BMH Perkuat Dakwah di Malinau: Momen Haru Tarhib Ramadan dan Pembinaan Mualaf
VGI.CO.ID - Suasana haru menyelimuti Masjid Pesantren Hidayatullah Malinau, Kabupaten Malinau, pada 7 Februari 2024, ketika seorang warga bernama Julius Lungu mengikrarkan syahadat. Momen sakral ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Utara.
Ikrar Syahadat Penuh Haru di Malinau
Di hadapan jamaah yang memenuhi masjid, prosesi ikrar syahadat dipandu langsung oleh Ust. Shohibul Anwar, yang juga bertindak sebagai penceramah utama. Dengan suara bergetar, Julius Lungu mengucapkan dua kalimat syahadat, menandai keputusannya memeluk agama Islam secara resmi.
Setelah mengikrarkan keislamannya, Julius Lungu kemudian resmi menyandang nama baru, Muhammad Abdul Razak. Takbir pun menggema dari para hadirin, disambut tangis haru dan pelukan hangat sebagai tanda persaudaraan Islam yang erat.
Semangat Tarhib Ramadan dan Tausiyah Spiritual
Kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar BMH Kalimantan Utara ini telah berlangsung sejak pagi hari, menarik partisipasi santri, asatidz, pengurus pesantren se-Kalimantan Utara, mualaf, wali murid, serta masyarakat sekitar. Panitia memulai acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang khidmat, menciptakan suasana yang tenang dan religius.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan tausiyah inspiratif bertema “Hidupkan Hati dengan Kalam Ilahi, Terangi Negeri dengan Dakwah Qurani.” Seluruh jamaah memadati area masjid pesantren, mengikuti setiap sesi acara hingga selesai dengan antusiasme tinggi.
Dalam ceramahnya, Ust. Shohibul Anwar menekankan urgensi bulan suci Ramadan sebagai momentum pembinaan spiritual bagi seluruh umat Islam. Beliau menyampaikan, “Ramadan adalah madrasah ruhiyah; siapa yang mempersiapkan diri sejak awal, insyaAllah akan meraih keberkahan yang maksimal.”
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya persiapan mental dan spiritual jauh sebelum datangnya bulan puasa. Hal tersebut bertujuan agar setiap Muslim dapat mengoptimalkan ibadah dan meraih keutamaan Ramadan dengan penuh kesadaran.
Kisah Mualaf Muhammad Abdul Razak dan Peran BMH
Muhammad Abdul Razak, yang sebelumnya dikenal sebagai Julius Lungu, mengungkapkan bahwa ia telah lama mendalami ajaran Islam sebelum memantapkan hatinya untuk bersyahadat. Ia mengaku interaksi intensif dengan para dai tangguh BMH Kalimantan Utara menjadi salah satu faktor kunci yang sangat menguatkan keyakinannya.
Dengan singkat namun penuh makna, Muhammad Abdul Razak menuturkan perasaannya: “Saya merasa damai. Semoga bisa belajar dan istiqamah dalam menjalani ajaran Islam.” Perkataan ini mencerminkan ketenangan batin yang ia rasakan setelah memutuskan untuk memeluk Islam.
Komitmen BMH dalam Dakwah dan Pembinaan Umat
Tarhib Ramadan bukanlah sekadar tradisi tahunan bagi BMH Kalimantan Utara, melainkan agenda rutin yang memiliki tujuan strategis. Acara ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Malinau.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga mendorong setiap individu untuk mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Kehadiran saudara baru dalam Islam menambah makna penyambutan Ramadan tahun ini, sekaligus menjadi harapan agar semangat ibadah dan kepedulian sosial semakin tumbuh di masyarakat Malinau.
Acara ditutup dengan doa bersama yang khusyuk, dilanjutkan dengan buka puasa sunnah dan ramah tamah antarjamaah dalam suasana kebersamaan. BMH Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus memperkuat dakwah dan pembinaan mualaf di wilayah ini.
Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sendiri merupakan lembaga amil zakat yang bergerak dalam penghimpunan dana Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf, dan Hibah, berikut dana sosial kemanusiaan dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. BMH mendistribusikan dana ini melalui berbagai program pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, dan ekonomi secara nasional.
Ditulis oleh: Siti Aminah
Posting Komentar