak Ubi Cilembu - SUARA INDEPENDENT


VGI.CO.ID - Polres Sumedang sukses mencetak sejarah dengan meraih tiga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam acara Masak Besar bersama Bobon Santoso. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung meriah di Mapolres Sumedang pada Sabtu (14/02/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Acara ini diselenggarakan untuk mengangkat potensi lokal Ubi Cilembu sekaligus memperkuat sinergitas antara institusi Polri dengan masyarakat. Kapolres Sumedang menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

Pencapaian Tiga Rekor MURI Sekaligus

Momentum utama dalam kegiatan ini adalah penyerahan tiga piagam Rekor MURI atas inovasi berbasis komoditas unggulan Kabupaten Sumedang. Rekor pertama diraih melalui penanaman 18.000 bibit Ubi Cilembu yang dilakukan secara sistematis di dalam media polybag.

Rekor kedua diraih atas pembuatan kolak Ubi Cilembu dalam jumlah fantastis mencapai 4.050 cup yang siap dikonsumsi. Terakhir, Polres Sumedang memecahkan rekor ketiga melalui aksi pembagian 4.000 paket tanam Ubi Cilembu kepada warga sekitar.

Pembacaan pencapaian rekor dan penyerahan piagam dilakukan di hadapan tamu undangan, personel Polri, serta para pelajar yang hadir. Suasana penuh antusiasme menyelimuti sesi foto bersama saat piagam MURI resmi diserahkan kepada pihak Polres Sumedang.

Sinergi Sosial dan Aksi Masak Besar

Selain pencapaian rekor, Kapolres Sumedang juga menyerahkan donasi kemanusiaan untuk wilayah Sumatera melalui Ketua Baznas Kabupaten Sumedang. Langkah ini menjadi simbol kepedulian sosial kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan di luar wilayah Jawa Barat.

Inti acara kemudian berlanjut pada prosesi masak besar selama 2,5 jam yang dipandu langsung oleh YouTuber kuliner Bobon Santoso. Bobon berkolaborasi aktif dengan jajaran Pejabat Utama Polres dan para tamu undangan untuk mengolah ubi legendaris tersebut.

Interaksi hangat tercipta saat Bobon Santoso menyapa warga dan personel Polri di tengah kepulan asap tungku masak. Setelah proses memasak usai, relawan bersama personel menghabiskan waktu 1,5 jam untuk mengemas ribuan cup kolak ke dalam wadah yang higienis.

Dukungan Terhadap Ekonomi Kerakyatan

Pembagian 4.050 cup kolak dan bibit ubi dilakukan secara simbolis sebagai wujud nyata dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Kapolres Sumedang berharap inovasi ini memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani dan masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Bobon Santoso menyatakan kekagumannya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh elemen yang terlibat dalam acara ini. Ia menilai kegiatan ini berhasil membangun semangat positif melalui kebersamaan dan aksi berbagi yang nyata.

Acara ditutup dengan sesi doorstop media dan foto bersama seluruh panitia di halaman Mapolres Sumedang. Melalui keberhasilan ini, Polres Sumedang berkomitmen untuk terus menghadirkan program kreatif yang bermanfaat bagi stabilitas sosial dan ekonomi.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan kegiatan Masak Besar Polres Sumedang bersama Bobon Santoso dilaksanakan?

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, mulai pukul 10.00 WIB bertempat di Mapolres Sumedang.

Apa saja tiga Rekor MURI yang berhasil diraih oleh Polres Sumedang?

Tiga rekor tersebut adalah penanaman 18.000 bibit Ubi Cilembu di polybag, pembuatan 4.050 cup kolak Ubi Cilembu, dan pembagian 4.000 paket tanam Ubi Cilembu.

Berapa banyak kolak yang dibagikan kepada masyarakat dalam acara tersebut?

Polres Sumedang membagikan sebanyak 4.050 cup kolak Ubi Cilembu kepada masyarakat dan tamu undangan.

Apa tujuan utama dari penyelenggaraan acara Masak Besar ini?

Tujuannya adalah memperkuat sinergitas Polri dengan masyarakat serta mendukung potensi lokal Ubi Cilembu untuk ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.



Ditulis oleh: Dewi Lestari

Posting Komentar