Mengapa Pengguna Setia Meninggalkan Duolingo?
VGI.CO.ID - Duolingo dikenal sebagai aplikasi pembelajaran bahasa yang paling populer di dunia, menarik jutaan pengguna dengan sistem gamifikasi yang adiktif. Namun, tidak sedikit pengguna yang memutuskan untuk meninggalkan platform ini setelah beberapa waktu.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa orang-orang, bahkan yang awalnya setia, pada akhirnya berhenti menggunakan Duolingo untuk perjalanan belajar bahasa mereka?
Keterbatasan Tingkat Lanjut dan Kedalaman Materi
Salah satu alasan utama mengapa pengguna meninggalkan Duolingo adalah keterbatasan dalam menyediakan materi untuk level menengah hingga mahir. Aplikasi ini sangat efektif untuk pemula, tetapi seringkali gagal memenuhi kebutuhan pelajar yang ingin mencapai kefasihan.
Struktur pelajaran yang berulang dan fokus pada terjemahan frasa dasar terkadang tidak cukup untuk memahami nuansa tata bahasa yang kompleks atau konteks budaya yang lebih dalam.
Monotonnya Sistem Gamifikasi
Sistem poin, streak, dan liga Duolingo pada awalnya sangat memotivasi, namun bagi sebagian orang, hal tersebut dapat menjadi monoton. Fokus pada elemen gamifikasi bisa mengalihkan perhatian dari tujuan utama belajar bahasa itu sendiri.
Pengguna mungkin merasa lebih mengejar streak harian daripada benar-benar menyerap dan mempraktikkan materi pembelajaran yang ada.
Kurangnya Latihan Berbicara dan Konteks Nyata
Duolingo unggul dalam latihan kosakata dan tata bahasa dasar, namun sering dikritik karena kurangnya kesempatan untuk praktik berbicara yang autentik. Interaksi dua arah dan percakapan spontan jarang ditemukan, yang krusial untuk pengembangan kefasihan.
Tanpa konteks penggunaan bahasa di dunia nyata, pengguna mungkin kesulitan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari di Duolingo ke dalam situasi komunikasi sehari-hari.
Mencari Metode Belajar yang Lebih Personalisasi
Seiring kemajuan dalam belajar bahasa, banyak pengguna mulai mencari metode yang lebih personal dan mendalam. Mereka mungkin beralih ke kursus daring, les privat dengan guru penutur asli, atau platform yang menawarkan interaksi langsung.
Kebutuhan akan umpan balik yang lebih spesifik dan kurikulum yang dapat disesuaikan seringkali mendorong mereka mencari alternatif di luar Duolingo.
Ditulis oleh: Maya Sari
Posting Komentar