Cek Fakta: Tautan Hoaks BSU Pangan Tunai Rp 1,7 Juta 2026 Modus Pencurian Data
![[HOAKS] Tautan untuk Cek Pencairan BSU Pangan Tunai Rp 1,7 Juta](https://asset.kompas.com/crops/jyISkDfg-xp1yF8V1UK2XNCiox8=/0x0:1876x1251/1200x675/data/photo/2021/06/28/60d9cae828e1b.png)
VGI.CO.ID - Indonesia digemparkan oleh peredaran unggahan palsu di media sosial mengenai tautan pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pangan Tunai senilai Rp 1,7 juta untuk tahun 2026. Informasi ini telah diverifikasi oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dan dinyatakan sebagai hoaks, sekaligus modus pencurian data pribadi atau phishing.
Unggahan menyesatkan ini mulai beredar pada Februari 2026, dibagikan oleh sejumlah akun Facebook seperti 'inidanin'. Postingan tersebut secara keliru mengklaim adanya BSU Pangan Tunai sebesar Rp 1.700.000, serta mengajak masyarakat untuk memeriksa nama mereka yang terdaftar tanpa pungutan biaya.
Modus Phishing Melalui Tautan Palsu
Tautan yang disebarkan dalam unggahan hoaks tersebut tidak lain merupakan jebakan phishing yang berbahaya. Setelah diakses, tautan ini akan mengarahkan pengguna ke sebuah laman yang meminta mereka memasukkan data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
Pemberian informasi pribadi melalui tautan tidak resmi sangat berisiko tinggi. Data tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk kepentingan penipuan atau kejahatan siber lainnya.
Klarifikasi Resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan
Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai kelanjutan program BSU untuk tahun 2026. Program BSU sebelumnya disalurkan pada tahun 2025 oleh Kemenaker, tepatnya pada bulan Juni dan Juli.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, pada 19 Januari 2026, menyatakan bahwa belum ada informasi dari Kemenaker terkait penyaluran BSU 2026. "Hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah terkait BSU," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Biro Humas Kemenaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, secara tegas membantah adanya kebijakan penyaluran BSU pada 2026. Faried, dikutip dari laman resmi Kemenaker pada 7 Januari 2026, mengonfirmasi tidak adanya informasi apa pun terkait BSU tahun 2026.
Imbauan Waspada Terhadap Informasi Palsu
Mengingat maraknya penipuan berkedok bantuan pemerintah, Kemenaker mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Penting untuk tidak mempercayai informasi palsu yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama yang mencantumkan tautan pendaftaran tidak resmi.
Masyarakat dianjurkan untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui kanal-kanal resmi pemerintah, seperti situs web atau media sosial resmi Kemenaker. Jika ada kebijakan baru terkait program bantuan, Kemenaker akan menyampaikannya secara terbuka dan transparan melalui saluran yang terverifikasi.
Pencegahan terbaik adalah dengan tidak mengklik tautan yang mencurigakan dan tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Dengan demikian, risiko menjadi korban penipuan dan pencurian data dapat diminimalisir secara signifikan.
Ditulis oleh: Rudi Hartono
Posting Komentar