Pemkot Bandung Siapkan Rp348 Miliar untuk Pengelolaan Sampah 2026

VGI.CO.ID - Pemerintah Kota Bandung resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp348 miliar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah pada tahun anggaran 2026 mendatang. Dana fantastis ini disiapkan sebagai langkah serius pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan sampah perkotaan yang semakin kompleks.
Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kinerja pengurangan serta pengolahan sampah di seluruh wilayah Kota Bandung. Melalui alokasi yang besar, Pemkot Bandung optimis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Alokasi Anggaran untuk Kebutuhan Operasional Utama
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq, membeberkan rincian penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, dana Rp348 miliar itu akan menyasar berbagai aspek operasional dasar hingga infrastruktur pengolahan.
“Anggaran ini mencakup gaji petugas kebersihan, penyapu jalan, sopir, kru lapangan, hingga pembayaran tipping fee ke TPA Sarimukti,” ujar Salman. Penjelasan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan petugas lapangan serta kelancaran pembuangan akhir.
Selain itu, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk biaya pengangkutan dan pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) armada pengangkut sampah. Dana operasional untuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta TPS 3R juga masuk dalam prioritas pembiayaan tahun 2026.
Stimulus Sarana Prasarana di Tingkat Kewilayahan
Tidak hanya fokus pada operasional pusat, DLH Kota Bandung juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan. Pemerintah akan memberikan stimulus berupa penyediaan sarana dan prasarana penunjang bagi masyarakat setempat.
Stimulus tersebut meliputi pengadaan tempat sampah terpilah dan gerobak sampah baru untuk mempermudah mobilisasi sampah dari pemukiman. Diharapkan, fasilitas ini mampu mendorong warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.
Optimalisasi Program Gaslah Melalui Dana Puluhan Miliar
Salah satu program unggulan yang mendapatkan porsi anggaran signifikan adalah Program Gaslah atau Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah. Pemkot Bandung menyiapkan dana khusus sekitar Rp23 hingga Rp24 miliar untuk mendukung keberlangsungan program ini.
Program Gaslah akan melibatkan sebanyak 1.596 petugas yang bertugas di setiap Rukun Warga (RW) di seluruh Kota Bandung. Seluruh petugas tersebut nantinya akan menerima honor bulanan tetap sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam memilah sampah di hulu.
Keterlibatan petugas Gaslah di tingkat RW diprediksi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Sarimukti. Dengan adanya pengolahan di level terkecil, volume sampah yang dibuang diharapkan dapat berkurang secara drastis.
Melalui investasi besar-besaran di sektor lingkungan ini, Pemerintah Kota Bandung berupaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Masyarakat pun diimbau untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan kota yang lebih hijau.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa total anggaran pengelolaan sampah Kota Bandung untuk tahun 2026?
Total anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah sebesar Rp348 miliar.
Apa saja rincian penggunaan anggaran Rp348 miliar tersebut?
Anggaran tersebut mencakup gaji petugas kebersihan, penyapu jalan, sopir, pembayaran tipping fee TPA Sarimukti, BBM, biaya pengangkutan, serta operasional TPS 3R dan TPST.
Apa itu Program Gaslah dan berapa anggarannya?
Program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) adalah program pemilahan sampah di tingkat RW dengan melibatkan 1.596 petugas, dengan anggaran khusus sebesar Rp23 - 24 miliar.
Siapa yang bertanggung jawab mengelola anggaran sampah tersebut?
Anggaran tersebut dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung di bawah pengawasan Pemerintah Kota Bandung.
Ditulis oleh: Dewi Lestari
Posting Komentar