6 Jurnalis Perempuan Inspiratif: Mengukir Sejarah Lewat Pena

VGI.CO.ID - Indonesia, RRI.co.id - Jurnalisme adalah profesi yang menuntut perjuangan, keberanian, dan dedikasi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sepanjang sejarah, banyak perempuan telah menorehkan jejak gemilang dalam dunia pers, memberikan suara bagi yang tak bersuara serta mengungkap kebenaran.
Melalui tulisan dan laporan mereka, para jurnalis perempuan ini telah membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Di momen penting bagi pers ini, RRI.co.id mempersembahkan beberapa jurnalis perempuan inspiratif, baik dari Indonesia maupun mancanegara, yang patut dikenang.
Pelopor Pers Nasional: Roehana Koeddoes dan Ani Idrus
Dari tanah air, Roehana Koeddoes dikenal sebagai pelopor jurnalis perempuan di Indonesia yang gigih memperjuangkan hak-hak kaumnya. Ia aktif menulis sejak tahun 1908, karyanya dimuat di koran Poetri Hindia yang menjadi cikal bakal suaranya.
Pada tahun 1912, Roehana mendirikan Soenting Melajoe, surat kabar perempuan pertama di Minangkabau dengan seluruh redaksinya adalah perempuan. Dedikasinya dalam menggunakan media untuk advokasi hak perempuan diakui dengan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2019.
Tokoh inspiratif lainnya adalah Ani Idrus, yang memulai karier jurnalistiknya pada tahun 1930. Ia turut serta mendirikan Harian Waspada, sebuah media penting yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ani Idrus juga meluncurkan majalah Dunia Wanita dan aktif meliput isu-isu internasional, termasuk proses penyerahan Papua ke Indonesia. Berkat dedikasi luar biasanya, ia menjadi salah satu figur sentral dalam sejarah pers nasional.
Suara Kemanusiaan dari Zona Konflik: Marie Colvin dan Christiane Amanpour
Di panggung global, Marie Colvin dikenal sebagai jurnalis perang asal Amerika yang tanpa gentar meliput zona-zona konflik paling berbahaya. Ia telah melaporkan dari medan perang seperti Suriah dan Sri Lanka, selalu mengedepankan sisi humanis dalam setiap laporannya.
Gaya pelaporannya yang penuh empati membuatnya dihormati banyak pihak, dan ia dianugerahi Courage in Journalism Award. Kisah hidupnya yang penuh keberanian bahkan diangkat dalam film A Private War pada tahun 2018.
Christiane Amanpour merupakan salah satu wajah paling populer dalam berita televisi modern Amerika, yang memimpin sebagai kepala koresponden internasional CNN. Ia juga menjabat sebagai jangkar urusan global untuk ABC News, menyajikan laporan-laporan kritis kepada audiens global.
Amanpour telah melaporkan dari berbagai konflik dunia, termasuk di Irak, Afghanistan, Korea Utara, Palestina, Iran, dan banyak wilayah lainnya. Ia juga berhasil mewawancarai banyak pemimpin dunia berpengaruh, seperti Muammar Gaddafi dan Hosni Mubarak.
Jurnalis Investigatif Pembela Keadilan: Ida B. Wells dan Hu Shuli
Ida B. Wells adalah seorang jurnalis investigatif dan aktivis hak sipil terkemuka di Amerika Serikat. Ia terkenal karena keberaniannya membongkar praktik kejam lynching terhadap warga kulit hitam, meskipun menghadapi ancaman besar terhadap nyawanya.
Atas kontribusinya yang tak ternilai bagi jurnalisme dan hak asasi manusia, Wells dianugerahi Pulitzer Prize secara anumerta pada tahun 2020.
Dari Asia, Hu Shuli adalah jurnalis Tiongkok yang namanya masuk dalam daftar 100 Orang Berpengaruh Teratas versi majalah Time pada tahun 2011. Ia dikenal luas melalui karya-karya investigasinya yang berani tentang korupsi dan penipuan di Tiongkok.
Setelah memulai kariernya pada tahun 1982, Hu Shuli mendirikan majalah Caijing dan kemudian grup media Caixin pada tahun 2009. Ia telah menerima berbagai penghargaan internasional dan aktif berperan dalam organisasi jurnalistik global.
Para jurnalis perempuan ini membuktikan bahwa keberanian, ketekunan, dan empati adalah kunci untuk mengukir perubahan besar di dunia. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengamat sejarah, melainkan juga turut menjadi pembuat sejarah itu sendiri melalui kekuatan pena dan laporan berani.
RRI.co.id bangga menghadirkan kisah inspiratif ini dari media radio berita online terpercaya - LPP RRI.
📍 Jl. Medan Merdeka Barat No.4-5, Jakarta Pusat.
📞 +6221 350 0584, +6221 351 1086
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapakah Roehana Koeddoes dan apa kontribusinya bagi pers Indonesia?
Roehana Koeddoes adalah pelopor jurnalis perempuan di Indonesia yang mulai menulis sejak 1908. Ia mendirikan surat kabar perempuan pertama di Minangkabau, Soenting Melajoe, pada 1912 dan aktif memperjuangkan hak-hak perempuan, hingga diakui sebagai Pahlawan Nasional pada 2019.
Bagaimana peran Ani Idrus dalam sejarah pers nasional?
Ani Idrus memulai karier jurnalistiknya pada 1930 dan turut mendirikan Harian Waspada yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Ia juga meluncurkan majalah Dunia Wanita dan meliput isu-isu internasional, termasuk penyerahan Papua, menjadikannya tokoh penting dalam pers nasional.
Mengapa Marie Colvin dianggap sebagai jurnalis perempuan inspiratif?
Marie Colvin adalah jurnalis perang asal Amerika yang berani meliput konflik berbahaya di Suriah dan Sri Lanka dengan gaya pelaporan humanis dan empatik. Ia dianugerahi Courage in Journalism Award, dan kisah hidupnya diabadikan dalam film A Private War (2018).
Apa kontribusi Ida B. Wells dalam jurnalisme dan hak asasi manusia?
Ida B. Wells adalah jurnalis investigatif dan aktivis hak sipil Amerika Serikat yang berani membongkar praktik lynching meskipun menghadapi ancaman. Atas kontribusinya pada jurnalisme dan HAM, ia dianugerahi Pulitzer Prize secara anumerta pada 2020.
Bagaimana Hu Shuli memengaruhi jurnalisme di Tiongkok?
Hu Shuli adalah jurnalis Tiongkok yang masuk daftar 100 Orang Berpengaruh Teratas versi Time pada 2011, dikenal atas karya investigasinya tentang korupsi dan penipuan. Ia mendirikan majalah Caijing dan grup media Caixin pada 2009, serta menerima berbagai penghargaan internasional.
Apa yang membuat Christiane Amanpour menjadi jurnalis internasional terkemuka?
Christiane Amanpour adalah kepala koresponden internasional CNN dan jangkar urusan global ABC News. Ia telah melaporkan dari berbagai konflik global seperti Irak, Afghanistan, dan Palestina, serta mewawancarai banyak pemimpin dunia, menjadikannya suara global yang dihormati.
Ditulis oleh: Budi Santoso
Posting Komentar