CCTV: Kunci Percepatan Pengungkapan Kasus Kriminal di Bali

VGI.CO.ID - Pemanfaatan teknologi Closed Circuit Television (CCTV) terbukti menjadi instrumen vital dalam mengakselerasi pengungkapan kasus tindak pidana di wilayah hukum Polda Bali. Perangkat pengawas visual ini secara signifikan membantu aparat kepolisian dalam melacak pelaku dan merekonstruksi kronologi kejadian secara objektif.
Dampak positif penggunaan CCTV ini dirasakan secara menyeluruh, mulai dari jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Bali hingga Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek) di seluruh Bali.
Dampak Positif CCTV dalam Penyelidikan
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy, mengungkapkan bahwa pemanfaatan CCTV telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam mengungkap berbagai kasus kriminal. Kepolisian secara proaktif telah mengintegrasikan teknologi ini sebagai bagian integral dari dukungan penyidikan sejak beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Ariasandy pada Selasa, 10 Februari 2026, menegaskan bahwa rekaman CCTV seringkali menjadi titik tolak penting dalam penanganan perkara.
Adanya CCTV memungkinkan penyidik untuk melakukan deteksi dini terhadap ciri-ciri pelaku, pola pergerakan, sarana yang digunakan, serta waktu dan lokasi insiden. Informasi mendetail ini krusial untuk mempersempit dugaan pelaku pada tahap penyelidikan awal.
Dengan demikian, proses pengungkapan perkara dapat berjalan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih terarah.
Rekaman CCTV juga menyajikan gambaran kronologis peristiwa pidana yang akurat, yang kemudian dikombinasikan secara cermat dengan keterangan saksi, barang bukti, dan alat bukti lain sesuai ketentuan hukum. Sinergi antara berbagai jenis bukti ini secara positif mempercepat penyelesaian perkara oleh penyidik.
CCTV menyediakan landasan objektif yang kuat, mengurangi spekulasi dan meningkatkan akurasi investigasi.
Peran Krusial di Lapangan: Polsek Kuta Utara
Manfaat penggunaan CCTV juga sangat terasa di tingkat kepolisian sektor, seperti yang dilaporkan dari Polsek Kuta Utara. Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menyatakan bahwa rekaman CCTV memiliki nilai manfaat hingga 90 persen dalam membantu penyelidikan kasus, khususnya untuk kejahatan jalanan yang kerap terjadi.
“Langkah yang pertama kali kami lakukan itu CCTV dulu. Pengaruhnya besar untuk kejadian jalan begini,” terang Kompol Sudina, menyoroti betapa vitalnya prioritas penggunaan teknologi ini dalam penanganan kasus di wilayahnya.
Sejarah Singkat dan Imbauan Partisipasi Publik
Sebagai informasi, Closed Circuit Television pertama kali tercatat digunakan pada tahun 1942 di Jerman, berfungsi untuk memantau peluncuran roket V-2. Seiring berjalannya waktu, teknologi ini telah berkembang pesat dan kini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pengawasan keamanan serta penyediaan bukti visual yang valid.
Melihat tingginya efektivitas CCTV, Kombespol Ariasandy juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pengelola usaha agar turut berperan aktif dengan memasang dan merawat CCTV di lingkungan masing-masing.
Pihak kepolisian sangat mengharapkan kesediaan masyarakat untuk bekerja sama apabila sewaktu-waktu rekaman CCTV dibutuhkan demi kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan. Partisipasi aktif ini menjadi kunci utama dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Bali.
Ditulis oleh: Maya Sari
Posting Komentar